Novi Apriyadi : Budaya ini Jangan Sampai Hilang Ditelan Waktu

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,kota Pagaralam Novi Apriyadi mengajak seluruh lapisan untuk melestarikan budaya Kudok Betelugh dan Utas

“Seni dan budaya ini  harus kita wariskan dan lestarikan kepada generasi mendatang.’ ucapnya , mengingat budaya ini sebagai warisan leluhur dan tidak dimiliki oleh daerah lain,meskipun ada tapi jelas berbeda, imbuhnya.

Seperti diketahui Kota Pagar Alam tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kemegahan Gunung Dempo. Di balik pesona alamnya, kota yang dikenal dengan kekayaan budaya Besemah ini juga menyimpan berbagai warisan sejarah, tradisi, pengetahuan lokal, dan karya budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat.

Sebagai upaya menggali sekaligus melestarikan warisan budaya tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam menggelar Forum Group Discussion (FGD) Dokumentasi Warisan Budaya Besemah dengan tema “Penelusuran Sejarah, Makna dan Proses Kudok Betelugh dan Utas di Kota Pagar Alam”.

Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Pagar Alam, Sardiono, di Balaikota Pagar Alam, Rabu (04/11/2026).

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kekayaan budaya Besemah tidak hanya tercermin melalui tarian, musik, sastra tutur, maupun peninggalan megalitikum, tetapi juga melalui benda-benda tradisional, keterampilan tangan, teknik pembuatan, serta pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, Kudok Betelugh dan Utas merupakan warisan karya tradisional masyarakat Besemah yang memiliki nilai sejarah dan telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kota Pagar Alam.

Ia berharap, melalui forum diskusi ini, berbagai informasi dan pengetahuan mengenai Kudok Betelugh dan Utas dapat digali lebih mendalam, sehingga nilai sejarah, makna, serta proses pembuatannya dapat terdokumentasi dengan baik.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti diskusi secara terbuka, kritis, dan saling menghargai. Setiap pengalaman, informasi, serta pandangan yang disampaikan diharapkan menjadi bahan penting dalam memperkaya pemahaman bersama terhadap warisan budaya tersebut.

Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala OPD, Camat, serta tokoh adat, jurai tue, budayawan, dan para pengrajin yang memiliki pengetahuan maupun pengalaman terkait kebudayaan Besemah.

Kegiatan turut dimeriahkan oleh penampilan Sanggar Seni Ikatan Keluarga Pecinta Kebudayaan Besemah (IKPKB) Pagar Alam yang mempersembahkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya Tari Kebagh, Ngampak Besemah, dan Kuntaw.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Kudok Betelugh dan Utas tidak hanya dikenal sebagai karya tradisional, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus dipelajari, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Sebab, menjaga warisan budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga merawat identitas dan jati diri masyarakat Besemah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(Rep)

Tinggalkan Balasan