Kabut Asap Palembang Kian Parah, Warga Tuntut Tindak Tegas Korporasi Pembakar Lahan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan semakin parah dan memprihatinkan. Dampak buruk kualitas udara yang kian memburuk ini memicu kemarahan mendalam dari warga yang setiap hari harus menghirup udara beracun.

Kondisi genting ini mendapat tanggapan keras dari Ketua RT.39 RW.14 Kelurahan Plaju Ulu, Zamhari Amin. Saat memberikan keterangan pada Rabu, 30 September 2026, ia tidak lagi mampu menyembunyikan kekecewaan dan kegeramannya atas lambatnya penanganan masalah tahunan ini.

“Kami muak, kami sesak, kami mendesak!” ujar Zamhari Amin dengan nada bicara yang penuh penekanan.

Zamhari menegaskan bahwa warga di tingkat akar rumput sudah berada di titik jenuh karena aktivitas sehari-hari mereka sangat terganggu oleh pekatnya kabut asap. Ia melayangkan tuntutan keras agar pemerintah kota, pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, dan seluruh instansi terkait segera mengambil langkah konkret di lapangan.

Lebih lanjut, ia meminta agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi, yang memicu bencana ekologis ini.

“Jangan tunggu korban berjatuhan baru bergerak,” pungkas Zamhari, mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap reaktif hanya setelah terjadi krisis kesehatan berskala besar di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, jarak pandang di sejumlah titik di Kota Palembang, khususnya dikawasan Plaju, terpantau sangat terbatas disertai aroma menyengat khas kayu terbakar. Warga secara mandiri mulai membatasi aktivitas di luar ruangan dan kembali menggunakan masker demi melindungi diri dari ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). (Ning).

Tinggalkan Balasan