Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Spesialis Hotel di Bandar Lampung, Beraksi Gunakan Mobil

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Tim gabungan Polresta Bandar Lampung berhasil membekuk dua anggota komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap menyasar area parkir hotel, penginapan hingga rumah kost di Kota Bandar Lampung. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku telah beraksi sedikitnya 10 kali di berbagai lokasi.

Kedua pelaku yang diamankan yakni JD (18) dan RA (25), warga Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan komplotan ini memiliki modus khusus dengan menyasar kendaraan yang terparkir di hotel, penginapan dan rumah kost menggunakan kunci letter T.

“Pelaku merupakan jaringan curanmor yang menyasar area parkir hotel dan penginapan. Mereka menggunakan mobil untuk berkeliling mencari sasaran agar tidak menimbulkan kecurigaan petugas keamanan,” kata Kompol Gigih, Senin (1/6/2026).

Menurut Gigih, para pelaku memiliki peran masing-masing. Dua pelaku yang ditangkap bertugas sebagai penunjuk lokasi sasaran, sementara pelaku lain yang masih buron berperan sebagai eksekutor pencurian.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan kehilangan sepeda motor Honda milik seorang tamu hotel di Jalan Raden Intan, Kecamatan Enggal, pada Jumat (29/5) dini hari.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tim gabungan berhasil menangkap kedua pelaku beberapa jam setelah kejadian berikut barang bukti sepeda motor hasil curian.

Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku telah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di sekitar 10 lokasi berbeda di Bandar Lampung. Pengakuan ini masih kami dalami untuk mengungkap seluruh TKP dan jaringan pelaku,” ujarnya.

Gigih menjelaskan, dalam aksi terakhirnya di sebuah hotel di Jalan Raden Intan, komplotan tersebut berhasil membawa kabur dua unit sepeda motor sekaligus. Saat hendak melarikan diri, para pelaku bahkan sempat menerobos dan menabrak petugas keamanan yang mencoba menghalangi mereka.

Polisi menduga jaringan ini melibatkan pelaku dari luar Bandar Lampung. Dua pelaku yang masih buron diketahui berperan sebagai pemetik dan diduga berasal dari Lampung Timur.

Selain menangkap dua pelaku, polisi menyita satu unit Honda Beat milik korban, satu unit Honda Beat yang diduga hasil kejahatan serta satu unit mobil Honda Civic yang digunakan sebagai sarana dalam aksi pencurian.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan dan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.(Red)

Polres Morowali Kembali Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Polres Morowali kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran Narkotika Golongan I jenis sabu di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Pada Sabtu malam (30/5/2026)

Kasat Narkoba Polres Morowali IPTU Lukman, S.H., M.H. mengatakan kronologis pengungkapan kasus tersebut “Berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan aktivitas penyalahgunaan dan transaksi narkotika jenis sabu di sebuah pos kamling yang berada di pinggir jalan Desa Bahomakmur. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel melakukan penyelidikan dan menuju lokasi yang dimaksud. Ujar Iptu Lukman

Lanjut Ia mengatakan “Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 Wita, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial D.M. alias T. (25), Serta mengamankan kantong plastik berwarna hitam yg didalamnya terdapat 1 (satu) saset plastik cetik yang berisikan 8 (delapan) sachet plastik cetik yg di bungkus dengan potongan sedotan/pipet yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dan 1 (satu) buah wadah plastik warna merah muda yang berisikan 1 (satu) sachet plastik cetik yang diduga berisikan narkotika jenis sabu yang ditemukan di atas tanah di samping kanan pos kamling. Kemudian petugas juga menemukan 1 (satu) buah plastik makanan ringan FRENCH FRIES berwarna merah dan didalamnya ditemukan 3 (tiga) sachet yang diduga berisikan narkotika jenis sabu yang dibungkus menggunakan 1 (satu) buah masker berwarna hitam yang ditemukan di atas tanah di samping kiri pos kamling, petugas juga mengamankan 1 (satu) unit hanphone Iphone warna putih”. Lanjut Iptu Lukman

“Setelah dilakukan pengembangan, Petugas kemudian menuju ke lokasi kos milik Terduga pelaku yang terletak di desa lalampu. Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 (satu) buah plastik klip berwarna hitam yang berisikan 1 (satu) saset plastik cetik sedang yang diduga berisikan narkotika jenis sabu yang di bungkus menggunakan tissu,  34 (tiga puluh empat) saset plastik cetik yang di bungkus potongan pipet/sedotan plastik yang di simpan di dalam dinding kamar dan 1 (satu) buah alat hisap sabu (bong)”. Tutup Iptu Lukman

Adapun Barang Bukti yang diamankan :

47 (empat puluh tujuh) saset narkotika jenis sabu dengan berat bruto 45,07 gram.

1 (satu) buah kantong plastik berwarna hitam

1 (satu) buah plastik cetik berwarna hitam

1 (satu) buah plastik makanan ringan FRENCH FRIES berwarna merah

1 (satu) buah wadah plastik warna merah muda

1 (satu) buah masker berwarna hitam

1 (satu) lembar tissu

42 (empat puluh dua) potong pipet/sedotan plastik warna kuning

1 (satu) buah alat hisap sabu (bong)

1 (satu) unit Handphone Iphone warna putih

Adapun Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 114 Ayat (2)  undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika subsider Pasal 609 ayat (2)  undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Saat ini terduga pelaku serta barang bukti telah diamankan diMapolres Morowali guna proses hukum lebih lanjut. (Rpdm)

Antisipasi Begal dan Gangguan Kamtibmas, 10 Personel Kodim 0410/KBL Gelar Patroli Malam

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Sebanyak 10 personel Satuan Kewilayahan (S3B) Kodim 0410/Kota Bandar Lampung diterjunkan dalam patroli teritorial malam hari, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sejumlah titik vital wilayah Kota Bandar Lampung. Tak hanya itu, patroli ini juga menjadi garda terdepan dalam memberikan rasa aman kepada warga dari ancaman kejahatan jalanan seperti aksi begal yang belakangan meresahkan.

Patroli yang dipimpin langsung oleh Pelda I. Putu Gede tersebut diberangkatkan dari Markas Kodim 0410/KBL pada pukul 20.45 WIB. Rute patroli menyasar kawasan pusat ibadah hingga pusat pemerintahan kota. Personel TNI siaga memberikan bantuan cepat jika sewaktu-waktu terjadi aksi begal terhadap warga, mulai dari pengejaran pelaku, pengamanan lokasi kejadian, hingga pendampingan korban untuk melapor ke pihak kepolisian.

“Kami ingin memastikan situasi malam hari tetap kondusif. Kehadiran personel di lapangan adalah bentuk deteksi dini terhadap segala bentuk gangguan keamanan, termasuk aksi begal. Jika warga menjadi korban, kami akan langsung bertindak untuk menolong dan mengamankan situasi,” demikian isi laporan yang diterima Komandan Kodim 0410/KBL melalui Pa Jaga, Senin malam.

Selama patroli, personel TNI aktif menyapa dan mengingatkan warga yang beraktivitas malam hari agar selalu waspada. Mereka menegaskan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan untuk melapor jika menjadi korban atau melihat aksi begal, karena TNI hadir untuk melindungi dan membantu.

Kegiatan patroli teritorial malam ini bukan insidental, melainkan bagian dari jadwal rutin Kodim 0410/KBL dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bandar Lampung. Dandim 0410/KBL melalui perwira jaga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digencarkan, terutama pada jam-jam rawan aksi begal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan jangan ragu segera melaporkan kepada aparat terdekat, baik TNI maupun Polri, jika melihat atau mengalami kejadian begal. Kami siap datang dan memberikan pertolongan pertama,” pungkas laporan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh personel masih bersiaga di lapangan siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan, dan akan kembali ke markas setelah seluruh rute patroli selesai dilaksanakan.(Red)

Satres Narkoba Amankan Pemuda Pengedar Narkoba Jenis Shabu

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Satres Narkoba Polres Pagar Alam kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis shabu di wilayah hukum Polres Pagaralam.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berstatus pelajar/mahasiswa yang diduga berperan sebagai pengedar atau kurir narkotika.

Kapolres Pagaralam AKBP Januar Kencana Setia Persada S.IK melalui Kasat Narkoba Iptu Doris Pidriandi SH,MSi didampingi Kasi Humas Iptu Mansyur,Amd.Kep, SH menjelaskan, pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A-20/V/2026/SPKT.Resnarkoba/Res Pagar Alam/Polda Sumsel tanggal 30 Mei 2026.

Tersangka yang diamankan berinisial RF (21), warga Desa Karang Dapo Lama. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (30/05/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah penginapan yang beralamat di Jalan Husly Marik, RT 08 RW 02, Kelurahan Kuripan Babas, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagaralam.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya seorang laki-laki yang diduga sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu di sebuah penginapan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh anggota Satres Narkoba Polres Pagaralam,” ujar Iptu Doris.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mendatangi lokasi dan menemukan seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan berada di dalam kamar penginapan. Setelah diamankan dan dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis shabu.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu kotak kaleng rokok merek DJI SAM SOE warna hitam yang berisi satu plastik klip bening ukuran sedang. Di dalamnya terdapat 19 paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 5,86 gram.

“Tersangka berikut barang bukti langsung kami amankan ke Polres Pagaralam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil tes urine juga menunjukkan yang bersangkutan positif mengandung metamfetamina,” jelasnya.

Saat ini penyidik telah melakukan berbagai tindakan kepolisian antara lain mengamankan tersangka dan barang bukti, pemeriksaan kesehatan dan urine, pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara, penyitaan barang bukti, serta pengiriman sampel barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumsel untuk pengujian lebih lanjut.

Kasat Narkoba menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terkait dengan tersangka.

“Kami berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pagaralam. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” tegas Iptu Doris.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1Tahun 2023 tentang KHUP baru.

Saat ini tersangka masih menjalani proses penyidikan dan pengembangan perkara oleh Satres Narkoba Polres Pagaralam. Tutupnya(Rep)

Polda Sumsel Peringati Hari Lahir Pancasila, Perkuat Komitmen Kebangsaan dan Pelayanan Masyarakat

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan meneguhkan komitmennya dalam menjaga persatuan bangsa dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026).

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., serta diikuti Wakapolda Sumsel, Pejabat Utama Polda Sumsel, perwira, bintara, ASN Polri, dan seluruh peserta upacara dengan penuh khidmat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan keberagaman Indonesia sekaligus menjadi pedoman menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam mempersatukan bangsa. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki fondasi ideologi yang kuat, yaitu Pancasila,” ujar Kapolda Sumsel saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis, keadilan, persamaan hak, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya memastikan situasi tetap tertib, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan keadilan, perlindungan, dan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam tindakan nyata. Sebagai pelayan masyarakat, setiap personel Polri harus mampu menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi refleksi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat peran Polri sebagai penjaga stabilitas keamanan dan perekat persatuan bangsa.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan Program Kapolda Sumsel “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini”, yang mendorong seluruh personel untuk terus menghadirkan manfaat nyata, pelayanan terbaik, dan kepedulian kepada masyarakat dalam setiap aktivitas pengabdian.

Peringatan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta mendukung berbagai program pembangunan nasional yang berlandaskan semangat persatuan dan gotong royong.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah fondasi yang menyatukan keberagaman Indonesia. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Bagi Polri, Pancasila menjadi landasan moral dalam memberikan pelayanan yang adil, humanis, dan profesional kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan bahwa Polda Sumsel akan terus mengedepankan pendekatan yang mengutamakan dialog, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menjaga keamanan serta membangun harmonisasi sosial di tengah masyarakat.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan bangsa, memperkuat stabilitas kamtibmas, serta menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Semangat Pancasila akan terus menjadi energi pengabdian Polri dalam mengawal Indonesia yang aman, damai, maju, dan berkeadilan. (Rls/Ags).

Warga Gunakan Layanan Polri 110, Polsek Palas Bongkar Jaringan Narkoba, Tiga Pelaku Berhasil Dibekuk

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Polsek Palas Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 1,22 gram di wilayah Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Ketiga tersangka yakni H.K. alias Tikus (35), warga Kecamatan Sragi, D.A. (29), warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, dan H.K. alias Liting (25), warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas. Ketiganya kini telah ditahan dan menjalani proses penyidikan di Satresnarkoba Polres Lampung Selatan.

Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan AKP Widodo Prasojo, S.T.K., S.I.K., mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi melalui layanan darurat 110 Polri. Disampaiakan dalam konferensi Pers pada 1/06/2026 di Aula Polres Lamsel.

Berbekal laporan tersebut, petugas langsung melakukan pemetaan (mapping), penyelidikan, hingga berhasil mengidentifikasi dan meringkus para pelaku.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui layanan 110 Polri terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Palas. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan mapping, penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu.” ujar AKP Widodo Prasojo.

Berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara, tersangka D.A. dan H.K. alias Liting berperan sebagai pihak yang menguasai narkotika jenis sabu sekaligus memaketkan barang haram tersebut ke dalam enam plastik klip kecil yang rencananya akan diedarkan kembali. Sementara itu, tersangka H.K. alias Tikus berperan sebagai pemasok yang menyerahkan sabu kepada H.K. alias Liting setelah sebelumnya memperoleh barang tersebut dari seorang DPO berinisial R di wilayah Jabung, Lampung Timur.

Kasus ini terungkap pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB setelah Unit Reskrim Polsek Palas menerima informasi mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah di Dusun 02 Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati H.K. alias Liting sedang memaketkan sabu ke dalam plastik klip kecil yang akan diedarkan kembali. Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan D.A. yang diketahui telah membeli sabu dari tersangka.

Dari hasil penggeledahan ditemukan enam paket sabu siap edar beserta berbagai perlengkapan yang digunakan untuk mengemas dan mengonsumsi narkotika. Berdasarkan keterangan H.K. alias Liting, sabu tersebut diperoleh dari H.K. alias Tikus yang kemudian berhasil diamankan dalam pengembangan kasus.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita enam bungkus plastik klip kecil berisi sabu dengan berat bruto 1,22 gram, satu bundel plastik klip bening, satu timbangan digital, alat hisap sabu (bong), telepon genggam milik para tersangka, serta sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Sementara itu Kapolsek Palas IPTU Suyitno  menjelaskan bahwa adanya keterkaitan kuat antara peredaran narkoba dan tindak pidana curanmor.

“Hasil kejahatan curanmor sering digunakan untuk membeli narkoba, sementara konsumsi narkoba menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku kembali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Karena itu, setiap pengungkapan kasus narkoba juga merupakan upaya memutus rantai kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat,” tegas Kapolsek Palas IPTU Suyitno.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dari barang bukti sabu seberat 1,22 gram yang berhasil disita, nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai Rp1.220.000. Selain itu, berdasarkan asumsi satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh empat orang, maka pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar lima jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. (Cak)

Tingkatkan Nasionalisme, Mantan Napiter dan Pengikut Jemaah Islamiyah Lampung Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Puluhan mantan Napiter yang tergabung dalam Yayasan Mangkubumi Putra Lampung dan mantan pengikut Jemaah Islamiyah di Lampung mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tingkat Provinsi Lampung yang digelar Pemprov. Lampung pada 1 Juni 2026 di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung. Dengan mengenakan celana hitam kemeja putih mereka tampak khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin Pangdam XXI Radin Intan Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Ditemui seusai upacara, Ketua Yayasan Mangkubumi Putra Lampung Ir. Suprihadi menyampaikan terimakasih atas undangan yang diberikan oleh Pemprov. Lampung kepada yayasan untuk mengikuti peringatan hari bersejarah lahirnya Pancasila. “Hal ini sebagai wujud bahwa sebagai bagian dari anak bangsa kita dapat bersama-sama bersinergi dalam rangka membela NKRI” ujarnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan amanat yang dibacakan Irup, bahwa mantan Napiter dan mantan pengikut JI sebagai bagian dari warga negara turut berkewajiban untuk menjaga persatuan NKRI. Kita tidak boleh melupakan sejarah dan harus dapat mengambil pelajaran dengan harapan Indonesia kedepan tetap damai, aman, sejahtera, maju, dan berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, Kompol Sumarna dari Satgaswil Lampung Densus 88 AT Polri yang hadir mendampingi para mantan Napiter menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan para mantan Napiter Yayasan Mangkubumi Putra Lampung dan juga mantan pengikut JI Lampung dalam Upacara Hari Lahir Pancasila. Hal ini merupakan wujud rasa patriotisme dan nasionalisme, serta bentuk pembinaan yang dilakukan terhadap para mantan Napiter berkolaborasi dengan Badan Kesbangpol, Binda Lampung, Polda Lampung, dan stakeholder lainnya.

“Selain mengikuti upacara, Yayasan Mangkubumi Putra Lampung juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti yang baru saja dilakukan dalam momentum Idul Adha yakni pembagian daging hewan qurban, penggalangan dana internal pemberian bantuan sosial bencana alam Sumatera” imbuhnya.  Oleh karenanya meminta masyarakat untuk tidak memberikan justifikasi dan stigma negatif kepada para mantan Napiter karena mereka ingin merubah diri, bertobat dan mengakui kesalahannya sehingga kita harus memberikan ruang dan mendampingi untuk menjadi lebih baik. “Komitmen kami selaku pembina untuk merubah mindset para mantan Napiter dan mantan pengikutbJI agar mereka kembali menjadi bagian dari NKRI” tutupnya.

Sejalan dengan hal itu, Pangdam XXI Radin Intan Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam amanat Kepala BPIP yang dibacakannya menyampaikan bahwa tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menjadi sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevam untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Dalam bagian lain amanat juga ditegaskan bahwa kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita. (gus)

Kasrem 043/Gatam Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lampung, Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam, Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Jl. Wolter Monginsidi, Teluk Betung, Bandar Lampung, pada Senin (1/6/2026).

Upacara tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) adalah Panglima Kodam (Pangdam) XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), sedangkan Komandan Upacara (Danup) dipimpin oleh Kazidam XXI/RI Letkol Czi Eko Cahyo, S.E.

Dalam amanatnya, Irup membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Pidato tersebut menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi kolektif untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia,” ujar Kepala BPIP RI melalui pidato yang dibacakan Pangdam XXI/RI.

Tema yang diangkat tahun ini menegaskan relevansi Pancasila tidak hanya untuk menjaga keutuhan NKRI, tetapi juga sebagai landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat dalam Pancasila dinilai menjadi instrumen diplomasi vital untuk menjembatani perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai.

Kepala BPIP RI juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Implementasi nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti pada simbol atau tulisan semata, tetapi tercermin dalam tindakan sehari-hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Lampung, Asisten Operasi (Asops) Kasdam XXI/RI, Danlanal Lampung, Staf Ahli Polda Lampung, Danlanud Pangeran M. Bun Yamin, para Kepala OPD Pemprov Lampung, para Staf Ahli, Asisten Gubernur Provinsi Lampung, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Kasrem 043/Gatam dalam upacara ini menunjukkan komitmen tinggi jajaran TNI AD, khususnya Korem 043/Gatam, dalam mendukung penguatan ideologi negara dan menjaga persatuan bangsa melalui implementasi nilai-nilai Pancasila di wilayah Provinsi Lampung

Perkuat Nilai Kebangsaan dan Jaga Keutuhan NKRI, Korem 043/Gatam Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

KOTA METRO -(deklarasinews.com)- Komando Resor Militer (Korem) 043/Garuda Hitam (Gatam) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta menegaskan komitmen seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upacara dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) pagi, bertempat di Lapangan Upacara Markas Korem (Makorem) 043/Gatam, Jalan Veteran, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Seksi Logistik (Kasi Log) Kasrem 043/Gatam, Kolonel Inf Agung Budhi Purnomo. Hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Seksi (Kasi) Kasrem, Dan/Ka Satuan Dinas Bantuan (Satdisjan) jajaran Korem 043/Gatam, Para Perwira Staf, serta Kepala Balai (Kabalak) Korem 043/Gatam.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Pidato tersebut menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi strategis untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menegaskan relevansi nilai luhur Pancasila tidak hanya untuk menjaga keutuhan internal bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai landasan kontributif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia,” bunyi kutipan pidato Kepala BPIP RI.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi instrumen diplomasi yang vital untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai di tingkat internasional.

“Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata,” tutup pidato tersebut.

Pelaksanaan upacara ini menjadi wujud nyata komitmen Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam untuk terus meneguhkan semangat persatuan. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, jajaran Korem 043/Gatam bertekad menjaga stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI di wilayah tugasnya.

Polres Morowali Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polres Morowali melaksanakan upacara yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Morowali, Senin (1/6/2026).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, S.H., yang diikuti oleh para Pejabat Utama serta personel Polres Morowali.

Dalam amanatnya Wakapolres Morowali mengatakan “Pada peringatan hari lahir pancasila tahun 2026 ini, Kita kembali meneguhkan komitmen kebangsaan kita dalam mengenang momentum ketika para pendiri bangsa merumuskan sebuah fondasi filosofis yang kokoh, yang diberi nama pancasila.”

Pada peringatan kali ini dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tema ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa Pancasila adalah ideologi yang harus kita aktualisasikan dalam setiap derap langkah pengabdian, Mari kita jaga komitmen kebangsaan, Rawat keberagaman, Perkokoh persatuan dan teruslah mengabdi kepada Masyarakat, Bangsa dan Negara” Tutup Wakapolres

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Polres Morowali menegaskan komitmennya untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Guna menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Morowali. Rpdm