Astra Motor Sumsel Ingatkan Bahaya Berkendara Malam Hari, Ini 5 Tips #Cari_Aman yang Wajib Diketahui

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Berkendara pada malam hari membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dibandingkan siang hari. Kondisi pencahayaan yang terbatas, jarak pandang yang berkurang, hingga risiko kelelahan dapat meningkatkan potensi kecelakaan apabila pengendara tidak mempersiapkan diri dengan baik.

Menyikapi hal tersebut, Astra Motor Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menerapkan prinsip berkendara aman atau #Cari_Aman, khususnya saat melakukan perjalanan pada malam hari.

Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus dimulai dari kesiapan fisik pengendara serta kondisi kendaraan sebelum digunakan. Persiapan yang matang dan perilaku berkendara yang disiplin menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Berkendara pada malam hari membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi karena visibilitas kita menjadi terbatas. Karena itu, penting bagi pengendara untuk memastikan kondisi tubuh tetap fit, kendaraan dalam keadaan baik, serta selalu menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan,” ujar Fathan.

Menurutnya, pengendara perlu memahami bahwa situasi jalan pada malam hari dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, menjaga konsentrasi, mengendalikan kecepatan, serta mampu mengantisipasi potensi bahaya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Sebagai bentuk edukasi keselamatan berkendara, Astra Motor Sumsel membagikan lima tips #Cari_Aman yang dapat diterapkan masyarakat ketika berkendara pada malam hari.

  1. Pastikan Kondisi Tubuh Prima Sebelum Berkendara

Kondisi fisik yang sehat dan bugar merupakan modal utama untuk berkendara dengan aman. Pengendara disarankan beristirahat cukup sebelum memulai perjalanan agar konsentrasi dan kemampuan merespons situasi di jalan tetap optimal.

Jangan memaksakan diri berkendara ketika tubuh terasa lelah, kurang tidur, atau tidak fit. Sebab, kondisi tersebut dapat memperlambat reaksi pengendara ketika menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat.

  1. Jangan Memaksakan Diri Saat Mengantuk

Rasa kantuk merupakan salah satu risiko serius ketika berkendara pada malam hari. Tanda-tandanya dapat berupa sering menguap, mata terasa berat, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya kewaspadaan terhadap kondisi sekitar.

Apabila mengalami gejala tersebut, pengendara sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk berhenti dan beristirahat. Jangan memaksakan perjalanan hanya demi mencapai tujuan lebih cepat karena kehilangan konsentrasi selama beberapa detik saja dapat berakibat fatal.

  1. Periksa Fungsi Lampu Kendaraan

Sebelum berangkat, pastikan seluruh sistem pencahayaan kendaraan berfungsi dengan baik. Pemeriksaan meliputi lampu utama, lampu rem, dan lampu sein.

Lampu utama membantu pengendara melihat kondisi jalan di depan, sedangkan lampu rem dan lampu sein berfungsi memberikan isyarat kepada pengguna jalan lainnya.

Dengan demikian, keberadaan kendaraan lebih mudah diketahui dan potensi kesalahpahaman saat berkendara dapat diminimalkan.

  1. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Terbatasnya jarak pandang pada malam hari membuat pengendara perlu lebih cermat dalam mengatur kecepatan. Hindari berkendara terlalu cepat, terutama ketika melintasi jalan yang minim penerangan, kondisi jalan yang kurang baik, atau kawasan dengan aktivitas pengguna jalan yang tinggi.

Selain itu, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Langkah ini memberikan waktu yang cukup untuk bereaksi apabila kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak atau muncul hambatan yang tidak terduga.

  1. Waspada Terhadap Sorotan Lampu Kendaraan dari Arah Berlawanan

Sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan dapat menimbulkan efek silau dan mengganggu penglihatan untuk sementara waktu. Kondisi ini berpotensi membuat pengendara kesulitan mengenali situasi jalan di depannya.

Karena itu, hindari menatap langsung sumber cahaya yang menyilaukan. Tetap arahkan pandangan ke jalur berkendara yang aman, pertahankan kendali kendaraan, dan sesuaikan kecepatan apabila jarak pandang terganggu.

Melalui edukasi tersebut, Astra Motor Sumsel berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan perilaku berkendara yang aman dalam berbagai kondisi, termasuk ketika melakukan perjalanan pada malam hari.

Penerapan prinsip #Cari_Aman tidak hanya bertujuan melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Dengan mempersiapkan kondisi fisik, memastikan kendaraan layak digunakan, serta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan, risiko kecelakaan diharapkan dapat ditekan sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman. (Ning/ril)

Tinggalkan Balasan