METRO -(deklarasinews.com)- Guna untuk memperkuat karakter peserta didik dan berkompeten, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Metro menggelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di halaman sekolah setempat, Rabu 7 Juni 2023. Pasalnya, program P5 baru dimunculkan pada sekolah penggerak. Pada tahun ajaran 2022/2023 mulai berlaku Kurikulum Merdeka.
Kepala SMA Negeri 1 Kota Metro Lampung, M.Kholid M.Pd diwakili Waka Humas Sri Wijiyanti, S.Pd mengatakan, bahwa Penguatan Profil Pelajar Pancasila, adalah sebuah pendekatan pembelajaran melalui projek dengan sasaran utama mencapai dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Peserta didik akan belajar menelaah tema-tema tertentu, yang menjadi prioritas setiap tahunnya. Dalam pelaksanaan projek, dewan guru berkolaborasi secara lintas ilmu untuk merencanakan, menfasilitasi, dan menjalankan asesmen,” kata Sri Wijiyanti kepada media ini, Kamis 15 Juni 2023.
Lebih lanjut Sri Wijiyanti menjelaskan, di gelarnya kegiatan ini, bedasarkan peraturan Permendikbudristek Nomor 56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kmetensi Lulusan.
“Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil pelajar pancasila, kata Sri Wijiyanti adalah, agar para pelajar di Indonesia khususnya SMA Negeri 1 Metro dapat tumbuh sebagai pelajar yang berkompeten, terampil, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” jelas Sri Wijiyanti.
Sri Wijiyanti menambahkan, diketahui bahwa kearifan lokal yang dilaksanakan kegiatan oleh SMA Negeri 1 Metro, di harapkan peserta didik dapat memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensinya serta mengembangkan keterampilan, sikap, dan pengetahuan serta dapat membentuk siswa yang mandiri, kreatif, dan berjiwa gotong royong
“Ini juga merupakan upaya untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka. Penerapan kurikulum merdeka yang dilakukan pihak sekolah, agar mampu memberikan ruang bagi siswa untuk berkreativitas sesuai dengan bakat yang dimiliki siswa,” tutup Sri Wijiyanti. (Mahdi)