Pembicara Lokal dan Nasional ini Bagikan Cara Sukses Usia Muda kepada Mahasiswa IIB Darmajaya

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Stadium General dengan tema “Young, Educated, and Successful” di Graha Adora pada Sabtu (17/12/22).

Stadium General dengan menghadirkan pembicara lokal dan nasional yaitu Febriansyah Putra Djaya Indra, S.Si. selaku Global Partnership Manager Maritim Nusantara & Founder Tapis Sai Wawai.

Pembicara lainnya, Indra Sugiarto, S.Si., M.M., selaku Founder dan CEO PT Masuk Kampus & Penulis 3 Buku Best Seller. Stadium General dihadiri ratusan peserta yang mengambil kelas mata kuliah minat bakat yang merupakan mahasiswa angkatan 2022.

Rektor IIB Darmajaya Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., diwakili Wakil Rektor 3 Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa kelas minat dan bakat merupakan satu-satunya di Sumatra yang ada di IIB Darmajaya.

“Karena dengan memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mengasah minat dan bakatnya untuk mendukung kemampuan akademiknya,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan terasahnya bakat yang dimiliki maka akan mencapai kesuksesan kedepannya. “Menjadi mahasiswa saat ini juga harus dapat memanfaatkan peluang terutama dengan kemampuan yang dimiliki. Saat mahasiswa juga dapat mulai untuk mencari penghasilan,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa dan pemuda, kata Muprihan, harus dapat merancang sedini mungkin untuk meraih penghasilan. “Singsingkan lengan baju, busungkan dada, dan belajar untuk meraih kesuksesan. Yakinlah bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Orang sukses melewati proses yang baik,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Febriansyah Putra Djaya Indra mengatakan pemuda harus sudah tahu potensi dirinya. Dengan potensi dirinya dapat meraih kesuksesan. “Kenali kemampuan diri. Kalian harus tahu kekurangan dan kelebihan diri kalian,” ungkapnya.

Masih kata dia, potensi diri itu bakat, minat dan belajar. “Apa yang teman-teman dapatkan hari ini juga diharapkan dapat diaplikasikan dalam sehari-hari,” pesannya.

Febriansyah juga memberikan cara dalam meningkatkan percaya diri kepada mahasiswa IIB Darmajaya. “Pertama penampilan. Percaya diri tidak harus cantik, ganteng, atau tinggi. Percaya diri bisa memberikan penampilan terbaik. Untuk percaya diri juga perlu proses,” imbuhnya.

Sementara, Indra Sugiarto dalam paparannya memberikan motivasi kepada peserta Stadium General untuk tetap semangat dalam meraih mimpi. “Dunia pendidikan itu mengeluarkan banyak biaya. Pendidikan adalah investasi. Salah satu membayar investasi terbaik adalah pendidikan,” kata dia.

Menurut dia, apa yang kalian lakukan untuk menuju kesuksesan tidak harus mengikuti perkataan orang lain. “Kalau kamu fokus ke diri kamu maka kalian dapat membereskan masalahmu. Jangan masukan sampah ke dalam ruang impianmu sendiri,” imbuhnya.

Indra juga berpesan agar mahasiswa dapat selalu siap terhadap perubahan. “Dengan fokus kita memang tidak tahu kedepan perubahan apa yang akan terjadi terhadap dunia. Maka dengan fokus kalian akan siap menghadapi segala perubahan,” tutupnya. (**)

Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Food Estate

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Guna menghadapi ancaman krisis pangan, pemerintahan Joko Widodo gencar menerapkan kebijakan food estate di sejumlah daerah. Namun, program tersebut berpotensi jadi bumerang bagi Indonesia di masa depan.

Demikian disampaikan Ahli politik lingkungan internasional dari Universitas Paramadina, Ica Wulansari dalam acara Evaluasi 2022 and Proyeksi 2023: Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi Indonesia di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (15/12).

Hadir sebagai pembicara lain ahli pekerja migran, yang juga dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Benni Yusriza dan  Tofan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Sedangkan moderator acara ini adalah Anton Aliabbas, Kepala Centre for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE).

Ica menjelaskan kebijakan food estate yang dilakukan pemerintah tidak selaras dengan kebutuhan warga setempat. Di sisi lain, dalam jangka panjang, kebijakan tersebut akan menjadikan lahan tidak subur dan gangguan keseimbangan ekosistem. “Karena itu, kebijakan food estate di tahun 2023 perlu mendapat peninjauan kembali untuk memitigasi kemungkinan efek negatif ini,” kata Sekretaris Program Sarjana Hubungan Internasional Universitas Paramadina ini.

Dirinya mengakui berlarutnya konflik Rusia-Ukraina telah menyebabkan krisis di sektor pangan semakin buruk. Keterlibatan Rusia yang merupakan produsen bahan aktif pupuk telah menjadikan harga pupuk global tidak terkendali dan naik mencapai 80%. Sementara, kebijakan subsidi pupuk di Indonesia masih minim evaluasi dan butuh perbaikan mendasar. Kompleksitas semakin bertambah dengan tidak jelasnya definisi terkait ketahanan pangan, kedaulatan pangan, keamanan pangan dan kemandirian pangan.

“Mau tidak mau, kapasitas adaptasi menghadapi perubahan iklim dalam kebijakan pangan nasional harus ditingkatkan,” tandas Ica.

Lebih lanjut, Tofan mengatakan pemerintah hendaknya memaksimalkan komoditas sawit dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19. Menurutnya, konflik Rusia-Ukraina memberi dampak signifikan terhadap pasar minyak nabati global. Akibat dari konflik tersebut, komoditas sawit dilirik sebagai salah satu produk minyak nabati global.

Dirinya menambahkan, setidaknya 70 persen dari produksi kelapa sawit terabsorpsi untuk pasar ekspor. Dan khusus untuk pasar kelapa sawit internasional, produksi sawit Indonesia dan Malaysia  mendominasi 85 persen pasar tersebut. Sementara, keseriusan pemerintah dalam mendorong ekspor sawit masih butuh perbaikan.

“Pemerintah sudah punya kebijakan keberlanjutan kelapa sawit, tapi kenapa kebijakan tersebut kurang gigih digunakan untuk merespon standar Uni Eropa yang sering berubah. Pemerintah justru seringkali terlihat tidak berdaya menghadapi tuntutan sustainability standar,” cetus Tofan.

Dirinya mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan respon memadai terkait kebijakan baru Uni Eropa perihal pelarangan produk atau komoditas terkait ‘driver of deforestation’. Kebijakan ini diprediksi akan berdampak pada ekspor kopi, sawit dan kakao. Untuk diketahui, Uni Eropa merupakan pasar tujuan ekspor sawit Indonesia terbesar ketiga, setelah Tiongkok dan India.

Terkait tata kelola pekerja migran sektor perikanan, Benni berharap pemerintah secara serius mengakhiri dualisme pengaturan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan dan Kementerian Tenaga Kerja. Menurutnya, PP No. 22 Tahun 2022 tentang Penempatan dan Perlindungan Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran justru tidak secara efektif mengakhiri problem dualisme pengaturan awak kapal. Padahal, kata dia, pekerja migran di sektor perikanan rentan menjadi korban penyelundupan dan perdagangan orang.

“Kebijakan diplomasi Indonesia terkait pekerja migran di sektor perikanan harus selesai di sektor hulu. Jadi, urusan dualisme pengaturan yang dilakukan Kemenhub dan Kemenaker harus diselesaikan dulu,” tegas Benni.

Selain itu, agar pasar domestik tenaga kerja sektor perikanan membaik, dirinya mengusulkan pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO 188 Tahun 2007. “Ratifikasi Konvensi 188 akan mengatur standar kerja layak di kapal ikan yang akan membuat pasar nasional lebih kompetitif bagi para AKP,” beber Benni.(*)

STIMA IMMI Luluskan 404 wisudawan dan Kukuhkan Guru Besar

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Sekolah Tinggi Manajemen (STIMA) IMMI menggelar wisuda ke-38 Program Sarjana dan Pascasarjana tahun 2022 dan Pengukuhan Guru Besar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, 15 Desember 2022.

Prosesi wisuda kali ini STIMA IMMI meluluskan 404 wisudawan Program Pascasarjana (S2) Magister Manajemen dan Program Sarjana (S1) Manajemen.

Acara ini dihadiri oleh Ketua LLDIKTI Wilayah III, Pengurus Yayasan Mitra Bangsa Sejahtera, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Pimpinan dan dosen STIMA IMMI.

Dalam sambutannya Ketua LLDIKTI Wilayah III oleh Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP. menyatakan harapan kepada para wisudawan untuk meningkatkan kompetensi hard skill maupun soft skill agar menjadi lulusan yang unggul dibanding yang lain. “Jadilah yang terbaik pada saat nanti mengisi karir di dunia nyata. Be the best of the best.”

“Selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dosen atas keteladanannya dalam menyampaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama diberikan penghargaan mahasiswa berprestasi Program Sarjana (S1) Manajemen yang diraih 3 orang yakni: Risma Alviany, SM.,  Devani Audita Putri, SM., Juaningsih, SM., kepada para penerima penghargaan ini diberikan beasiswa melanjutkan pendidikan Pendidikan Pascasarjana (S2).  Sedangkan untuk penerima penghargaan mahasiswa berprestasi Program Pascasarjana (s2) Magister Manajemen diterima oleh Arif Haryadi, MM, dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi dosen tetap.

Ketua STIMA IMMI, Sri Wahyuningsih, SE, mengucapkan selamat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan. “Teruslah menjaga nama baik STIMA IMMI, dengan berkarya dalam bidang yang dikuasai dan berprestasilah dengan pencapaian terbaik dalam karya yang memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia”.

Selain pelaksanaan prosesi wisuda, STIMA IMMI juga melahirkan profesor baru dan melakukan pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Harries Madiistriyatno, S.Hum, M.Si.

Sri Wahyuningsih menyatakan kegembiraannya atas lahirnya profesor baru “Ini menjadi kebanggaan bagi civitas akademika STIMA IMMI, karena Guru Besar pertama kami Prof. Harries ini akan menjadi inspirasi bagi dosen yang lainnya untuk mengikuti jejaknya,” ujarnya.

Dalam pengukuhan guru besarnya Prof. Dr. Harries Madiistriyatno menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Dinamika dan Keberadaban Organisasi”.

Prof Harries menyatakan bahwa untuk menciptakan wajah dan perilaku organisasi yang beradab, hal pertama yang sekaligus utama perlu dilakukan adalah membangun atmosfer lingkungan internal yang memanusiakan manusia (humanis) sehingga sikap saling menghormati, menghargai dan mengakui bisa tumbuh dan berkembang.

“Sekarang mari kita renungkan sejenak keadaan sebuah organisasi yang di dalamnya tak terbangun sikap-perilaku saling menghormati, menghargai, dan mengakui. Meskipun terdengar klise, ketiadaan ketiga sikap tersebut kenyataannya berpotensi menimbulkan suasana kerja yang tidak nyaman, yang pada gilirannya akan menyebar layaknya virus dan mengganggu kinerja individu (atau organisasi secara keseluruhan. Kegagalan organisasi membangun ketiga sikap tersebut, cepat atau lambat dapat mengganggu pertumbuhan serta perkembangan organisasi.” Papar Prof. Harries.(*)

 

Prof Asep Sukohar Calon Rektor Unila Kader NU Terbaik

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua DPC Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kota Bandar Lampung yang bernama Novis, bersilaturahmi, mewawancarai di kediaman Bapak Asep hari Sabtu (17/12/2022), pewarta disambut dengan penuh kekeluargaan, senyum sumringah serta bahagia oleh Prof.Dr.dr Asep Sukohar,S.Ked.,M.Kes., yang merupakan pria kelahiran Jakarta, 15 Mei 1969 jabatan dari tahun 2020-2023 sebagai wakil Rektor Universitas Lampung Bidang Umum dan Keuangan Unila.

Tanggal 22 Desember 2022, Unila melaksanakan konstelasi pemilihan rektor melalui senat, ada delapan kandidat calon rektor, kemudian dilanjutkan pemilihan 28 Desember 2022 ditingkat Kemendikbudristek.

Pak Asep merupakan satu kandidat Rektor Unila terbaik,  Pak Asep mendapatkan penghargaan : dosen berprestasi peringkat dua tingkat Unila tahun 2014, penghargaan dosen teladan Unila tahun 2013 dan 2014,  penghargaan relawan dokter Indonesia penanganan Covid 19 tahun 2022.

Pak Asep pernah menjabat pelaksana harian (Plh.) Rektor Unila dari tanggal 23 November 2020 s.d. 18 Desember 2020,Plh. Rektor Unila 5-15 Juni 2022 dan Doktor Farmako-onkologi, Unpad Bandung, 2013. Cum Laude IPK 4,00 (studi tercepat).

Pak Asep dari kecil memang sudah terdidik dengan suasana Nahdhatul Ulama selama 5 tahun nyantri di Kyai Haji Zainal Mustafa, ketua Persatuan Dokter Nahdhatul Ulama (PDNU) Lampung tahun 2020-sekarang dan koordinator kesehatan Panitia Muktamar ke-34 Nahdhatul Ulama tahun 2021.

Pak Asep menjabat Wakil Rektor dua bidang keuangan dan umum menciptakan inovasi digital untuk pelayanan administrasi persuratan di lingkungan Unila, Unila meresmikan pasar rakyat tanggal 13 September 2020, hal ini untuk menertibkan pedagang, komunitas lain disekitaran GSG sehingga Unila lebih kondusif rapih, bersih, aman dan dicanangkan hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional program bebas kendaraan bermotor dilingkungan kampus Unila,  WTP dari akuntan Publik Tarmizi Achmad, pembuatan dashboard eksekutif memberikan laporan secara real time dan sebagai inisiator pembuatan Simponila untuk membantu bendahara dalam pencatatan penerimaan selain dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada seluruh Fakultas di lingkungan Unila berupa layanan legalisir, perpustakaan, sewa aset dan kerja sama.

Pak Asep mengatakan bahwasannya, “visi misi Calon Rektor Unila adalah tahun 2025, Unila menjadi perguruan tinggi sepuluh terbaik di Indonesia (RPJP 2005-2025).  Menjadi perguruan tinggi terkemuka yang berkontribusi nyata secara lokal, nasional dan internasional. Mentransformasi ekosistem unggul Unila yang bermartabat dan berdaya saing melalui kolaborasi dan inovasi menuju Indonseia Emas 2045,”ucap Prof.Asep Sukohar.

Terkait Misi, Prof. Asep memiliki empat bagian.  Meliputi menyelenggakarakan Tri Darma yang transformatif, unggul, dan inovatif kemudian mewujudkan tata kelola universitas yang baik, menumbuhkembangkan potensi seumber daya bagi  penguatan dan kinerja institusi melalui percepatan inovasi. Selanjutnya melaksanakan dan mengembangkan kerja sama dengan mitra dalam dan luar negeri. Ia yakin civitas akademi,  dosen-dosen Unila adalah yang berkualitas dan bisa saling bersinergi untuk Indonesia Maju 2045.

Transparansi tata kelola sedang berjalan dan apa yang terjadi hari ini, merupakan pembelajaran, jangan sampai terulang kembali, “tandas Asep.

Prof.Dr.dr.Asep Sukohar, Sked., M.Kes. memohon doa kepada seluruh kader Nahdiyin bahwasannya saya mengikuti konstelasi pemilihan Rektor Unila tanggal 22 dan 28 Desember 2022 dan masyarakat Lampung, ketika saya menjabat sebagai Rektor Unila mohon kira diberikan kesehatan, doanya agar dapat amanah dan membawa kebermanfaatan untuk Ummat dibidang pendidikan,”ucap Prof.Dr Asep Sukohar.(Novis PWDPI).

Profil Singkat Calon Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA IPM lahir di Palembang tanggal 10 Mei 1965 dari pasangan ayah bernama Razioen (Alm 2016) dan Ibu bernama Dra. Lensiyana (Almh 2017). Razioen semasa hidupnya bekerja di sebuah Apotek Swasta di Kota Bandar Lampung dan Lensiyana semasa hidupnya bekerja sebagai Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMAN 2 Bandar Lampung, dan pernah menjadi Kepala Sekolah SMAN I Sidomulyo Lampung Selatan, hingga akhirnya pensiun sebagai Kepala Sekolah SMAN 3 Lampung.

Lusmeilia Afriani adalah anak tertua dari enam bersaudara yaitu dr. Derry Elfina, S.Ked., Sp.Rad. M.Kes. (Suami Tidar Yanto, S.H., M.H.), dr. Erfin Muhapril, Sp.P (Istri dr. Evi Handayani, Sp.THT), drg. Okwini Mutiana, M.Kes. (Suami dr. Indrawan Yahya Sp.OG), Septa Hirwansyah, S.E. (Istri Ananda Nurul Islah Nasition, S.E), Oksya Hikmawan, S.T.P., M.Si. (Istri Marisa Naufa M.Si).

Lusmeilia Afriani Menikah dengan Ir. Yan Juansyah, D.E.A yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung. Ia dan suami mempunyai anak yaitu dr. Zaraz Obella Nuradliyani, S.Ked (sedang melanjutkan Pendidikan Magister Keselamatan Kerja pada FK Universitas Indonesia) dan Zaraz Elodya Ramadania (mahasiswi FK Universitas Lampung).

Pada tahun 1993, ia dipercaya menjadi Dosen PNS yang ditugaskan di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung hingga sekarang.

Riwayat Pendidikan:

  1. D3 Teknik Sipil, Universitas Lampung (1988) Pendidikan
  2. S1 Teknik Sipil, ITS Surabaya (1991)
  3. S2 Teknik Sipil, Universite de Caen, Perancis (1999)
  4. S3 Teknik Sipil, Universite de Nantes, France (2004)

Riwayat Jabatan:

  1. Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Lampung (2005-2009)
  2. Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung (2009-2013)
  3. Pj. Wakil Rektor IV bidang kerjasama Universitas Lampung (2015)
  4. Kepala Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik Universitas Lampung (2014-2020)
  5. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian
  6. Kepada Masyarakat/LP2M (2020-sekarang)

Optimis maju sebagai calon rektor Universitas Lampung periode 2023-2027 dilatarbelakangi berbagai masalah yang harus diselesaikan dilihat dari sisi akademik maupun non akademik. Adapun latar belakang tersebut sebagai berikut;

Latarbelakang Akademik

  1. PNBP masih didominasi dari pendapatan mahasiswa (UKT)
  2. Aset-aset potensial belum termanfaatkan untuk peningkatan pendapatan
  3. Rencana kegiatan dan anggaran masih belum optimal dalam operasionalnya
  4. Kesiapan dan pemanfaatan (utilisasi) infrastruktur laboratorium masih sangat rendah
  5. Banyak dosen dan tekndik akan purnabakti
  6. Tuntutan peningkatan kesejahteraan dosen dan tendik menjadi lebih baik
  7. Revitalisasi infrastruktur perpustakaan berbasis digital
  8. Unit usaha komersial belum berjalan optimal

Visi, Misi, Dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Universitas Lampung 2023-2027

Visi : Universitas Lampung menjadi center of Excellence di tingkat Nasional dan Internasional sebagai institusi yang kuat (Be Strong) berlandaskan nilai-nilai luhur budaya Nasional dan Pancasila.

Misi : Menerapkan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas guna menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif dan fleksibel terhadap perubahan serta inovasi yang bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa.

Program unggulan Prof. Lusmeila yaitu BE STRONG

  1. Sektor Bisnis, Keuangan, Investasi dan Aset : Aspek ini memegang peranan sangat penting untuk meningkatkan kemandirian Unila dalam meningkatkan pendapatan diluar UKT guna mewujudkan World Class University (WCU).
  2. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia: Mewujudkan Universitas Lampung bangkit bersama dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa agar mampu melawan dan berkontribusi demi kemajuan Universitas Lampung.
  3. Pelayanan Bagi Masyarakat Salah satu pilar penting dalam pendidikan tinggi adalah pelayanan kepada pengguna dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar dapat memberikan kepuasan pelanggan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan.
  4. Pengajaran: Menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan melibatkan dunia usaha dan industri dunia dan pengguna lainnya dalam sebuah ekosistem merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) sebagai upaya penguatan profil pelajar Pancasila
  5. Riset: Penguatan agenda riset yang berorientasi pada inovasi dan pengembangan berbasis IPTEKS dalam rangka meningkatkan reputasi akademik.
  6. Kemitraan Organisasi: Kemitraan Organisasi : dilakukan melalui kerja sama yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri dan mitra lainnya di dalam dan luar negeri.
  7. Infrastruktur Jaringan: Meningkatkan dan mengembangkan digitalisasi kampus untuk mewujudkan World Class University (WCU).
  8. Good University Governance: Menyelenggarakan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, kredibel, bertanggung jawab, dan adil berbasis manajemen risiko untuk mewujudkan organisasi yang kuat dan lincah.

UKM Himkris IIB Darmajaya Gelar Perayaan Natal di Kampus The Best

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Kristiani (Himkris) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Perayaan Natal di Aula Rektorat Lantai III Gedung Alfian Husin, pada Jumat (16/12/22).

Perayaan Natal tahun 2022 mengangkat tema “Glorioso Con El Amor De Dios” dengan menghadirkan Pdt. Sandra Hervianna, S.Pd.K.. Turut hadir, Rektor IIB Darmajaya yang diwakili Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M..

Selain itu, hadir pula dosen Agama Kristen Indra Rimbawan, S.Th., dosen Agama Katolik Drs. FX Budi Rimbawan, M.M., dan Pembina UKM Himkris Susanti, S.E., M.M. Selain itu juga dihadiri anggota UKM Himkris dan perwakilan Orkem se IIB Darmajaya.

Ketua UKM Himkris IIB Darmajaya Yohanes Cristel mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir. “Terima kasih juga kepada panitia yang telah bekerja hingga acara ini dapat berjalan,” ungkapnya.

Menurut dia, perayaan Natal dihadiri ratusan mahasiswa IIB Darmajaya. “Panitia yang terlibat dalam perayaan Natal berjumlah 77 mahasiswa,” ujarnya.

Sementara, Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan dalam kesempatan ini terdapat beberapa hal yang ingin disampaikan. “Kalau anak-anak ingin sukses jangan tinggalkan agama yang Anda yakini, karena agama merupakan fundamental. Siapapun kita harus menjalankan perintah agama. Jadi bukan hanya di KTP saja tetapi diimplementasikan dalam nilai-nilai kebaikan,” ungkapnya.

Muprihan menerangkan bahwa apapun agamanya mengandung nilai-nilai kebaikan di dalamnya. “Kampus ini juga memberikan ruang yang sama kepada semua agama,” ujarnya.

Warek 3 berpesan kepada Himkris agar dapat mengundang seluruh himpunan mahasiswa kristiani di Lampung untuk menggelar perayaan Natal bersama. “Mudah-mudahan tahun berikutnya dapat dilakukan kegiatan tersebut. Mari kita ciptakan kebersamaan dan keberagamaan. Kampus ini menjunjung tinggi nilai-nilai keberagamaan dan jadikan contoh untuk di Indonesia,” pungkasnya. (**)

Ini Cerita Dosen IIB Darmajaya Jalani Pelatihan Bahasa Prancis di Kota Nancy

NANCY, PRANCIS – (deklarasinews.com)– Mendapatkan kesempatan belajar bahasa Prancis di negaranya langsung, menjadi pengalaman pertama bagi kedua dosen Kampus The Best Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Muhammad Dwiyan Aditiya, S.Pd., M.Pd. dan Sherli Trisnawati, S.Kom., M.T.I.

Tidak hanya mendapatkan pembelajaran singkat bahasa Prancis di Université de Lorraine, Kota Nancy, keduanya juga mengenal budaya kota yang berada di wilayah Timur Prancis tersebut. Bersama perwakilan perguruan tinggi Indonesia lainnya, Dwiyan dan Sherli–biasa keduanya disapa–setiap pagi berjalan dari asrama menuju ke lokasi belajar di Université de Lorraine.

Sherli mengatakan dari asrama menuju ke lokasi tempat belajar melewati salju yang turun di sepanjang jalan dengan suhu sekitar minus 7 hingga 0 derajat. “Kami belajar dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Dilanjutkan dengan makan malam bersama kegiatan lainnya seperti ke teater, keliling kelas atau ke museum,” ungkapnya.

Menurut dia, kebiasaan orang Prancis, khususnya warga Nancy juga sangat disiplin dengan waktu. “Jadi, kalau terjadwal jam 8 ya jam 8. Mereka strict (ketat) dengan waktu,” tuturnya.

Ia bersama dengan Dwiyan juga sempat mencicipi keju lokal yang menjadi makanan sehari-hari warga Nancy. “Keju lokal namanya la Tarte de Nancy. Orang Prancis suka banget makan keju. Kejunya disini lebih enak tidak terlalu asin dan rasanya khas keju banget,” ujarnya.

Menurut dia, pengenalan budaya dari kebiasaan dan makanan didapatkan dari pengajar Madame Noémi. “Kami juga langsung praktik bahasa Prancis ke tempat umum untuk menanyakan harga suatu barang,” terangnya.

Tak hanya itu saja, keduanya juga dikenalkan beberapa sayuran yang seringkali dijadikan menu makanan orang Prancis seperti paprika, kol, brokoli, terong, wortel, jamur dan lain sebagainya. “Masyarakat Kota Nancy juga helpfull. Kalau ada turis yang menanyakan jalan, mereka membantu, berbeda dari Kota Paris,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Dwiyan. Menurut dia, bahwa suhu udara di Kota Nancy dingin. “Bisa mencapai minus 4 derajat. Orang Prancis juga ketika menyapa wajib menjawabnya misalnya greeting (salam),” ungkapnya.

Ia pun tak kesulitan untuk beradaptasi dengan makanan di Kota Nancy. “Makanan kentang goreng dengan sayur dan daging kambing. Baru saja kami diundang makan malam oleh penyelenggara course (Cours d’été Nancy) dengan sajian permen khas Prancis bergamot de Nancy, keju, foie grass, wine dan minuman lainnya,” ujarnya.

Dwiyan menambahkan banyak budaya dan kebiasaan yang didapatkannya selama di Kota Nancy. “Kami belajar bahasa dan budaya. Meskipun sulit untuk mengawali dengan percakapan bahasa Prancis tetapi tidak ada masalah untuk terus belajar,” tutupnya.

Untuk diketahui, Dwiyan dan Sherli mengikuti pelatihan singkat Bahasa Prancis mewakili Warung Prancis IIB Darmajaya atas diraihnya Juara Pertama Video Warung Prancis se-Indonesia yang diselenggarakan Warung Prancis Indonesia dan IFI tahun 2020. Keduanya selama pelatihan tinggal di asrama yang berada di Kota Nancy, Prancis.

Dwiyan dan Sherli menjalani pelatihan dari 5 Desember hingga 16 Desember 2022. IIB Darmajaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Pulau Sumatra yang mengikuti pelatihan bersama perwakilan dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran. (**)

Ada Dugaan Pungli di SMP N2 Kecamatan Pringsewu

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Dugaan pungli tersebut diperoleh dari keterangan wali murid yang mengatakan bahwa ada pungutan sebesar Rp 250.000 /siswa kelas tujuh (7) dan delapan (8). Dan menurut keterangan narasumber yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan uang tersebut untuk keperluan pembelian komputer sekolah, padahal dilihat dari banyaknya jumlah siswa yang sekolah disana, tentu anggaran dana BOS nya juga cukup besar.

Mendapat laporan dari wali murid tersebut, wartawan media ini menyambangi SMPN 2 Pringsewu untuk mengkonfirmasi adanya dugaan pungli yang terjadi di SMPN 2, namun Kepala Sekolah Liswantari tidak bisa ditemui karena sedang rapat dan mempersilahkan untuk menunggu.

Setelah cukup lama menunggu, wartawan media ini dibuat kecewa karena dari keterangan beberapa Guru yang ada mengatakan bahwa Liswantari barusan pergi. Hal tersebut memunculkan dugaan bahwasanya oknum Kepsek tersebut sengaja menghindari wartawan.

“Maaf mas, Kepseknya sedang pergi,” ucap beberapa guru yang ada di Kantor Sekolahan tersebut.

Selain ingin mengkonfirmasi adanya dugaan ‘pungli’, wartawan media ini juga ingin mengkonfirmasi tentang jumlah dan direalisasikan untuk apa saja dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMPN 2 Pringsewu. Karena dari data yang media ini miliki, jumlah dana BOS SMP 2 Pringsewu cukup besar dan ada dugaan korupsi pada anggaran dana BOS tersebut.

Sampai berita ini di terbitkan belum ada keterangan/atau hak jawab dari (KEP SEK) SMPN 2 Pringsewu.(Mega/TIM)

Porprov IX Lampung 2022, The Best!15 Mahasiswa IIB Darmajaya Raih 18 Medali

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Lampung di penghujung tahun 2022 ini. Bahkan, tidak kurang dari 18 medali dari 15 atlet mahasiswa IIB Darmajaya berhasil diraih secara perorangan maupun beregu.

“Ini prestasi luar biasa dari mahasiswa IIB Darmajaya yang diraih di penghujung tahun ini, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional yang sudah diraih sebelumnya di bidang prestasi non-akademik,” kata Rektor IIB Darmajaya Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc.

Dalam Porprov IX Lampung 2022, lanjut Firmansyah, lebih dari 15 mahasiswa IIB Darmajaya turun ke gelanggang dan mewakili kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Pertandingan dan perlombaan mereka ikuti baik secara perorangan maupun beregu. “Menurut catatan kami, dari 18 medali yang berhasil diraih mahasiswa IIB Darmajaya, tujuh medali diantaranya adalah medali emas, enam perak, dan lima perunggu. Ini membuktikan banyak atlet Lampung yang menjadikan IIB Darmajaya sebagai tempat melanjutkan studi,” kata Ketua Aptisi Wilayah II-B Lampung ini.

Apalagi, lanjut Firmansyah, Porprov adalah sebagai ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) dan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2023. “Kita berharap, mahasiswa dan mahasiswi IIB Darmajaya dapat mewakili Lampung di ajang yang lebih besar lagi seperti Porwil dan PON dan dapat meraih prestasi terbaik,” kata Rektor.

Dicabang olahraga, bukan kali ini saja diraih mahasiswa dan mahasiswi IIB Darmajaya di ajang tingkat nasional. Tahun ini juga, dua mahasiswa IIB Darmajaya berhasil menjadi juara karate. Mereka memperoleh juara dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Shokaido di GOR Kostrad Cilodong, Depok pada 24 – 25 September 2022.

Kedua mahasiswa tersebut yakni Erikson Josua Napitupulu dan Nurmah Safitri. Mereka turun dalam kelas kumite senior +84 kilogram Putra dan kelas kumite senior -50 kilogram Putri. (**)

Penilaian Kinerja

Progran MM Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

YOGYAKARTA -(deklarasinews.com)- Penilaian kinerja adalah proses yang diperlukan dalam organisasi untuk memastikan bahwa kualitas hasil kerjaan terpenuhi. Proses ini memerlukan metode, dan dapat memberi informasi kepada karyawan apakah mereka memenuhi harapan atau dapat melakukan pekerjaannya dengan lebih baik.

Beberapa tujuan dari penilaian kinerja adalah sebagai berikut: menentukan kompetensi profesional, meningkatkan pengembangan staf, memotivasi mereka menuju prestasi yang lebih tinggi, meningkatkan komunikasi antara manajer dan personel, dan mendorong hubungan yang lebih baik antar karyawan.

Manajer kontemporer  berpandangan  bahwa karyawan adalah modal penting dari suatu organisasi dan memainkan peran yang berharga dalam mencapai tujuan strategis organisasi mereka. Meningkatkan keahlian dan efektivitas staf hanya mungkin dilakukan berdasarkan penilaian kinerja mereka. Dilain sisi Penilaian kinerja tidak selalu meningkatkan produktivitas. Kadang-kadang, sistem penilaian kinerja dikaitkan dengan peningkatan ketidakpuasan, kurangnya motivasi, penolakan terutama dari pihak penilai/karyawan. Kondisi ini disebabkan oleh kesalahan dalam isi evaluasi, bias dalam proses evaluasi, ketidak harmonisan antara kebutuhan karyawan dan tujuan penilaian atau tidak adanya dimensi kinerja yang jelas dan independen.

Untuk mencapai efektivitas sistem penilaian kinerja, validasi alat penilaian tidak hanya cukup, tetapi reaksi karyawan terhadap sistem ini sangat penting. Memang, dengan ketidakpuasan dan perasaan tidak adil dalam proses penilaian, setiap sistem penilaian akan mengalami kegagalan, mengingat sebagian besar metode evaluasi tidak efektif karena sifat metode ini yang kompleks, dan selalu berubah.

Faktor utama ketidak efektifan  sistem penilaian kinerja adalah ketidak sadaran staf dari tujuan penilaian kinerja, sistem penilaian kinerja dan administrasi, realitas sosial budaya, dan menerapkan kriteria retrospektif, hal ini dapat menyebabkan penilaian kinerja memiliki dampak yang kecil pada peningkatan kinerja  karyawan.  Selain itu adanya ketidak keadilan, objektivitas, umpan balik yang sesuai, dan partisipasi staf kurang diperhatikan dalam kebijakan-kebijakan organisasi.

Manajer yang tidak memiliki kekuatan dorongan atau komunikasi yang baik dengan karyawan; sistem penilaian bersifat subyektif dan tidak terspesialisasi, juga dapat menjadikan penilaian kinerja menjadi bias dan tidak memberikan umpan balik yang tepat. Bahwa tidak adanya manajer yang terlatih merupakan kelemahan terbesar dari sistem penilaian kinerj karyawan.

Dapat dikatakan bahwa sistem penilaian kinerja memegang peranan penting dalam keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Penilaian yang sesuai sistem mungkin bisa meningkatkan motivasi untuk memberikan yang lebih baik layanan kepada klien. Dengan sistem penilaian kinerja yang tepat, dapat memastikan umpan balik yang tepat, sehinggga dapat mengambil kebijakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dari tugas pegawai/karyawan.(Heti Patmawati)