Menyulam Asa di Ujung Beton Kesongo: Ketika Peluh Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Menyatu Tanpa Kenal Hari Libur

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari di penghujung pekan tak surutkan langkah. Ketika sebagian besar orang memilih menikmati ketenangan hari Minggu bersama keluarga, suasana berbeda justru terpancar di RT.022 Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Derap langkah, gemerincing cangkul, dan gelak tawa keakraban memecah keheningan desa pada Minggu (2/8/2026).

Di sana, para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat setempat bahu-membahu menuntaskan tahap akhir pembangunan jalan cor, pemerataan berem di bahu jalan.

Bukan sekadar meratakan gundukan tanah dan batu cadas di tepi jalan beton, setiap ketukan cangkul dan dorongan gerobak adalah simbol kemanunggalan sebuah komitmen untuk menghadirkan akses mobilitas yang kukuh, rapi, dan aman bagi warga desa.

Tahap penyempurnaan atau perataan berem merupakan kunci penting dalam pembangunan jalan rabat beton.

Tanpa urugan dan penataan bahu jalan yang presisi, bahu beton berisiko tergerus air dan membahayakan pengendara.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan adalah harga mati. Bagi Satgas TMMD, pembangunan infrastruktur desa tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

“Perataan berem ini merupakan tahap akhir penyempurnaan jalan cor. Kami ingin hasil pembangunan benar-benar berkualitas agar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman dalam jangka panjang,” ujarnya.

Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan prajurit TNI di hari libur menuai rasa haru dan hormat dari pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya atas pengabdian tulus yang diperlihatkan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Satgas TMMD yang tetap bekerja di hari Minggu demi mempercepat penyelesaian pembangunan di Desa Kesongo. Jalan ini sudah lama menjadi harapan masyarakat, dan kini manfaatnya mulai dirasakan. Semoga seluruh pekerjaan selesai tepat waktu serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Bagi warga Desa Kesongo, jalan cor ini bukan sekadar hamparan beton semen, melainkan urat nadi baru yang akan menyambung asa perekonomian mereka.

Dampak langsung pembangunan ini dirasakan nyata oleh masyarakat Dusun Kedungpandan. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang kurang memadai menjadi kendala utama warga saat mengangkut hasil panen maupun menjalankan aktivitas harian.

Kepala Dusun Kedungpandan, Ahmad Alfarizi, menceritakan bagaimana antusiasme warga RT.022 membuncah sejak proyek TMMD ini dimulai hingga memasuki tahap penyempurnaan.

“Warga RT.022 sangat antusias membantu pekerjaan Satgas TMMD. Jalan yang kini dibangun dan disempurnakan dengan berem ini akan mempermudah aktivitas masyarakat, terutama saat mengangkut hasil pertanian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Melalui sinergi erat antara TNI, Pemerintah Daerah, Pemerintah dan partisipasi aktif warga, TMMD ke-129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro kembali membuktikan bahwa ketulusan gotong royong adalah energi terbesar bangsa.

Jalan cor beton di RT.022 Dusun Kedungpandan kini berdiri kokoh, siap menyambung keterisolasian, memperlancar rantai pasok hasil bumi, serta membukakan pintu kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kesongo.

Pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika TNI dan rakyat menyatu, tak ada hambatan yang tak bisa diatasi.

Ketelitian Demi Kualitas: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Sulap Sapu Lidi Jadi Tekstur Lantai Aman dan Rapi

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sebuah sapu lidi sederhana di tangan seorang prajurit TNI bisa menjadi simbol dedikasi tanpa batas.

Di teras sebuah rumah yang tengah bersolek di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tampak seorang anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro sedang berjongkok dengan cermat.

Dengan gerakan lembut dan terukur, ia menyapukan sapu lidi di atas permukaan semen yang masih basah, Senin (3/8/2026).

Langkah unik ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan teknik finishing pengerjaan plester lantai pada program rehabilitasi RTLH milik Ibu Jasmiati, warga RT.009 RW.003 Desa Kesongo.

Sentuhan sapu lidi tersebut sengaja dilakukan untuk menciptakan tekstur alur tipis pada lantai semen agar hasilnya tidak licin, aman dipijak, serta tetap memikat secara estetika.

Proses pembangunan RTLH dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini tak hanya mengedepankan kecepatan, tetapi juga kualitas bangunan agar bertahan lama dan aman bagi penghuninya.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan, setiap detail pengerjaan diperhatikan secara cermat, mulai dari fondasi hingga tahap penyelesaian akhir.

“Setiap proses, termasuk tahap finishing lantai, kami kerjakan dengan teliti agar hasilnya maksimal. Kami berharap rumah ini segera selesai sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan jangka panjang bagi Ibu Jasmiati beserta keluarganya,” ujarnya.

Penggunaan teknik sapu lidi pada adonan semen basah terbukti efektif menghasilkan permukaan lantai yang ramah bagi penghuni rumah, khususnya dalam mencegah risiko terpeleset saat kondisi basah atau hujan.

Bagi Ibu Jasmiati, setiap jengkal perubahan di rumahnya membawa secercah harapan baru. Melihat para prajurit TNI bekerja keras dengan penuh kesabaran dan keramahan di kediamannya, rasa haru dan syukur tak mampu ia sembunyikan.

Rumah yang dulunya jauh dari kata layak kini bertransformasi menjadi hunian yang kokoh, bersih, dan nyaman.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur sekali. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja keras tanpa lelah membantu memperbaiki rumah kami. Semoga seluruh anggota Satgas TMMD selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam bertugas,” tutur Ibu Jasmiati dengan wajah berbinar.

Melalui TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, ketulusan dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat makin erat terjalin.

Pengerjaan RTLH Ibu Jasmiati ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya soal semen dan batu bata, melainkan tentang menghadirkan kepedulian, kehangatan, serta harapan hidup yang lebih baik bagi masyarakat pedesaan.

TMMD 129 Bojonegoro: Wajah Baru SDN Kesongo 1, Rumah Harapan bagi Penerus Bangsa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana Senin pagi (2/8/2026) di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, terasa berbeda dan penuh kehangatan.

Di tengah riuk pikuk kegiatan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, derap langkah para prajurit TNI berseragam loreng berpadu harmonis dengan antusiasme warga setempat.

Kali ini, fokus sentuhan pengabdian menyasar pada sebuah benteng masa depan desa: SDN 1 Kesongo.

Bukan sekadar membangun jalan atau merenovasi rumah warga, Satgas TMMD ke-129 memahami betul bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan manusia.

Dengan kuas di tangan dan cat bernuansa biru cerah serta putih bersih, para prajurit bersama warga tampak bahu-membahu mempercantik sudut-sudut ruang kelas dan dinding sekolah yang mulai memudar.

Goresan warna baru ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan simbol hadirnya semangat baru bagi anak-anak Desa Kesongo untuk merajut cita-cita di ruang belajar yang lebih layak, rapi, dan nyaman.

Komandan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi wijayanto, menegaskan, pembenahan fasilitas sekolah ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian mendalam TNI terhadap keberlangsungan dunia pendidikan di kawasan pelosok.

“Sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman akan mendukung semangat belajar para siswa. Melalui TMMD, kami ingin memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk di sektor pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran ruang kelas yang representatif diharapkan mampu membakar motivasi para siswa agar semakin giat menuntut ilmu serta memberi rasa bangga bagi para guru yang mengabdi.

Rasa haru dan apresiasi mendalam disampaikan oleh Kepala SDN Kesongo 1, Suroto. Menurutnya, bantuan gotong royong dari Satgas TMMD telah mengubah wajah sekolah menjadi jauh lebih segar dan menyenangkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro. Dengan adanya pembenahan dan pengecatan ini, suasana sekolah menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar para siswa. Kami juga berkomitmen untuk terus merawat fasilitas yang telah diperbaiki ini,” ungkap Suroto dengan wajah berseri.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tak hanya menjadi bukti bakti pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga menjadi panggung nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui kuas yang diayunkan bersama, dinding-dinding SDN Kesongo 1 kini tidak hanya berbalut warna segar, tetapi juga memancarkan kehangatan, harapan, dan kemitraan erat antara prajurit TNI dan masyarakat demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih gemilang.

TMMD 129 Bojonegoro: TNI dan Warga Kesongo Menyatu dalam Irama Line Dance

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suara musik energik memecah keheningan Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Senin (3/8/2026).

Gelak tawa dan senyum ceria terpancar dari puluhan warga yang kompak melangkah ke kiri, ke kanan, dan memutar badan mengikuti irama.

Menariknya, di antara barisan warga tersebut, tampak para prajurit TNI berseragam loreng ikut berbaur, menyelaraskan langkah kaki tanpa canggung.

Pemandangan hangat ini hadir dalam kegiatan Sosialisasi Senam Line Dance yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro.

Acara ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang diselenggarakan Kodim 0813 Bojonegoro.

Tak kurang dari 70 peserta yang terdiri dari kader PKK, wali murid TK Dharma Wanita Kesongo, hingga komunitas olahraga wanita setempat hadir memadati lokasi dengan penuh semangat.

Kepala Bidang Keolahragaan Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Rita Cahyani, menjelaskan, senam Line Dance dipilih sebagai upaya menggalakkan gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan variasi olahraga baru yang menyenangkan di tingkat desa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat dengan berolahraga. Harapannya masyarakat Desa Kesongo semakin sehat, bugar, dan gembira. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan Senam Line Dance sebagai alternatif olahraga yang menyenangkan,” ujar Rita.

Berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Line Dance merupakan olahraga dansa rekreasi yang memadukan koreografi langkah kaki secara serempak.

Olahraga ini tidak hanya efektif menjaga kebugaran fisik, tetapi juga sangat baik untuk melatih konsentrasi dan daya ingat.

Rita menambahkan, sosialisasi ini dirancang secara sistematis selama dua hari, Hari Pertama, Fokus pada pengenalan gerakan dasar dan teori, Hari Kedua, Tahap praktik penuh untuk mengukur pemahaman serta kelincahan para peserta.

Program TMMD kerap kali identik dengan pembangunan jalan, jembatan, atau perbaikan rumah warga.

Namun melalui kolaborasi dengan Dinpora ini, Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa kebahagiaan dan kesehatan jiwa-raga warga adalah fondasi pembangunan yang tak kalah penting.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin.

“TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan edukatif, kesehatan, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat. Inilah semangat TMMD, membangun desa tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Melalui harmoni langkah kaki di atas lantai balai desa, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga Kesongo membuktikan bahwa membangun desa berawal dari semangat, kebersamaan, dan tubuh yang sehat.

TMMD 129 Bojonegoro: Membangun Karakter Unggul Siswa Melalui LDKS di Kedungadem

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat membangun negeri tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik semata. Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda berkualitas melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Kegiatan yang penuh inspirasi ini dilaksanakan di SMPN Satu Atap Kesongo Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

LDKS ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi SMPN Satu Atap Kesongo Kedungadem dengan penuh antusiasme.

Personel Satgas, yang dipimpin langsung oleh Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, memberikan materi dan pelatihan yang dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan karakter tangguh sejak dini.

“Melalui LDKS ini, kami ingin membekali para siswa dengan mental juara dan semangat pantang menyerah. Generasi muda adalah aset bangsa, dan kami berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkarakter unggul,” tegasnya, Senin (3/8/2026).

Materi LDKS meliputi berbagai aspek penting, mulai dari teori kepemimpinan, baris-berbaris (PBB), hingga permainan dinamika kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kekompakan tim.

Siswa juga diajarkan tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air.

Kepala SMPN Satu Atap Kesongo Kedungadem, Endang Palupi, M.Pd., menyambut positif inisiatif Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian TNI dalam membantu pendidikan karakter siswa kami. LDKS ini memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa dan memotivasi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Dampak positif dari LDKS ini terlihat jelas pada perubahan sikap dan perilaku siswa. Mereka menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. LDKS ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemauan untuk berkontribusi bagi sekolah dan masyarakat.

LDKS di SMPN Satu Atap Kesongo Kedungadem merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi yang harmonis antara TNI dan masyarakat dalam membangun generasi muda berkualitas.

Semangat Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter tangguh dan berdedikasi bagi bangsa dan negara.

Sinergi Membangun Desa: TMMD 129 Bojonegoro Bekali Warga Kesongo Ilmu Kelola Keuangan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat membangun tidak melulu soal mengaduk semen dan menata batu. Di tengah deru mesin integrasi program TMMD ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, sebuah langkah strategis untuk memperkuat “fondasi SDM” desa pun digulirkan.

Senin (3/8/2026), Balai Desa Kesongo menjadi saksi bisu dari antusiasme para pilar desa. Mereka perangkat desa, anggota BPD, RT/RW, kader PKK, hingga tokoh masyarakat berkumpul bukan untuk membahas teknis pengecoran jalan, melainkan untuk mengasah kemampuan dalam memanajemen tata kelola keuangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diinisiasi oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro.

Hadir langsung untuk membuka kegiatan, Sekretaris BPKAD Kabupaten Bojonegoro, Vevi Rahmanawati, menegaskan esensi penting dari Bimtek ini.

Bagi Vevi, pemahaman yang utuh mengenai tata kelola keuangan, khususnya yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa, adalah kunci untuk melahirkan pembangunan yang sehat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pengelolaan keuangan desa semakin baik, pembangunan dapat dipertanggungjawabkan, dan laporan keuangannya tersusun sesuai ketentuan,” ujar Vevi.

Di tengah keterbatasan anggaran, Vevi menitipkan pesan kuat tentang pentingnya akuntabilitas.

“Walaupun anggaran terbatas, jika dikelola dengan benar, maka manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti materi dengan serius demi kepentingan bersama.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Desa Kesongo. Mewakili Kepala Desa Kusnadi, Sekretaris Desa Sumari mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian besar Pemkab Bojonegoro.

Baginya, program TMMD bukan sekadar “proyek fisik,” tetapi sebuah paket lengkap yang juga membawa pencerahan bagi warganya.

“Kesempatan seperti ini sangat berharga. Sejak TMMD dimulai, masyarakat terus mendapatkan tambahan wawasan melalui berbagai pelatihan dan sosialisasi. Selain pembangunan fisik, masyarakat juga memperoleh ilmu dan pengetahuan yang nantinya bisa diterapkan dalam pengelolaan desa,” kata Sumari penuh syukur.

Sentimen positif ini pun disambut baik oleh Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo.

Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat warga Kesongo kepada personel Satgas TMMD dan berharap kemanunggalan ini terus terjaga.

“Tujuan TMMD adalah membantu mempercepat pembangunan desa agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Kami berharap seluruh pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang,” harap Lettu Ckm Purnomo.

Memasuki sesi materi teknis, suasana menjadi lebih serius. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BKK Desa BPKAD Kabupaten Bojonegoro, Etha Yulian Restanti, membedah habis mekanisme pengelolaan dana dari tahap perencanaan hingga pelaporan.

Tahun 2026 ini, Desa Kesongo menerima amanah besar berupa alokasi BKK sebesar Rp 2,4 miliar. Dana fantastis ini akan difokuskan untuk menyokong sasaran fisik TMMD ke-129, yaitu pembangunan jalan desa dan saluran drainase.

Dengan lugas, Etha mengingatkan agar dana tersebut dikelola dengan prinsip kehati-hatian.

“BKK adalah berkah bagi desa, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar. Seluruh pelaksanaan harus sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya, sembari mengingatkan bahwa setiap rupiah akan menjadi objek pemeriksaan.

Etha juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak bisa digantungkan pada pundak pemerintah desa semata. Diperlukan pengawasan aktif dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Warga didorong untuk ikut memantau jalannya pekerjaan fisik agar sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati.

Bimtek yang merupakan bagian tak terpisahkan dari program non-fisik TMMD ke-129 ini menjadi lumbung harapan bagi masa depan Desa Kesongo.

Pemkab Bojonegoro berharap, melalui bekal ilmu ini, tata kelola keuangan di Desa Kesongo akan semakin profesional.

Sinergi antara pembangunan fisik yang dikerjakan TNI-warga dan penguatan kapasitas SDM ini diharapkan mampu benar-benar mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan menjadi warisan berharga dari program TMMD.

TMMD 129 Bojonegoro: Ibu-ibu Kesongo ‘Tancap Gas’ Olah Pisang dan Waluh Jadi Cuan berkelas

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Ada tawa renyah, aroma harum adonan kue, dan semanat juang yang kental di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Itulah suasana penutupan pelatihan UMKM yang penuh energi, digelar oleh Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Senin (3/8/2026).

Setelah lima hari penuh inspirasi, dari 27 hingga 31 Juli, ibu-ibu tangguh dari kelompok PKK setempat kini resmi memegang kunci untuk membuka pintu kemandirian ekonomi keluarga. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan tonggak penting bagi Desa Kesongo.

Ibu-ibu di sini kini telah dipersenjatai dengan keterampilan berharga untuk menyulap bahan baku sederhana seperti pisang dan labu kuning (waloh) menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Selama lima hari, para peserta tidak hanya diberi teori yang membosankan. Mereka langsung terjun ke meja praktik.

Mereka belajar bagaimana memilih pisang dan waloh terbaik, mengolahnya dengan teknik higienis, hingga teknik penyajian yang menarik dan estetis.

Antusiasme terlihat jelas di mata mereka, setiap gerakan tangan meniru panduan Kristin Gading, narasumber ahli dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading.

Kristin, dengan sabar dan pengalaman yang luas, membimbing para ibu dari nol. Ia memahami betul bahwa kesuksesan sebuah produk tidak hanya pada rasa, tapi juga pada tampilan.

“Kami mengajarkan cara packaging yang menarik, agar produk mereka tidak kalah saing dengan produk pabrikan. Ilmu ini akan sia-sia jika tidak terus dipraktikkan. Harapan saya, ini adalah awal dari lahirnya produk UMKM unggulan dari Desa Kesongo,” kata Kristin.

Bagi para peserta, seperti Anita, pelatihan ini adalah jembatan menuju mimpi mereka. “Saya sangat senang bisa ikut. Sebelumnya saya bingung bagaimana cara mengolah pisang yang berlebihan di kebun. Sekarang saya tahu, bisa dibuat kue lapis yang cantik, banana bread, sampai keripik yang renyah,” ujar Anita dengan senyum mengembang.

Mata Anita berbinar saat berbicara tentang masa depan. “Kami berharap ilmu ini bisa jadi bekal untuk memulai atau mengembangkan usaha. Dengan begitu, kami bisa membantu ekonomi keluarga,” tambahnya. Kisah Anita adalah cerminan semangat juang perempuan-perempuan tangguh Desa Kesongo yang ingin mandiri dan berdaya.

TMMD ke-129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, seperti jalan atau jembatan, tetapi juga sangat perhatian pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pelatihan UMKM ini adalah salah satu wujud nyata sasaran non fisik TMMD untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pemberdayaan UMKM, khususnya kelompok perempuan, adalah kunci untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa. Dengan keterampilan baru ini, ibu-ibu di Desa Kesongo tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi desa mereka,” ungkap Lettu Ckm Purnomo, Dan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Selesainya pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi ibu-ibu PKK Desa Kesongo.

Tawa mereka yang tulus, aroma lezat kue-kue mereka, dan semangat yang terpancar dari mata mereka adalah bukti bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari dampak positif yang dirasakan oleh hati dan ekonomi masyarakat.

Desa Kesongo kini telah menyalakan lilin kemandirian ekonomi, dan lilin itu akan terus menyala terang, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

 

Menembus Terik Demi Pelosok Desa: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Wujudkan Drainase Bebas Banjir

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari yang menyengat di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tidak melunturkan semangat puluhan prajurit Kodim 0813 Bojonegoro dan warga setempat.

Berbekal cangkul, ember, dan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu merangkai harapan baru melalui pembangunan saluran drainase sepanjang 330 meter.

Pembangunan drainase ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129. Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan telah mencapai 70 persen.

Bagi warga Dusun Krebet, kehadiran saluran drainase yang layak bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan solusi nyata atas persoalan lingkungan yang selama ini mereka hadapi.

Sebelum adanya drainase ini, genangan air sering kali menjadi pemicu ketidaknyamanan warga saat musim hujan tiba.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas kehadiran program TMMD di desanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Melalui program TMMD ini, apa yang menjadi kerinduan dan kebutuhan dasar masyarakat Desa Kesongo akhirnya dapat terwujud secara nyata,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Saluran drainase ini nantinya tidak hanya memperlancar aliran air hujan, tetapi juga menjaga sanitasi serta kerapian kawasan pemukiman warga agar lebih sehat dan tertata.

Di lapangan, Senin (3/8/2026), pemandangan hangat tersaji saban hari. Seragam loreng prajurit TNI membaur tanpa sekat dengan kaos sederhana para petani dan pemuda desa.

Ada yang sibuk memasang uditch (beton drainase), mengaduk semen, memindahkan material pasir, hingga mengoperasikan alat berat.

Semangat gotong royong yang kian langka di era modern ini justru menyala terang di Desa Kesongo.

Tawa canda sesekali pecah di tengah peluh yang bercucuran, menjadi penawar lelah bagi para pekerja di lapangan.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa seluruh personel terus memaksimalkan pengerjaan agar target waktu dan kualitas tetap terjaga dengan baik.

“Kami di lapangan bekerja pantang menyerah. Target kami bukan hanya selesai tepat waktu, tapi juga memastikan kualitas bangunan kokoh dan bermanfaat dalam jangka panjang. Kemanunggalan bersama warga adalah energi utama kami,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Kolaborasi harmonis antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan warga lokal dalam TMMD ke-129 menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya milik kawasan perkotaan.

Sinergi ini menghadirkan senyum dan optimisme baru bagi masyarakat pedesaan.

Dengan terselesaikannya drainase ini nantinya, Desa Kesongo siap menyambut musim hujan dengan lebih tenang, aman dari genangan, serta memiliki lingkungan permukiman yang jauh lebih asri dan sehat.

Mengukir Bakti di Tapak Perbatasan: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Menyatu Membangun Rumah Doa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari perbatasan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dan Sukorame, Lamongan, deru semangat tak kunjung surut.

Suara sekop membalik pasir dan ketukan alunan kerja gotong royong menjadi irama khas yang menghidupkan kawasan Rest Area Terpadu setempat.

Memasuki hari ke-20 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Senin (3/8/2026), potret kemanunggalan TNI dan rakyat terpampang jelas tanpa sekat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, prajurit TNI dan warga lokal bahu-membahu merampungkan pembangunan Mushola yang kelak menjadi oasis spiritual bagi para musafir maupun masyarakat sekitar.

Sejak pagi, puluhan personel Satgas TMMD bersama warga sudah berbagi tugas. Di salah satu sudut, tampak prajurit TNI dengan telaten mengayak pasir demi mendapatkan adonan semen terbaik.

Di sudut lain, pemandangan menyentuh hati terlihat di perancah kayu, seorang prajurit berseragam loreng berdiri berdampingan dengan tukang lokal dan warga, meratakan adonan pelamir di dinding luar mushola demi mengejar target penyelesaian.

Tak sekadar mengejar fisik bangunan, para prajurit juga sigap menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi proyek agar proses pembangunan tetap aman, rapi, dan nyaman.

Kolaborasi harmonis ini membuktikan bahwa keberhasilan TMMD tak hanya diukur dari kokohnya beton yang berdiri, tetapi dari eratnya tali persaudaraan yang terjalin.

Komandan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pembangunan Mushola di kawasan Rest Area Terpadu ini merupakan salah satu sasaran fisik yang krusial dan berjangka panjang.

“Mushola ini kami harapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sarana silaturahmi masyarakat, khususnya bagi warga Desa Kesongo serta para pengguna jalan yang melintas di perbatasan Bojonegoro–Lamongan. Semangat gotong royong yang terbangun selama TMMD ini adalah nilai luhur yang harus terus kita pertahankan,” ungkap Dansatgas.

Dampak dan kepedulian nyata dari para prajurit Kodim 0813 Bojonegoro ini memantik rasa haru dan bangga dari Pemerintah Desa Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Bapak Kusnadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan oleh personel TNI.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro. Kepedulian TNI benar-benar menyentuh hati warga. Kami siap bergotong royong mendukung apa pun kebutuhannya, sampai bangunan ini tuntas dan bisa dimanfaatkan bersama,” tutur Kusnadi penuh semangat.

Lewat TMMD ke- 129, Desa Kesongo bukan hanya mendapat bangunan mushola baru di jalur strategis perbatasan, melainkan juga mematri kembali nilai-nilai gotong royong yang menjadi fondasi kekuatan bangsa.

Kebersamaan antara prajurit TNI dan rakyat ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan kawasan desa yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.

Sinergi Tanpa Batas: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Kebut Pembangunan MCK Rest Area Terpadu

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong memancar kuat di ujung timur Kabupaten Bojonegoro. Di tengah teriknya matahari, komitmen Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas sarana publik dan keagamaan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, terus berjalan pesat dan menunjukkan hasil nyata.

Salah satu fokus utama yang kini tengah dikebut pengerjaannya adalah pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang representatif, Senin (3/8/2026).

Fasilitas ini berlokasi strategis di Kawasan Rest Area Terpadu jalur lintas perbatasan yang menghubungkan Desa Kesongo, Bojonegoro, dengan wilayah Sukorame, Lamongan.

Kehadiran sarana sanitasi yang layak di jalur sibuk ini diprediksi akan menjadi ‘angin segar’ bagi para pengguna jalan yang membutuhkan tempat istirahat nyaman sejenak, sekaligus mendukung kegiatan ibadah bagi warga maupun musafir yang singgah.

Melihat langsung ke lokasi, denyut pembangunan terasa begitu bertenaga. Berkat kolaborasi apik antara personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dan warga setempat, pengerjaan struktur utama dan penataan sanitasi kini telah memasuki capaian mengesankan, yakni mencapai 70 persen.

Semangat “kemanunggalan” benar-benar tergambar jelas dari aktivitas tanpa lelah tim di lapangan. Di satu sudut, terlihat personel TNI dan warga bahu-membahu dalam tahap penyiapan material halus.

Dengan penuh ketelitian, mereka menyaring pasir menggunakan ayakan, memastikan kualitas bahan campuran terbaik untuk plesteran dinding.

Dedikasi dan keahlian teknis para prajurit TNI sangat terasa dalam setiap tahap pembangunan.

Kehangatan interaksi antara TNI dan masyarakat juga terekam kuat saat proses pengecatan dinding luar bangunan.

Saling berbagi tugas dan tawa, sinergi ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan.

Sementara itu, untuk detail interior, fokus pengerjaan saat ini mengarah pada penataan instalasi dan estetik.

Seorang personel Satgas dengan telaten tampak merendam keramik lantai atau dinding di dalam ember berisi air sebelum dipasang, sebuah teknik krusial untuk memastikan perekat semen menempel sempurna dan keramik tidak mudah lepas di kemudian hari.

Langkah-langkah presisi seperti ini terus dipastikan agar fasilitas ini nantinya tahan lama dan nyaman digunakan.

Setelah menyelesaikan tahap krusial mulai dari fondasi, dinding utama, hingga penataan saluran septic tank, saat ini tim di lapangan sedang berfokus pada pemasangan atap, plesteran dinding, serta persiapan akhir instalasi pemipaan air bersih.

Semua pengerjaan dilakukan paralel, dengan ritme yang terjaga demi mencapai target penyelesaian tepat waktu.

Merespons perkembangan positif ini, Kepala Desa Kesongo, Bapak Kusnadi, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan terima kasihnya yang mendalam.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian nyata TNI terhadap kebutuhan dasar warganya.

“Pembangunan MCK ini merupakan bantuan yang sangat berharga bagi kami. Dengan progres yang sudah mencapai 70 persen ini, atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Kepedulian TNI benar-benar menyentuh hati warga. Kami siap terus bergotong royong mendukung TNI, apa pun kebutuhannya, sampai bangunan ini selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan bersama,” tegas Kusnadi dengan penuh semangat.

Harapan besar kini menggantung pada sinergi yang terus terjaga antara TNI dan warga Kesongo.

Semangat gotong royong yang menjadi napas TMMD ke-129 diharapkan mampu menuntaskan fasilitas MCK di rest area terpadu ini dengan kualitas terbaik, sehingga dapat segera memberikan dampak positif langsung, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana penunjang kegiatan ibadah dan kenyamanan bagi setiap pelintas di jalur perbatasan ini.