BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Rakernas I APTISI digelar di Hotel Grand Mercure, Minggu (23/8/2026) dengan semangat kebangkitan perguruan tinggi swasta. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. membuka acara dengan menegaskan arah baru pendidikan tinggi. “Program lulusan perguruan tinggi langsung ke luar negeri sampai 300 ribu orang akan menjadi daya tarik besar bagi PTS,” tegasnya.
Prof. Brian menekankan sertifikasi keahlian sebagai syarat mutlak. “Biaya pendidikan memang lebih tinggi, tapi kami akan melibatkan perbankan untuk membantu pembiayaan melalui asuransi pendidikan yang ringan bagi calon mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada APTISI. “Alhamdulillah semua dimulai oleh APTISI. Saya akan mengimbau kepala daerah untuk bekerjasama membantu lulusan PTS. Selamat Rakernas, terima kasih atas pengabdian dan kontribusinya,” ucapnya.
Anggota Komisi X DPR RI hadir pada Rakernas 1 APTISI, Prof. Dr. Furtasan Ali, S.E., S.Kom., M.M. pada kesempatan itu mengatakan pihaknya akan berjuang membantu PTS di Indonesia. Upaya yang dilakukan ada pembahasan RUU Sisdiknas. Menurut
Ketua Bidang Kajian Kebijakan Pemerintah APTISI menegaskan pentingnya regulasi yang berpihak pada perguruan tinggi swasta.
“PTS tidak boleh terus dipandang sebagai pelengkap. Dengan adanya BPOPTS, kita ingin ada kepastian regulasi dan dukungan yang setara dengan PTN,” ujarnya.
Furtasan Ali juga menekankan agar UU Sisdiknas memberi ruang afirmasi bagi PTS. “Lebih dari 60 persen mahasiswa Indonesia ada di PTS. Jadi UU Sisdiknas harus benar-benar menguntungkan PTS, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Ketua APTISI Pusat Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si. menegaskan pentingnya sinergi. “Sinergi kampus dan lulusan akan mewujudkan kampus berdampak menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia juga mengumumkan langkah strategis. “Kami akan mendirikan sekolah kepemimpinan perguruan tinggi, sebagai wadah mencetak pemimpin akademik yang visioner,” ujar Prof. Budi.
Ketua OC sekaligus Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y.A. Alfian, MBA., M.Sc. menyampaikan harapan besar dari Rakernas ini. “Lampung menjadi tuan rumah Rakernas 1, semoga ini titik awal kebangkitan PTS di Indonesia,” katanya.
Firmansyah menekankan kekuatan PTS. “Kalau kita mau maju syaratnya harus bersatu, karena lebih dari 4.000 PTS dengan mahasiswa terbanyak dari PTN. Pemerintah wajib memberi perhatian cukup bagi PTS,” ujarnya.
Menko Bidang Pangan Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE., M.M. menyoroti perjuangan swasembada. “160 juta petani di Indonesia harus terhormat dan kita harus berpihak pada mereka. Tidak boleh ada tawar menawar,” tegas Zulhas.
Ia menambahkan capaian regulasi. “Selama 22 bulan saya selesaikan 35 regulasi, 145 aturan menjadi 3. Dampaknya pupuk terserap 9,5 juta ton, naik 58 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.Sos., M.Sc. menekankan peran kampus. “Semua potensi pariwisata tidak ada artinya jika tidak ada peran perguruan tinggi untuk meningkatkan SDM dalam pengelolaan wisata,” katanya.
Zita menutup dengan pesan khusus. “Mengurus PTS tidaklah mudah, tapi karena adanya APTISI yang kompak akan membantu semua kegiatan. Mohon ini disampaikan ke Presiden, agar perhatian terhadap PTS semakin besar,” ujarnya.
Hadir pada kesempatan itu, Anggota Komisi X lainnya Rycko Menoza, Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan, sejumlah pimpinan perguruan tinggi, dan 500 peserta Rakernas dari 34 Provinsi di Indonesia. (**)