PALEMBANG -(deklarasinews.com)- PT Namirah Amirah Angkasa Jayatama (Naja Tour Travel Haji dan Umroh) melepas keberangkatan 58 jamaah haji plus dan haji furoda yang dilaksanakan di pesantren Darunur Almustafa Jalan Tanjung Harapan Palembang. Kamis (15/06/23).
“Para jamaah diberangkatkan dari bandara SMB II Palembang, menuju Jakarta, kemudian langsung ke Jeddah, dari Jeddah menuju Mekkah,” ungkap ustad Abdullah Asad Basyaiban Lc selaku owner Naja Tour Travel.
Ustad Abdullah mengatakan, 58 jamaah haji tersebut terdiri dari haji plus yang kuota pemerintah sebanyak 48 jamaah, dan 10 jamaah haji furoda.
” Sebenarnya jumlah haji furoda totalnya ada 12 orang, hanya saja yang 2 orang program nya berbeda, mereka ambil paket haji furoda yang paket hemat, jadi total keseluruhan ada 60 jamaah,” jelasnya.
Ustad Abdullah menjelaskan perbedaan antara haji furoda dan haji plus, yakni untuk haji plus itu kuota pemerintah waiting list atau daftar tunggu, yang mana jamaah yang berangkat tahun 2023, telah pendaftaran di tahun 2016 lalu, sedangkan untuk haji furoda tidak perlu waiting list.
” Jamaah haji furoda, mereka baru 2 bulan yang lalu daftar dan bisa berangkat tahun ini,” katanya.
Ketika di tanya harga paketan nya, ustad Abdullah menjelaskan bahwa untuk harga haji plus kuota pemerintah di harga $ 14500, sementara untuk haji furoda $ 26850 dan untuk tahun-tahun selanjutnya akan ada kenaikan.
” Untuk mengambil porsi nya jamaah DP $ 4000 saja, dan pelunasan mengikuti tahun keberangkatan,”ujarnya.
Harga tersebut, para jamaah mendapatkan fasilitas yang semua nya bintang lima, termasuk manasik pun juga menginap di bintang lima selama 3 hari.
” Total perjalanan selama 25 hari PP, di Naja haji plus dan haji furoda kita samakan berangkat nya, program nya sama, biasanya sebagian travel haji plus dan haji furoda untuk fasilitas nya beda, karena mereka mau hemat di paket haji furoda nya, “katanya.
Di karenakan haji furoda itu mahal, ada beberapa komponen yang pihaknya beli melalui sistem kementerian haji saudi tapi tidak pakai. Namun di upgrade, sehingga program haji furoda yang ada di Naja Tour menengah keatas.
” Untuk Jamaah tertua yang berangkat tahun ini yakni di usia 82 tahun yang membutuhkan perhatian khusus dan yang termuda di usia 30 tahun,” ujarnya.
Ustad Abdullah menghimbau untuk jamaah yang berangkat di tahun 2023 ini, harus mempersiapkan dengan baik, fisiknya secara lahir, ataupun bathin nya secara mental dan obat obatan nya juga di persiapkan, serta minum yang cukup.
” Karena kondisi di tanah suci saat ini panas, maka tentu selama ada di tanah suci meskipun tidak haus tetap perbanyak minum karena dikhawatirkan dehidrasi,” katanya.
Ustad Abdullah menambahkan, jamaah Naja Tour yang berangkat haji di tahun 2023 ini ada peningkatan dari tahun lalu, di karenakan tahun lalu pemerintah masih membuka porsi hanya 30 persen berangkat seluruh Indonesia.
” Untuk tahun 2023 ini, jamaah membludak bahkan seluruh dunia, dan semua jamaah kami berangkat, tidak ada lagi PR bagi kami, apalagi tahun lalu hanya 30 jamaah,” pungkasnya. (Ning)