BANDARLAMPUNG –deklarasinews.com)- Tepatnya pada Rabu (9/2/2022) lalu, khususnya dari “kampus oranye” bilangan kampus asri universitas negeri tertua dan terbesar di Bumi Ruwa Jurai, Jl Soemantri Brodjonegoro Nomor 1, Gedong Meneng, Bandarlampung, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila), Ida Nurhaida, punya warta anyar.
Rencananya, pihak Dekanat FISIP Unila akan mengajukan akreditasi internasional tiga program studi (prodi) lingkup almamater, dari lembaga akreditasi internasional, Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Ketiga prodi S1 tersebut: Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, Administrasi Negara.
Dikutip dari laman resmi FISIP Unila pada Jumat (11/2/2022), Dekan Ida Nurhaida menerangkan, pengajuan akreditasi internasional ini ditempuh dalam rangka penjaminan dan pengembangan kualitas perguruan tinggi. Dan, upaya menuju cita World Class University (WCU).
“Universitas Lampung, khususnya FISIP akan mengajukan akreditasi dari FIBAA. Untuk mewujudkan tujuan ini, FISIP telah bentuk task force akreditasi internasional, diketuai oleh Unang Mulkhan Ph.D,” ujar Ida.
Per linimasa, beberapa tahap pemenuhan syarat akreditasi terus digeber. “Proses pertama yang dilalui untuk memperoleh akreditasi FIBAA adalah menyerahkan draf pertama self-assessment report kepada Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila,” ujar ia.
Dekan perempuan pertama FISIP Unila ini menyebut, setelah tiga pekan lamanya tim akreditasi internasional FISIP Unila bekerja keras menyelesaikannya, draf pertama self-assessment report akreditasi internasional itu telah pula diserahkan kepada dan untuk dievaluasi oleh LP3M Unila, melalui dirinya, di kampus setempat, pada Rabu (9/2/2022) lalu.
Dijelaskan, pihaknya masih harus melalui tahap selanjutnya untuk bisa mendapatkan akreditasi itu. “Karena itu, senada dengan moto FISIP Unila, Bersinergi dan Berinovasi Dalam Harmoni, kami mohon dukungan dan doa dari sivitas akademika FISIP Unila agar kami dapat lalui proses ini dan tiga prodi ini sukses mendapat akreditasi internasional. Sehingga FISIP Unila dapat membanggakan kita semua. FISIP Jaya,” khatur Ida.
Sebagai informasi, prodi S1 Ilmu Komunikasi ialah prodi ketiga di FISIP Unila setelah Ilmu Pemerintahan dan Sosiologi. Lahir 1997, ia notabene “kakak tertua” dari tiga prodi di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unila. Yakni, D3 Humas, D3 Perpustakaan, dan S2 Ilmu Komunikasi. Digawangi 27 dosen, jurusan ini kini telah terakreditasi A.
Lalu, prodi S1 Administrasi Bisnis (saat lahir bersama prodi Administrasi Negara di 1998 bernama Administrasi Niaga), naik status jadi Jurusan pada 2006, juga telah diganjar BAN-PT akreditasi A.
Secara berseloroh, apabila kebetulan anda tengah mengaudisi dua orang idaman hati untuk diseleksi menjadi calon pasangan hidup, dimana idaman pertama bergelar akademik S.A.N, dan idaman kedua bergelar akademik S.A.B, sejatinya keduanya adalah sarjana prodi yang sama, beda angkatan.
Gelar S.A.N. dipakai hingga terakhir untuk angkatan 2010, usai dilakukan perubahan nomenklatur nama jurusan/prodi berikut gelar akademik secara nasional dari Ilmu Administrasi Niaga menjadi Administrasi Bisnis pada 2011, alumninya bergelar S.A.B.
Dan prodi S1 Administrasi Negara, juga baru kembali mempertahankan status akreditasi A untuk periode Juni 2021 hingga Juni 2026. [red/Muzzamil]