PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dan koordinasi Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Pagaralam menghadiri pertemuan dengan Menteri Agraria & Tata Ruangan KH. Nusron Wahid bersama Gubernur Sumsel H. Herman Deru.
Dalam kegiatan Menteri Agraria dan Tata Ruang RI memberikan arahan tentang Aset-aset Nahdatul Ulama yang harus diinventaris, dilegalisasi dan didaftarkan ke Kantor Pertanahan setempat untuk disertifikasi secara formal kenegaraan.
Dalam sambutannya Menteri Agraria dan Tata Ruang juga memberikan Informasi tentang bantuan Pendidikan bagi Lembaga Nahdatul Ulama yang menyelenggarakan Pendidikan Formal dari Tingkat SD, SMP, dan SMA berupa bantuan Rehab untuk satuan pendidikan yang dikelolah oleh NU.
Sebagai Kader NU Menteri Nusron Wahid mengajak kepada keluarga besar NU se- Sumatera Selatan untuk dapat menjaga keamanan, kenyamanan serta riang gembira dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 di Tambakberas Jombang Jawa Timur.
“Muktamar NU kali ini harus dijadikan momentum menjaga Silaturahmi antar Warga Nahdiyin demi menjaga marwah Nahdatul Ulama.”pesannya
Muktamar NU ke-35 tahun 2026 adalah wadah permusyawaratan tertinggi untuk mencari Pimpinan secara Legitimit ditingkat PBNU yakni menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa hidmat 2026 – 2031.
Menteri Nusron berharap agar melalui Muktamar dijadikan momentum memilih Pimpinan yang dapat diterima bagi Warga Nahdiyin dan dapat menjadi mitra bagi Pemerintah dalam ikut serta membangun Perdaban Islam yang berdaulat dan sejahtera untuk kemaslahatan Ummat.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel juga berharap kepada PWNU dan PCNU se- Sumatera Selatan untuk dapat mengikuti Muktamar dengan riang gembira dan hasil dari Muktamar ini dapat dijadikan arah dan petunjuk dalam meningkatkan pelayanan dan perhidmatan kepada Nahdatul Ulama.
Gubernur Sumsel Herman Deru juga sebagai Musytasar PBNU bersyukur dengan kegiatan Muktamar Ke-35 tahun 2026 di Tambakberas Jombang Jawa timur berharap semoga berdampak dan bermanfaat untuk peehidmatan NU ditengah-tengah masyarkat khusus Warga Nahdiyin dalam menjalankan Kegiatan Sosial kemasyaratan disegala bidang dapat berjalan mensosialisasikan Ahlul Sunnah Waljamaah. (*)