BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memperkuat kepedulian terhadap lansia sebagai salah satu kelompok rentan melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Diinisiasi Srikandi PLN UID Lampung melalui PLN Peduli, kegiatan bertajuk “Lansia Sehat, Aman dan Siaga” tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda di Perumahan Rajabasa Permai, Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026).
Berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, kegiatan ini menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sekaligus membangun kesiapsiagaan kelompok rentan dalam menghadapi potensi bencana. Lansia membutuhkan perhatian khusus dalam situasi darurat karena faktor kesehatan, kondisi fisik, dan mobilitas dapat memengaruhi kemampuan dalam melakukan evakuasi maupun penyelamatan diri.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widiya Nugraha, mengatakan semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kepedulian dan gotong royong dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita tentang persatuan, kepedulian, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan komitmen PLN untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat melayani tidak hanya kami wujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia,” ujar Rio.
Menurut Rio, perhatian terhadap kelompok rentan menjadi penting dalam membangun lingkungan yang aman dan tangguh. Karena itu, kegiatan tidak hanya diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan praktis mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Sosialisasi kesiapsiagaan bencana disampaikan oleh narasumber BPBD Provinsi Lampung, Rika Novita Sari, S.Pi. Peserta mendapatkan edukasi mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana, termasuk mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal, jalur evakuasi dan titik aman, hingga upaya melindungi diri serta anggota keluarga.
Rika mengatakan peningkatan pemahaman kebencanaan menjadi penting bagi seluruh masyarakat, terlebih bagi kelompok rentan yang memerlukan perhatian dan pendampingan khusus ketika menghadapi situasi darurat. “Edukasi tanggap bencana sangat penting, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia. Melalui kolaborasi ini, kami berharap peserta tidak hanya semakin peduli terhadap kesehatan, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat sehingga menjadi masyarakat yang lebih sehat, tanggap, tangguh, dan tangkas dalam menghadapi bencana,” ujar Rika.
Selain edukasi kebencanaan, peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya memantau kondisi kesehatan secara berkala. Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu peserta mengenali kondisi kesehatannya sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.
Perwakilan Lurah Rajabasa Pemuka yang juga Ketua RT 01 Perumahan Rajabasa Permai, Bapak Tutur, mengapresiasi kepedulian PLN UID Lampung yang menghadirkan layanan kesehatan sekaligus edukasi kesiapsiagaan bencana bagi warga. “Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN UID Lampung dan Srikandi PLN. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena warga tidak hanya dapat memeriksakan kesehatan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang cara menghadapi situasi darurat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Tutur.
Melalui Srikandi PLN dan PLN Peduli, PLN UID Lampung terus mendorong kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk meningkatkan perhatian dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Upaya tersebut menjadi bagian dari semangat perusahaan untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada kelistrikan, tetapi juga turut mendukung kualitas hidup dan ketangguhan masyarakat.
Program ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana.
Momentum Hari Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dapat terus dihidupkan melalui aksi nyata, kolaborasi, dan kepedulian antargenerasi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan tangguh.