Kodim 0410/KBL Antar Serka Septianto ke Peristirahatan Terakhir, Jiwa Korsa TNI Menguat di Tengah Duka

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- 10 Juni 2026, Rasa duka menyelimuti keluarga besar Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) atas berpulangnya Serka Septianto bin Muhammad Bacrin, seorang prajurit yang mengabdi hingga akhir hayatnya. Di tengah kesedihan, soliditas dan kepedulian TNI AD, khususnya jajaran Kodim 0410/KBL dan Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT), begitu terasa. Babinsa Kelurahan Way Kandis, Serma Agus Raharjo, tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan seluruh proses penghormatan terakhir berjalan dengan hormat, tertib, dan penuh kehangatan kemanusiaan. (9/6/2026)

Pada Selasa, pukul 17.00 WIB, Serma Agus Raharjo memimpin langsung monitoring kedatangan jenazah almarhum di rumah duka yang beralamat di Jalan Tirtaria Gang Melati 6, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang. Kehadirannya bukan sekadar tugas, melainkan bentuk nyata jiwa korsa dan empati seorang babinsa kepada keluarga sejawat. Almarhum Serka Septianto mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.35 WIB di RS DKT Bandar Lampung akibat sakit. Ia meninggalkan seorang istri, Agustini Evriani, serta tiga anak: Cevin Dimas Anugrah, Naila Safitri Ramadhani, dan Afiqah Putri Kurnia.

Suasana haru menyelimuti lokasi saat rombongan keluarga dan prajurit tiba. Tidak hanya Serma Agus, sejumlah perwira tinggi dan menengah Kodim 0410/KBL serta jajaran Korem 043/Gatam turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Mereka yang tampak hadir antara lain:

  • Kolonel Inf M. Sofrianes Salam, S.Ag., M.Han. (Kasiter Korem 043/Gatam),
  • Mayor Cke Yudi Nugroho (Danramil 410-06/Kedaton) beserta istri,
  • Kapten Inf Yuli Sitorus (Wadanramil 410-04/TKT),
  • Seluruh Babinsa se-Kecamatan Tanjung Senang,
  • Anggota Koramil 410-06/Kedaton dan Koramil 410-04/TKT,
  • Keluarga besar almarhum, serta masyarakat Gang Melati 6.

Satu per satu mereka memberikan penghormatan, menguatkan keluarga yang ditinggalkan, dan menunjukkan bahwa seorang prajurit tidak pernah berjuang sendirian – baik saat hidup maupun saat berpulang.

Puncak rangkaian duka cita adalah prosesi Pemakaman Militer yang digelar pada pukul 21.50 WIB di TPU Graha Abadi, Jalan Tirtaria ujung, Kelurahan Way Kandis. Dengan protokol militer yang khidmat, jenazah Serka Septianto disemayamkan secara layak sebagai pahlawan kecil yang telah mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara. Para anggota Kodim 0410/KBL yang dipimpin langsung oleh para perwira, bersama Babinsa Serma Agus Raharjo, mengiringi langkah terakhir almarhum dengan hormat dan isak haru yang tertahan.

Komandan Kodim 0410/KBL melalui laporan yang diterima dari Pa Jaga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran, terutama Babinsa Serma Agus Raharjo, yang telah sigap menjalankan tugas pendampingan dan monitoring secara profesional. “Ini adalah wujud nyata bahwa prajurit Kodim 0410/KBL hadir tidak hanya di medan latihan, tetapi juga di sisi keluarga yang berduka. TNI adalah ibu bagi seluruh prajuritnya,” demikian kutipan dari arahan Dandim.

Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai “Radin Inten” – yang berarti cahaya yang terang dan tidak pernah padam – benar-benar hidup di setiap dada prajurit Kodim 0410/KBL. Kepedulian, kekeluargaan, dan jiwa korsa tetap menyala, menjadi pelita bagi keluarga almarhum di tengah duka.

Selamat jalan, Serka Septianto. Jasamu akan terus dikenang, dan keluarga Anda tidak akan pernah sendiri. TNI hadir untuk mereka.

Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden, Gegana Brimob Lampung Sterilisasi Rangkaian Kendaraan

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Lampung melaksanakan sterilisasi (Jibom dan KBRN) terhadap rangkaian kendaraan yang akan digunakan dalam rangka kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di wilayah Lampung. Kegiatan pengamanan ketat ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh sarana transportasi yang digunakan oleh rombongan kepresidenan berada dalam kondisi aman dan bebas dari ancaman bahan berbahaya.

Kegiatan sterilisasi ini berlangsung pada Selasa malam, 9 Juni 2026, bertempat di Markas Denpom II/3 Lampung. Sebanyak 13 personel ahli di bawah pimpinan AKP Mantun Manik dikerahkan dengan membawa perlengkapan khusus deteksi dan proteksi. Proses pemeriksaan dimulai sejak pukul 20.15 WIB dengan menyasar secara mendalam ke setiap sudut 17 unit kendaraan yang terdiri dari tipe Toyota Hiace dan Toyota Innova yang telah disiapkan.

Selama hampir dua jam, tim Jibom melakukan penyisiran mendetail menggunakan alat khusus untuk mendeteksi keberadaan unsur-unsur berbahaya atau bahan peledak. Setelah melalui proses pemeriksaan intensif, seluruh rangkaian kendaraan tersebut dinyatakan steril dan tidak ditemukan benda yang mencurigakan. Hasil pengecekan ini kemudian diserahterimakan secara resmi kepada pihak Denpom II/3 Lampung guna pengamanan lebih lanjut menjelang jadwal kedatangan tamu negara.

Danden Gegana Kompol Sonep menegaskan bahwa prosedur sterilisasi ini merupakan bagian krusial dari Standar Operasional Prosedur pengamanan VVIP demi menjamin keselamatan Presiden. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Menurutnya, koordinasi antarunsur pengamanan terus diperkuat agar seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Lampung dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Ditempat Berbeda Dansat Brimob KBP Yustanto menyampaikan Dengan selesainya tahap sterilisasi tersebut, diharapkan seluruh agenda kunjungan kerja RI 1 di wilayah Lampung dapat terlaksana tanpa kendala keamanan berarti. Satbrimob Polda Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan dalam setiap tugas pengamanan objek vital maupun kunjungan pejabat negara guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Lampung.

Polda Lampung Imbau Pengguna Jalan Tetap Tertib Pasca Kecelakaan Tol Bakter

​LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 102 Jalur B wilayah hukum Polres Lampung Selatan, Minggu (7/6/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan sebuah Toyota Avanza bernomor polisi BE 1856 ANN dan truk Toyota Colt Diesel bernomor polisi D 8390 XJ.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Toyota Avanza yang dikemudikan Doni Febriano (51) melaju dari arah Terbanggi Besar menuju Bandar Lampung melalui lajur cepat.

Saat berada di KM 102 Jalur B, kendaraan berpindah dari lajur cepat ke lajur lambat dan menabrak bagian belakang truk Colt Diesel yang berada di depannya.

Benturan keras menyebabkan kendaraan Avanza mengalami kerusakan parah dan terbalik di lokasi kejadian. Sementara truk Colt Diesel tetap berada di jalur lambat. Petugas kepolisian bersama pengelola tol segera melakukan penanganan, evakuasi korban, serta pengamanan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang Toyota Avanza dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, empat orang mengalami luka berat dan empat lainnya mengalami luka ringan.

Korban meninggal dunia masing-masing atas nama Surminadi (43), Joko Widodo (27), dan Parjo (41). Seluruh korban diketahui merupakan warga Jalan Nusantara, Gang Murni, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya para korban dalam peristiwa kecelakaan ini. Saat ini Satlantas Polres Lampung Selatan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap seluruh fakta di lapangan,” ujar Kombes Pol Yuni.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, kecelakaan terjadi setelah kendaraan Avanza berpindah lajur dan kemudian menabrak kendaraan truk yang berada di depannya.

“Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pihak terkait untuk kepentingan penyelidikan,” katanya.

Menurut Yuni, kondisi jalan saat kejadian terpantau lurus, berpermukaan cor rigid, cuaca cerah, serta tidak ditemukan kerusakan fasilitas jalan tol akibat kecelakaan tersebut.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar selalu menjaga konsentrasi, mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” tegasnya.

Yuni juga mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga setiap saat.

“Meskipun Operasi Patuh ditunda sampai menunggu arahan dari Korlantas Polri, tetapi kepatuhan pengguna jalan harus tetap dijaga dalam berlalu lintas di jalan raya. Keselamatan adalah kebutuhan bersama dan tidak boleh menunggu adanya operasi kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polda Lampung terus mengajak masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

“Kami berharap masyarakat semakin disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan, baik di jalan arteri maupun jalan tol,” pungkasnya.(Red)

​Pastikan Program TNI AD Berjalan Optimal, Danrem 043/Gatam Dampingi Kunker Pangdam XXI/RI di Tulang Bawang

​TUBA -(deklarasinews.com)– Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memastikan seluruh program kerja TNI Angkatan Darat berjalan optimal di tingkat kodim jajaran.

​Hal tersebut disampaikan Danrem saat mendampingi Panglima Kodam (Pangdam) XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han)., dalam kunjungan kerja ke Markas Kodim 0426/Tulang Bawang di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (9/6/2026).

​Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menyampaikan bahwa kehadiran Pangdam XXI/RI ke wilayah teritorialnya merupakan momentum penting, khususnya dalam memperkuat pembinaan personel dan meningkatkan motivasi para prajurit di lapangan.

​”Kunjungan kerja ini menjadi evaluasi sekaligus pemacu semangat bagi kami di jajaran Korem 043/Gatam. Kami ingin memastikan berbagai program strategis TNI AD, mulai dari penguatan teritorial hingga program kesejahteraan masyarakat, dapat terealisasi dengan baik di tingkat bawah,” ujar Danrem.

​​Terkait arahan Pangdam mengenai rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Tulang Bawang dan Mesuji, Danrem 043/Gatam menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal proses pencarian lahan agar memenuhi kriteria clear and clean sebelum dilaporkan ke Kementerian Pertahanan.

​Selain itu, menanggapi capaian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Tulang Bawang yang baru mencapai 27 persen (50 dari 183 target), Brigjen TNI Sumarlin langsung menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk bergerak cepat.

​”Kami menerima evaluasi dari Pangdam mengenai capaian KDKMP. Saya langsung perintahkan para Danramil dan Babinsa di wilayah Kodim 0426/TB untuk lebih aktif turun ke lapangan, bersinergi dengan kepala desa dan pemerintah daerah guna mengejar ketertinggalan tersebut,” tegas Danrem.

​Dalam kunjungan tersebut, rombongan disambut oleh Dandim 0426/Tulang Bawang Letkol Inf Syurya Dharma bersama unsur Forkopimda melalui tradisi penghormatan jajar dan tarian sembah.

​Selain membahas program kerja dan mengingatkan prajurit untuk menjauhi pelanggaran berat seperti narkoba dan desersi, kunjungan ini juga menyoroti tantangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) yang rawan digunakan untuk memanipulasi informasi di media sosial.

​Di akhir kegiatan, Danrem 043/Gatam menekankan kembali pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui kolaborasi yang solid dengan berbagai instansi terkait.

​”Kunjungan kerja Pangdam ini tidak hanya memperkuat internal kami, tetapi juga memperkokoh sinergi yang telah terjalin baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang,” pungkas Danrem.(Red)

Polres Pagar Alam Kerahkan 32 Personel Pengamanan di Kawasan Sinar Mas Grup yang Bergejolak

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)– Komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan melalui keterlibatan personel Polres Pagar Alam dalam pengamanan aksi unjuk rasa masyarakat Kikim Area, Gumay Talang, dan Pseksu yang berlangsung di kantor dan pabrik Sinar Mas Grup, Kecamatan Kikim, Kabupaten Lahat, Senin (8/6/2026).

Sebanyak 32 personel diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan pengamanan guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan menjadi bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mengawal setiap kegiatan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang dapat mengganggu jalannya aksi.

Sebelum bertugas, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang dipimpin Kasat Samapta Polres Pagar Alam IPTU Darwis Efendi, S.H., selaku Perwira Pengendali Pleton Dalmas. Dalam arahannya, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan persuasif sehingga pengamanan dapat berlangsung secara optimal tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Pengamanan yang berlangsung sejak 8 hingga 18 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Kehadiran aparat keamanan juga diharapkan mampu mencegah munculnya tindakan anarkis serta berbagai kerawanan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., menegaskan bahwa “Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan tetap mengedepankan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kasi Humas Polres Pagar Alam IPTU Mansyur, A.Md.Kep., S.H., menambahkan berlangsungnya”Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga ketertiban, menghormati aturan yang berlaku, dan menyampaikan aspirasi secara damai sehingga situasi tetap kondusif serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” ujarnya. (Rep)

Polres Morowali Gelar Bakti Sosial Pembersihan Pemakaman Umum Sambut Hari Bhayangkara ke-80

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Morowali menggelar kegiatan Bakti Sosial berupa pembersihan pemakaman umum di Kelurahan Bungi, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., serta diikuti oleh Wakapolres Morowali, para Pejabat Utama Polres Morowali, personel Polres Morowali, personel Yon Brimob Morowali, pemerintah Kelurahan Bungi, dan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, S.H. dilanjutkan dengan pelaksanakan kerja bakti membersihkan area pemakaman umum dan lingkungan sekitarnya.

Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain S.H.,S.I.K.,M.H menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan sinergitas antara Polri dengan masyarakat. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 kami wujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat Kelurahan Bungi menyambut baik kegiatan tersebut dan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kerja bakti. Kehadiran personel Polri bersama masyarakat menciptakan suasana kebersamaan dan gotong royong yang mencerminkan semangat pelayanan Polri kepada masyarakat.

Kegiatan Bakti Sosial ini dilaksanakan Polres Morowali dan Polsek jajaran secara serentak, Melalui kegiatan ini, Polres Morowali berharap dapat terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Rpdm

Sempat Buron 6 Bulan, DPO Curanmor di Rumah Sakit Bandar Lampung Akhirnya Ditangkap

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Setelah buron selama enam bulan, EA (42), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di area parkir karyawan Rumah Sakit Advent Bandar Lampung akhirnya berhasil ditangkap polisi.

EA ditangkap Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung bersama Tekab 308 Polsek Labuhan Ratu saat bersembunyi di kediamannya di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (3/6/2026) dini hari.

Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono mengatakan, pelaku merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian sepeda motor yang terjadi pada November 2025 lalu.

“Pelaku ini sudah cukup lama menjadi buronan kami. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, keberadaannya berhasil diketahui dan langsung dilakukan penangkapan,” kata Ono, Minggu (7/6/2026).

Namun saat akan diamankan, EA berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku.

Kasus tersebut bermula dari pencurian sepeda motor Honda Beat milik seorang karyawan rumah sakit berinisial SN (37) di area parkir bawah khusus karyawan RS Advent, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, pada 28 November 2025.

Berdasarkan hasil penyelidikan, EA tidak beraksi seorang diri. Ia berperan mengawasi situasi di sekitar lokasi, sementara rekannya yang kini masih buron bertindak sebagai eksekutor pencurian.

Saat itu, pelaku masuk ke area parkir menggunakan sepeda motor Honda Beat Street warna silver. Rekan EA kemudian merusak kunci kontak motor korban menggunakan kunci letter T sebelum membawa kabur kendaraan tersebut.

Menariknya, sepeda motor yang digunakan pelaku untuk datang ke lokasi justru ditinggalkan di area parkir rumah sakit. Kendaraan itu kemudian diamankan polisi dan menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengungkapan kasus.

“Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, kami berhasil mengidentifikasi para pelaku. Salah satunya sudah berhasil kami amankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Ono.

Selain menangkap EA, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna silver yang digunakan pelaku saat beraksi.

Saat ini penyidik masih memburu rekan EA yang identitasnya telah dikantongi. Polisi juga tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan para pelaku dalam jaringan curanmor dan aksi pencurian kendaraan bermotor lainnya di wilayah Bandar Lampung.

“Identitas pelaku yang masih buron sudah kami ketahui. Tim masih terus melakukan pengejaran dan pengembangan terkait kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus curanmor lainnya,” tegas Ono.

Diketahui, EA merupakan residivis kasus narkotika.

Kodim 0410/Kota Bandar Lampung Tingkatkan Kesiapsiagaan Prajurit Melalui Pelatihan Pengoperasian Mobil Water Tank TNI AD

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengoperasian Mobil Water Tank TNI Angkatan Darat yang berlangsung di Lapangan Apel Makodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Senin (08/06/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 30 personel Kodim 0410/KBL dan bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan teknis kepada prajurit dalam mengoperasikan Mobil Water Tank TNI AD sebagai sarana pendukung penanggulangan bencana, khususnya kebakaran.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Pasi Intel Kodim 0410/KBL Mayor Inf Bagus Setiawan, S.Sos., Pasi Ter Kodim 0410/KBL Mayor Inf H. G. Sinaga, serta Kasi Investigasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung Asmadi beserta empat orang anggota.

Dalam pelaksanaannya, peserta menerima materi berupa pengenalan alat-alat yang terdapat pada Mobil Water Tank TNI AD, tata cara penggunaan peralatan pendukung, hingga praktik langsung pengoperasian kendaraan dan perlengkapannya di lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas personel agar mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat di wilayah binaan.

Dandim 0410/KBL menegaskan bahwa penguasaan sarana dan prasarana pendukung kebencanaan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung tugas teritorial TNI AD. Melalui pelatihan ini, para Babinsa dan prajurit Kodim diharapkan memiliki kemampuan yang memadai untuk membantu masyarakat serta berkolaborasi dengan instansi terkait dalam upaya penanggulangan kebakaran maupun bencana lainnya.

Program ini juga sejalan dengan semangat pembinaan teritorial yang terus digelorakan melalui kegiatan Kodim 0410/KBL, yaitu membentuk prajurit yang profesional, responsif, dan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi. Dengan bekal keterampilan yang diperoleh, personel Kodim 0410/KBL diharapkan semakin siap memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat Kota Bandar Lampung.

Kegiatan penyuluhan dan praktik pengoperasian Mobil Water Tank TNI AD berakhir pada pukul 11.50 WIB dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

JAYAPURA -(deklarasinews.com)- Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Sarmi menangkap seorang pria berinisial YK (52) yang diduga berperan sebagai perantara penyaluran senjata api dan amunisi kepada jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (06/06/2026), sekitar pukul 13.16 WIT di kawasan Pasar Sentral Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua, setelah personel memperoleh informasi mengenai keberadaan yang bersangkutan di lokasi tersebut.

Saat diwawancarai pada Minggu (7/6), Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo S.I.K., M.T, membenarkan penangkapan tersebut. “Kasus ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan jaringan pemasok senjata dan amunisi yang diduga menyuplai kebutuhan kelompok bersenjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo,” tegas Kasatgas Humas.

Sejak dimulainya operasi penegakan hukum pada Maret 2026, personel Satgas Damai Cartenz telah menangkap sejumlah pelaku yang memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari penyandang dana, pembeli, penyedia amunisi, hingga perantara transaksi.

“Berdasarkan dari hasil penyidikan, YK pernah menerima satu pucuk senjata api beserta amunisi yang dibawa oleh seorang pria berinisial B pada awal Maret 2026 di kediamannya di kawasan Argapura, Kota Jayapura. Senjata dan amunisi tersebut kemudian diduga disalurkan kepada sejumlah pihak yang selanjutnya melakukan transaksi dengan kelompok yang dipimpin Simeon Payage,” jelas Kasatgas Humas.

Dimana tim gabungan yang bergerak menuju lokasi segera mengamankan YK dan membawanya ke Polres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan pemasokan senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata.

“Dari penangkapan tersebut, Satgas Damai Cartenz turut mengamankan sejumlah barang milik tersangka, antara lain telepon seluler, dokumen identitas, kartu perbankan, uang tunai dalam berbagai pecahan, serta sejumlah barang pribadi lainnya yang akan dijadikan bahan pendalaman penyidikan,” tambah Kasatgas.

Berdasarkan data Satgas Operasi Damai Cartenz, hingga awal Juni 2026 petugas telah menetapkan sedikitnya 12 orang sebagai tersangka dalam perkara jaringan senjata dan amunisi tersebut. Dari rangkaian penindakan yang dilakukan, petugas juga berhasil menyita 298 butir amunisi, empat magazen senapan SS1, satu pucuk senjata api rakitan, serta enam laras senjata api bekas perang dunia yang ditemukan dalam kondisi berkarat dan tanpa popor.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam memutus mata rantai distribusi senjata dan amunisi ilegal yang selama ini menyuplai kelompok bersenjata di Papua.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. Kami berkomitmen menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, baik sebagai penyedia, perantara, pendana maupun pembeli senjata dan amunisi ilegal. Upaya ini penting untuk memutus rantai pasokan yang berpotensi digunakan dalam berbagai aksi kekerasan yang mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Ia menegaskan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap jaringan yang lebih luas serta memastikan seluruh pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa penyidik masih terus mendalami peran tersangka YK dalam jaringan pemasokan senjata dan amunisi tersebut.

“Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berlangsung secara intensif. Penyidik saat ini mendalami jalur distribusi, pola komunikasi, serta keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga menjadi bagian dari jaringan ini. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh mata rantai peredaran senjata dan amunisi ilegal yang memasok kelompok bersenjata di wilayah Papua,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif membantu petugas dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata maupun amunisi ilegal.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan pengembangan penyidikan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan pemasokan senjata api dan amunisi ilegal di Papua. Petugas juga berkomitmen memperkuat penegakan hukum terhadap setiap pihak yang terbukti mendukung aktivitas kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, proses penyidikan terhadap tersangka YK masih terus berlangsung untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

KOMPOLNAS Minta Kasus Warga Lampung Timur Tewas Usai Ditangkap Polisi Dibuka Terang, Dorong Propam Periksa Bukti Video

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS) turut menyoroti kasus kematian Joni Iskandar, warga Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Lembaga pengawas kepolisian itu meminta seluruh fakta peristiwa diungkap secara jelas dan mendorong Divisi Propam Polri melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman video proses penangkapan yang menjadi sorotan.

Komisioner KOMPOLNAS, Mohammad choirul Anam, menyatakan kasus ini telah masuk dalam perhatian pihaknya. Ada dua hal utama yang diminta KOMPOLNAS untuk dipenuhi dalam penanganan kasus ini.

“Kami meminta hal pertama, kasus ini harus dibuat terang peristiwanya, apa yang sebenarnya terjadi. Kedua, kami mendorong Propam untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah rekaman video. Misalnya, saat proses penangkapan terlihat kondisi korban belum memiliki luka tembak, namun setelah berada dalam penguasaan kepolisian ditemukan ada luka tersebut. Hal semacam ini wajib dijelaskan secara gamblang melalui pemeriksaan Propam,” ujar choirul Anam, Minggu, (7/6/2026) di Jakarta.

Ia menegaskan, jika hasil penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi tegas, baik sanksi etika kedinasan maupun sanksi pidana jika tindakan yang dilakukan terbukti masuk dalam kategori tindak pidana.

“Jika terbukti ada pelanggaran, maka harus diberikan sanksi. Baik itu sanksi etika, maupun sanksi pidana jika perbuatan tersebut merupakan tindak pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus kematian Joni Iskandar memicu perhatian luas. Korban yang merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian kendaraan bermotor, ditangkap oleh tim gabungan Polresta Bandar Lampung dan Polres Lampung Timur di kediamannya. Namun tak lama setelah ditangkap, Joni dikabarkan meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka, termasuk memar, patah tulang, hingga tujuh lubang bekas tembakan, padahal menurut keterangan keluarga saat dibawa petugas kondisinya masih sehat dan tidak melawan.

Perbedaan narasi antara keterangan keluarga dan keterangan kepolisian itulah yang membuat publik menuntut transparansi penuh. Hingga saat ini, hasil penyelidikan resmi maupun keterangan lengkap dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban belum diumumkan secara terbuka.(Red)