Personel Satbrimob Polda Lampung Ikuti Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026 di Pantai Puri Gading

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka meningkatkan kemampuan, interoperabilitas, dan kerja sama antar negara, personel Satuan Brimob Polda Lampung turut berpartisipasi dalam kegiatan Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026, yang meliputi Force Integration Training (FIT) dan Field Training Exercise (FTX) di Pantai Puri Gading, Lampung.

Kegiatan latihan gabungan ini merupakan wujud kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat kemampuan operasional serta meningkatkan sinergi antar unsur keamanan kedua negara.

Dalam pelaksanaannya, personel Satbrimob Polda Lampung berlatih bersama pasukan dari Malaysia melalui berbagai skenario latihan, mulai dari integrasi kekuatan hingga latihan lapangan.

Pantai Puri Gading dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki karakteristik medan yang mendukung pelaksanaan berbagai materi latihan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin baik, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di masa mendatang.

Selama kegiatan berlangsung, personel Satbrimob Polda Lampung menunjukkan dedikasi, disiplin, dan profesionalisme yang tinggi dalam setiap tahapan latihan. Partisipasi aktif tersebut menjadi bukti kesiapan personel dalam mendukung keberhasilan latihan gabungan internasional.

Kegiatan Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026 tidak hanya memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kemampuan personel, mempererat persahabatan antar pasukan, serta memperkuat stabilitas keamanan di kawasan.

Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Kapolda Lampung Berlangsung Semarak, Satukan Mahasiswa hingga Ojol

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Suasana penuh keakraban dan antusiasme mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Arab Saudi digelar Polda Lampung di Cafe Saburai Compound Space (SCS), Enggal, Kota Bandar Lampung, Minggu (21/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto, pejabat utama Polda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, hingga ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), komunitas ojek online, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas.

Sejak sebelum pertandingan dimulai, lokasi acara telah dipadati peserta yang tampak antusias mengikuti jalannya laga. Sorak-sorai dan tepuk tangan beberapa kali terdengar saat pertandingan berlangsung, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, kegiatan nobar tersebut menjadi salah satu sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan yang santai dan penuh kebersamaan seperti ini, kami ingin membangun kedekatan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Antusiasme peserta yang hadir menunjukkan bahwa ruang-ruang interaksi positif seperti ini sangat dibutuhkan,” kata Yuni.

Menurut dia, kehadiran perwakilan mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas ojek online, hingga organisasi masyarakat menjadi gambaran kuatnya semangat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Lampung.

Yuni menambahkan, Polda Lampung dan jajaran terus berkomitmen terus membuka ruang dialog dan komunikasi yang konstruktif dengan seluruh lapisan masyarakat.

 

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan yang harmonis dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” imbuhnya.

Kegiatan nobar berlangsung hingga pertandingan berakhir. Selain menjadi ajang menyaksikan laga sepak bola dunia, acara tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolda Sumsel Jadikan Olah TKP Ujung Tombak Pengungkapan Perkara

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan terus memperkuat kualitas penegakan hukum yang profesional, modern, dan berbasis ilmiah melalui peningkatan kompetensi personel di bidang investigasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang diikuti seluruh Polres jajaran Polda Sumsel dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Jalan Srijaya Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, pada Senin, 22 Juni 2026, dibuka secara langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumsel, serta peserta dari seluruh Polres jajaran.

Lomba ini menjadi bagian dari upaya strategis Polri dalam meningkatkan kemampuan teknis personel sebagai ujung tombak pengungkapan tindak pidana. Melalui kompetisi tersebut, setiap personel diuji kemampuannya dalam melakukan tindakan awal di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, mengidentifikasi petunjuk, hingga menerapkan prosedur olah TKP sesuai standar scientific crime investigation.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana yang disampaikan Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Witdiardi, S.I.K., M.H., kemudian dilanjutkan arahan Kapolda Sumsel, pembukaan resmi kegiatan, foto bersama, dan simulasi perlombaan yang berlangsung secara kompetitif dan profesional.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kemampuan melakukan TPTKP dan olah TKP merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap personel kepolisian karena menjadi titik awal dalam proses pengungkapan suatu perkara.

“Titik awal keberhasilan pengungkapan suatu tindak pidana terletak pada kemampuan anggota dalam mengelola tempat kejadian perkara. Filosofi ilmu forensik mengajarkan bahwa TKP akan berbicara apabila dikelola, diamankan, dan diproses secara benar. Karena itu, kemampuan TPTKP dan olah TKP harus terus diasah agar proses pembuktian berjalan ilmiah, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Menurut Kapolda, penguatan kompetensi tersebut merupakan implementasi nyata program Presisi Polri yang menempatkan profesionalisme dan transparansi sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Selain itu, kemampuan olah TKP yang baik juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kepastian hukum, meningkatkan kepercayaan publik, serta menjaga stabilitas keamanan yang menjadi prasyarat utama pembangunan nasional.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen Polda Sumsel dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan penegakan hukum modern.

“Penguatan kompetensi personel merupakan investasi jangka panjang bagi institusi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap anggota memiliki kemampuan teknis yang terstandar, profesional, dan mampu memberikan pelayanan hukum yang cepat, tepat, transparan, serta berkeadilan kepada masyarakat,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan meyakini bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang investigasi dan forensik akan semakin memperkuat kemampuan institusi dalam mengungkap berbagai tindak pidana secara akurat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan penegakan hukum yang modern, berbasis ilmu pengetahuan, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. (Rls/Ags).

Wujudkan Polri Presisi, Polda Sumsel Perkuat Kapasitas Personel Melalui Lomba Olah TKP

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan terus memperkuat kualitas penegakan hukum melalui peningkatan kompetensi personel di bidang investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah TKP dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumsel pada Senin, 22 Juni 2026, dibuka langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dan diikuti oleh personel perwakilan satuan kerja serta jajaran kewilayahan di lingkungan Polda Sumsel.

Lomba TPTKP dan Olah TKP menjadi sarana untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan teknis personel dalam menangani tempat kejadian perkara secara profesional, akurat, dan sesuai standar scientific crime investigation. Kemampuan tersebut merupakan fondasi utama dalam proses penyelidikan dan penyidikan guna menghasilkan alat bukti yang kuat serta mendukung terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan.

Dalam arahannya, Kapolda Sumatera Selatan menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan suatu perkara sangat ditentukan oleh kualitas penanganan pada tahap awal di tempat kejadian perkara. Oleh karena itu, setiap personel Polri harus memiliki kemampuan yang memadai dalam mengamankan, mengolah, dan menganalisis TKP secara profesional.

“Kemampuan melakukan TPTKP dan olah TKP merupakan titik awal keberhasilan dalam mengungkap suatu tindak pidana. Baik melalui pendekatan scientific crime investigation maupun penyidikan konvensional, semuanya berawal dari bagaimana anggota mampu membaca, mengamankan, dan mengolah tempat kejadian perkara secara tepat. Kompetensi ini harus terus diasah agar kualitas penegakan hukum semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Peningkatan kemampuan olah TKP memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas penyidikan, mempercepat pengungkapan kasus, serta meminimalkan potensi kesalahan dalam proses penegakan hukum. Profesionalisme aparat dalam mengelola TKP juga menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Melalui kegiatan ini, peserta dituntut mampu menerapkan prosedur penanganan TKP secara komprehensif, mulai dari pengamanan lokasi, identifikasi barang bukti, dokumentasi, pengumpulan keterangan awal, hingga penyusunan langkah-langkah investigasi yang sesuai dengan standar operasional kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan bagian penting dari transformasi Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan publik dan penegakan hukum yang profesional.

“Peningkatan kemampuan personel melalui kegiatan seperti ini merupakan investasi penting bagi institusi. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan penegakan hukum yang profesional, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, Polda Sumsel terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan evaluasi bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kemampuan teknis di lapangan. Dengan personel yang profesional dan berkompeten, Polri akan semakin mampu memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang berkualitas bagi masyarakat. (Rls/Ags).

 

Serka Nofriadi Kawal Pembangunan Jembatan Way Betung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Di bawah guyuran sinar matahari yang menyengat, tampak sesosok Babinsa dengan sigap mengawasi alur kerja, memastikan keselamatan, serta ikut mengangkat material bangunan di lokasi pembangunan Jembatan Beton Sungai Way Betung, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat. Itulah potret nyata kepedulian dan kedekatan TNI dengan rakyat yang dijalankan oleh Serka Nofriadi, Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL), dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI.

Memasuki hari ke-16 (H+16) pembangunan, Senin (22/6/2026), proyek strategis yang menghubungkan Kelurahan Sukarame 2 dengan Kelurahan Batu Putuk ini terus menunjukkan progres yang positif. Dengan panjang 23 meter dan lebar 2 meter, jembatan beton ini kelak akan menjadi akses vital bagi 150 Kepala Keluarga atau sekitar 360 jiwa yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Way Betung.

Kehadiran Babinsa Serka Nofriadi bukan sekadar formalitas pengawasan. Sejak tahap awal, mulai dari survei lokasi pada 4 Juni 2026, ground breaking pada 5 Juni 2026, hingga kini memasuki tahap mobilisasi material, dirinya tidak pernah absen mendampingi warga dan tim teknis.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai aparat kewilayahan. Jembatan ini bukan milik saya, bukan milik TNI, tapi milik warga. Saya hanya ingin memastikan semangat gotong royong tetap menyala dan pekerjaan berjalan aman,” ujar Serka Nofriadi saat ditemui di lokasi.

Dalam laporan harian yang diterima redaksi, pelibatan personel pada hari ini terdiri dari 6 orang anggota TNI (Kodim) dan 6 orang masyarakat. Babinsa menjadi ujung tombak koordinasi antara teknisi dan warga, sekaligus memastikan setiap tahap persiapan berjalan sesuai prosedur. Saat ini, progres fisik pembangunan baru mencapai 6 persen, dengan fokus pada mobilisasi material.

Lokasi pembangunan jembatan ini berada di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Pancasila, sebuah wilayah binaan yang menjadi contoh nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sejak 2022, Koramil 410-03/TBU Kodim 0410/KBL telah mencanangkan kawasan ini sebagai Kampung Pancasila, yang bertujuan untuk mengingatkan, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat.

Pemilihan Kelurahan Sukarame 2 sebagai lokasi Kampung Pancasila bukan tanpa alasan. Warga masyarakatnya dinilai masih memegang teguh nilai-nilai Pancasila, seperti sikap toleransi antarumat beragama serta semangat gotong royong yang tinggi. Hal ini terbukti dengan antusiasme warga yang turun tangan membantu pembangunan jembatan yang akan mempermudah akses mereka sehari-hari.

Warga setempat mengaku sangat terbantu dengan pendampingan Babinsa Serka Nofriadi. Seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa Babinsa seperti keluarga sendiri bagi warga—yang menggerakkan warga untuk ikut kerja bakti, menjelaskan rencana pembangunan, bahkan ikut mengangkat material bangunan.

Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI sendiri menargetkan pembangunan sebanyak 30 titik jembatan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Program ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Kolonel Kav Roli Dewanto, sebelumnya menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan, kemajuan, dan masa depan masyarakat. Diharapkan dengan hadirnya jembatan tersebut, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat akan menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan efisien,” ujar Danrem 043/Gatam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, dalam sambutannya yang dibacakan Kasrem saat ground breaking.

Kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari turut mendukung kelancaran kegiatan. Situasi di sekitar lokasi pembangunan jembatan dilaporkan aman dan terkendali, serta aktivitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Dengan target penyelesaian yang terus dikebut, diharapkan Jembatan Perintis Garuda di Sungai Way Betung dapat segera dinikmati oleh masyarakat. Berkat peran aktif Babinsa Serka Nofriadi dan jajaran Kodim 0410/KBL, semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terbukti menjadi kekuatan utama dalam membangun negeri.(Red)

TNI AL Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim Di Wilayah Kerja Lanal Lampung

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- TNI AL melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) selaku badan pelaksana pusat Mabesal melaksanakan kegiatan Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim TA 2026 dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan laut (Dawilhanla) di wilayah kerja Lanal Lampung. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 22-23 Juni 2026 di Kampung Bahari Nusantara binaan Lanal Lampung, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan masyarakat maritim dalam bidang ketahanan pangan guna mendukung pengelolaan potensi maritim. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian dan perhatian TNI AL dalam mewujudkan masyarakat maritim yang mandiri, produktif, dan sejahtera melalui penguatan sektor perikanan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, para peserta yang berjumlah 100 orang mendapatkan pelatihan budidaya ikan bawal bintang yang meliputi pembekalan teori serta praktik lapangan. Materi yang diberikan mencakup teknik budidaya, pemeliharaan, hingga pengelolaan usaha perikanan yang baik dan berkelanjutan.

Dalam amanatnya, Danpusteral yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan Teritorial “kegiatan ini diharapkan dapat meningkat keterampilan masyarakat sehingga terwujudnya kemandirian masyarakat dalam budidaya ikan bawal bintang”

Ungkapan kepala Dusun I Desa Sidodadi, atas nama Bapak Prianto mengatakan “Bagi masyarakat pesisir Sidodadi, pelatihan ini merupakan harapan baru. Ikan bawal bintang punya nilai jual tinggi, tapi teknik budidayanya butuh ilmu.

Melalui pelatihan selama 2 (dua) hari ini mereka dibekali cara budidaya yang benar, sehingga bisa mereka praktekkan agar hasil panen melimpah”

Kegiatan Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim TA 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan potensi sumber daya manusia masyarakat maritim sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI AL dengan rakyat. (Red)

Bansos On The Spot Koramil Rajeg, TNI-Polri Bantu Warga ‎

KAB TANGERANG -(deklarasinews.com)- Sinergi antara institusi militer, kepolisian, dan pemerintah kecamatan terwujud nyata di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Komandan Rayon Militer (Danramil) 12/Rajeg, Kapten Inf Kus Fiananda Yusuf, bersama jajaran Polsek Rajeg dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rajeg menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) keliling bertajuk On The Spot di sepanjang Jalan Raya Kukun, Senin (22/6/2026).

‎‎Kegiatan yang menyasar langsung masyarakat di lokasi tersebut dirancang untuk mempererat tali komunikasi antara aparat negara dan warga, sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan. Rombongan menyusuri sejumlah titik di koridor Jalan Raya Kukun guna menyapa warga dan mendistribusikan bantuan secara langsung.

‎‎Kapten Inf Kus Fiananda Yusuf menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian integral dari pendekatan Koramil kepada masyarakat binaan.

‎‎”Kami ingin memastikan kehadiran TNI, Polri, dan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berbagi dan mempererat silaturahmi dengan warga,” ujar Danramil 12/Rajeg.

‎‎Pernyataan itu mencerminkan pendekatan teritorial yang tidak sekadar berdimensi keamanan, melainkan juga menyentuh aspek kepedulian sosial secara konkret.

‎‎Senada dengan itu,Camat Rajeg Oman Apriaman ,SKM.,S.IP menyambut baik kolaborasi lintas instansi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.

‎‎”Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah berjalan dengan baik. Harapannya, masyarakat semakin merasakan kehadiran negara dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.

‎‎Respons Positif Penerima Bantuan

‎‎Salah satu warga RT 04 penerima bantuan sosial, mengaku terharu dengan kedatangan rombongan aparat langsung ke lingkungannya.

‎‎”Senang sekali, Pak. Biasanya kami yang harus datang ke kantor atau ke kelurahan. Ini malah petugas yang datang langsung. Bantuan ini sangat berarti buat keluarga kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

‎‎Hal serupa diungkapkan salah satu warga yang bekerja sebagai buruh harian yang juga menerima bantuan. Ia berharap program ini tidak berhenti di sini.

‎‎”Mudah-mudahan rutin dilaksanakan, bukan cuma sekali. Kami merasa diperhatikan negara,” ujarnya singkat namun penuh makna.

‎‎Antusiasme warga terlihat dari kerumunan yang menyambut rombongan di setiap titik perhentian. Sebagian besar mengaku baru pertama kali merasakan interaksi langsung seperti ini dengan unsur TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan secara bersamaan.

‎‎Melalui program On The Spot Baksos Keliling ini, Koramil 12/Rajeg, Polsek Rajeg, dan Forkopimcam Rajeg meneguhkan komitmen bersama untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai mitra kehidupan sosial warga.(Nan)

Dua Emak-Emak Kepergok Mencuri Sembako di Toko Kemiling, Polisi Buru Pelaku Lain

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Aksi pencurian sembako yang dilakukan komplotan pencuri di sebuah toko kelontong di wilayah Kemiling, Kota Bandar Lampung, berakhir gagal setelah dua pelaku dipergoki pemilik dan karyawan toko saat hendak mengulangi aksinya untuk ketiga kalinya.

Dua pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial IR (55), warga Campang Raya, Bandar Lampung, dan RM (45), warga Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Sementara satu pelaku lainnya yang diduga berperan sebagai pengemudi kendaraan berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di sebuah toko kelontong di wilayah Jalan Jalur Dua Perum BKP, Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura menjadi pembeli untuk mengelabui pemilik maupun karyawan toko.

“Dua pelaku perempuan masuk ke dalam toko dan mengambil barang-barang dagangan secara bertahap. Barang yang berhasil diambil kemudian dibawa keluar dan dimasukkan ke dalam kendaraan yang telah disiapkan. Sementara satu orang lainnya menunggu di dalam mobil untuk menerima dan menyortir barang hasil curian,” ujar Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, Jumat (19/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan diketahui para pelaku sempat dua kali berhasil membawa keluar barang dagangan tanpa diketahui penjaga toko. Namun saat kembali masuk untuk mengambil barang lainnya, gerak-gerik mereka mulai dicurigai dan diawasi oleh pemilik serta karyawan. Saat hendak melakukan aksi untuk ketiga kalinya, kedua pelaku langsung diamankan di lokasi.

Kapolresta mengungkapkan bahwa kedua pelaku bukanlah orang baru dalam kasus pencurian dengan modus serupa. IR diketahui merupakan residivis kasus pencurian yang pernah diproses di Polres Lampung Timur. Sementara RM merupakan residivis kasus yang sama dan pernah diproses di Polresta Bandar Lampung terkait pencurian yang terjadi di kawasan Mall Boemi Kedaton.

“Dari pengakuan pelaku, barang hasil curian dijual kembali dan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun keterangan tersebut masih terus kami dalami dalam proses penyidikan,” kata Kombes Alfret.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta barang dagangan yang belum sempat dibawa kabur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta yang terdiri dari puluhan renteng sampo, minyak goreng kemasan, kopi, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun pelaku lain yang terlibat dalam komplotan tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman. Dari rekaman CCTV terlihat ada seseorang yang tetap berada di dalam kendaraan dan tidak turun saat aksi berlangsung. Ini menjadi petunjuk bahwa kemungkinan masih ada pelaku lain yang terlibat. Selain itu, kami juga mendalami kemungkinan adanya TKP lain dengan modus yang sama,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 477 huruf (g) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Sementara itu, polisi masih terus memburu pelaku lain yang melarikan diri serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan pencurian tersebut secara menyeluruh.(red)

Personel Komposit Gegana Lampung Gelar Patroli Ciptakan Keamanan di Sejumlah Titik Vital Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Personel komposit Detasemen Gegana Satbrimob Polda Lampung di bawah pimpinan AKP Yamto melaksanakan kegiatan patroli keamanan di seputaran wilayah Bandar Lampung guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas di berbagai titik strategis dan objek vital yang berada di wilayah hukum Polda Lampung. Minggu, 21 Juni 2026

Rute patroli dimulai dari kawasan pusat kota, yakni Bundaran Gajah atau Tugu Adipura, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada saat car free day. Setelah memastikan situasi di area publik tersebut aman dan terkendali, personel melanjutkan pergerakan menuju kediaman dinas Wakapolda Lampung dan PJU Polda Lampung untuk melakukan pengamanan area sekitar guna menjamin keamanan lingkungan pejabat utama kepolisian daerah.

Tidak hanya menyasar kawasan pusat kegiatan dan kediaman pejabat, tim patroli juga memberikan perhatian khusus pada rumah ibadah dengan menyambangi Merturia dan Gereja Katedral. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan khidmat tanpa adanya gangguan.

Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso melalui AKP Yamto menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk nyata pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman kepada warga serta meminimalkan potensi tindak kriminalitas di ruang publik. “Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli rutin ini agar setiap sudut wilayah Bandar Lampung senantiasa dalam keadaan aman dan terkendali,” tegasnya.

Kegiatan patroli ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta memperkuat sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Pihak kepolisian akan terus melakukan evaluasi dan pemetaan wilayah rawan secara berkala guna mengoptimalkan giat pengamanan di waktu-waktu mendatang demi kepentingan masyarakat luas.(red)

Kasrem Berharap Kosti Kosti Provinsi Lampung Menjadi Wadah Pemersatu Anak Bangsa

METRO -(deklarasinews.com)- Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Kolonel Kav Roli Dewanto, S.Sos., M.Tr. (Han), menghadiri pelantikan DPD Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Lampung yang berlangsung di Gedung Nuwo Budayo Kota Metro, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Provinsi Lampung Drs. Darmawan Setiabudi, MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Kota Metro, DPP Kosti Pusat, Kormi Provinsi Lampung, Kormi Kota Metro Perwakilan Polres Metro dan para Onthelis se-provinsi Lampung.

Ketua DPD Kosti terpilih Drs. Darmawan Setiabudi, MM, dalam sambutan perdananya menyampaikan bahwa pengukuhan kali ini adalah sebuah amanah yang harus kita jalankan sebaik baiknya, “Kami atas nama Kosti Provinsi Lampung mengucapkan terimakasih atas kehadirannya pada pengukuhan DPD Kosti Provinsi Lampung kali ini” ungkapnya.

Selanjutnya Darmawan menjelaskan bahwa Kosti Lampung berdiri sejak 14 November 2010, dengan Induk olahraga (Inorga) sebanyak 21 Inorga, “Kegiatan ini bukan hanya tentang sepeda tapi ini sebagai bentuk silahturahmi lintas generasi. Semua komunitas yang ada di provinsi Lampung telah membantu sehingga acara ini berjalan dengan lancar” tutupnya.

Mewakili Gubernur Lampung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelantikan DPD Kosti Provinsi Lampung yang dilaksanakan pada hari ini, “Kegiatan ini adalah sebuah momentum silahturahmi antar Onthelis se-provinsi Lampung, ini bagian dari menjaga budaya yang ada di Provinsi Lampung” ucap Thomas.

Diakhir sambutannya Thomas juga menegaskan bahwa Kosti Lampung harus kompak dan terus menjaga silaturahmi antar generasi untuk kemajuan Provinsi Lampung, “Saya berharap agar para Onthelis agar selalu menjaga budaya yang ada, sepeda tua patut kita lestarikan, “pungkasnya.

Ditempat yang sama Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.Sos., M.Tr. (Han), berharap dengan dikukuhkannya Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kosti Provinsi Lampung akan menjadi waadah pemersatu seluruh komponen anak bangsa.

“Jadikan kegiatan ini juga sebagai momentum sekaligus ajang silaturrahmi tidak hanya bagi  kalangan pencinta atau komunitas sepeda tua saja, namun untuk semua lintas komunitas dan generasi, karena kegiatan ini merupakan bagian dari melestarikan sekaligus menjaga budaya yang ada di Provinsi Lampung” tegasnya.

Pengukuhan DPD Kosti Provinsi Lampung mengangkat Tema, “Bergerak Bersama Meningkatkan Persatuan Organisasi Serta Menjaga Pelestarian Budaya Bangsa “.(Red)