Kunjungi IIB Darmajaya, Mahasiswa Bustanul Ulum Belajar Desain Pamflet dengan Dosen DKV

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Bustanul Ulum, Lampung Tengah melakukan kunjungan ke Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Kamis, (22/12/22).

Kunjungan mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut juga untuk belajar pengenalan tools desain grafis. Rombongan mahasiswa yang didampingi Ketua STIT Bustanul Ulum Dr. Dedi Andrianto, M.Pd., Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STIT Bustanul Ulum Ari Arkanudin, M.S.I. dan beberapa dosen langsung menuju Laboratorium Dasar Lantai II Gedung Abdul Karim.

Kegiatan ini juga bagian tindak lanjut dari Implementasi Kerjasama Tri Darma Perguruan Tinggi. Kedua perguruan tinggi sebelumnya telah menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dan pelatihan.

Ari Arkanudin mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah Wirausaha yang diambil mahasiswa. “Ada 25 mahasiswa/i yang mengikuti kegiatan kunjungan ini. Mereka juga belajar untuk desain pamflet,” ungkapnya.

Dia berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam pelatihan tersebut. “Terima kasih atas materi yang diberikan kepada mahasiswa,” ucapnya.

Pengenalan tools desain grafis disampaikan Dosen Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) IIB Darmajaya, M. Redintan Justin, M.Ds. Justin –biasa dia disapa – sebelumnya mengenalkan definisi branding kepada mahasiswa/i.

Ia melanjutkan dengan praktik pembuatan pamflet menggunakan Adobe Photoshop. Mahasiswa/i pun senang mengikuti praktik yang dipandu oleh Dosen DKV tersebut. “Untuk yang ingin mencoba sendiri usai pelatihan ini dapat memindahkan filenya ke email ataupun google drive,” kata Justin.

Justin juga memberikan rekomendasi referensi untuk pembuatan pamflet ataupun alat promosi lainnya dalam situs freepik.com. “Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa sekalian,” tutupnya. (**)

Dosen IIB Darmajaya Pembicara Workshop HIPMI UMKM Expo 2022, Tawarkan Kemandirian UMKM

TUBA -(deklarasinews.com)– Dua dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi pembicara Workshop HIPMI UMKM Expo 2022 di Aula Islamic Center Kabupaten Tulang Bawang, pada Rabu (21/12/22).

Keduanya adalah Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si., dan Yulmaini, S.Kom., M.Cs. Workshop dibuka langsung Sekretaris Kabupaten Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Ir. Anthoni, M.M.

Workshop mengusung tema “Bergerak bersama HIPMI UMKM Bangkit Tulangbawang Jaya” tersebut diikuti ratusan peserta terdiri dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mahasiswa, dan pelajar SMA/K di Tulangbawang.

Dalam sambutannya, Anthoni mengatakan workshop ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan masyarakat di Kabupaten Tulangbawang. “Melalui kegiatan ini mari kita bangun jiwa berwirausaha dan workshop ini berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya di Kabupaten Tulangbawang,” ungkapnya.

Menurut dia, perkembangan perekonomian Tulangbawang juga bergantung pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti pandemi Covid 19, ekonomi masyarakat dapat bertahan dan sangat terbantu berkat UMKM.

Dalam paparannya, Prof Anuar–biasa dia disapa–mengatakan bahwa Lampung  memiliki 168.938 UMKM yang tersebar di 15 kabupaten/ kota. “Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha,” ucapnya.

Menurut dia, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

“Saat ini pemerintah juga gencar-gencarnya untuk memajukan UMKM di Indonesia dengan memberikan stimulan baik pendanaan maupun pendampingan,” ujarnya.

Karena, lanjut dia, UMKM sebagai sarana dalam mengentaskan masyarakat dalam jurang kemiskinan. Juga sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil dan memberikan devisa bagi negara.

“Namun, terdapat berbagai kendala hingga masalah untuk memajukan UMKM diantaranya modal, sumber daya manusia (SDM), hukum, dan akuntabilitas,” bebernya.

Adapun permasalahan UMKM saat ini, kata Prof Anuar, perubahan pola konsumsi masyarakat yang sebelumnya offline beralih ke online. “Distribusi produk menjadi terhambat dan bahan produksi yang sulit diperoleh,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yulmaini menambahkan hasil penelitian bersama Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs. dan Aswin, S.E., M.M., tahun 2022 lalu. Penelitian berjudul “Implementasi Ranking Based pada SiMoniK (Sistem Informasi Monitoring Kinerja UMKM) untuk Rekomendasi Strategi Peningkatan Kemandirian UMKM di Bawah Binaan Dinas Koperasi dan UKM Pesawaran” belum termonitornya perkembangan UMKM setiap saat oleh Dinas.

Kemudian, pengurusan perizinan, desain produk, label masih dilakukan oleh masing-masing UMKM dan belum terorganisir. “Sebagian besar UMKM masih memasarkan produknya secara konvensional dan belum tersedia marketplace khusus produk UMKM,” ungkapnya.

Dari hal tersebut, lanjut dia, dibuatnya SiMoniK yang menjadi strategi peningkatan kemandirian UMKM. Terdiri dari modul aplikasi pemetaan UMKM, modul aplikasi service center, modul aplikasi marketplace, dan aplikasi monitoring kinerja UMKM dan rekomendasi. “Ini sudah kita terapkan di Kabupaten Pesawaran, khususnya di Dinas Koperasi dan UMKM,” tutupnya. (**)

Pilrek Unila 2022: Membangun Peradaban Jujur, Adil dan Bersahabat

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Seperti biasa kita mulai tulisan ini dengan ajakan untuk selalu: Dang lupo BAHAGIA geh ! Sebuah pantun sederhana semoga dapat menemani akhir pekan kita semua.

Naik sepeda di hari Minggu

Tjuannya ke Pasar Tugu

Jika kamu ingin Unila maju

Pilihlah yang Rektor yang cerdas dan bermutu

Seorang Rektor perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting. Pertama, ia adalah pimpinan lembaga yang mendapatkan amanah/tugas dari pemerintah mencerdasakan kehidupan anak bangsa. Kedua, Rektor adalah pimpinan akademik yang harus membawa dan menjaga marwah akademik perguruan tinggi yang ia pimpin. Dengan kondisi yang demikian, pemilihan rektor, khususnya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi sangat penting kita cermati. Dengan proses pemilihan yang baik, jujur dan berintegritas, kita berharap  mendapatkan sosok pimpinan akademik yang tidak hanya dapat mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi. Kita meyakini ini adalah salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini juga tentunya merupakan upaya untuk membangun Unila menjadi semakin baik.

Babak akhir Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung (Unila) rencananya akan digelar Rabu (28/12/2022). Pada rapat senat tertutup yang dihadiri 47 anggota senat Unila di ruang sidang utama rektorat, Kamis, 22 Desember 2022 lalu, Senat Unila telah menetapkan tiga nama calon Rektor Unila periode 2023 – 2027.  Hasil voting tahap pertama ini diperoleh jumlah suara terbanyak Prof. Ir. Suharso, Ph.D., 21 suara, disusul oleh Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked. M.Kes., 10 suara, dan posisi ketiga Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., dengan 7 suara.

Dengan demikian hasil tersebut menunjukan bahwa ketiganya mengungguli lima kandidat lain yakni Dr. Nairobi, S.E., M.Si., 6 suara, Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., 2 suara, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., 1 suara, dan Dr. Marselina S.E., M.P.M., dan Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., tidak mendapatkan suara.

Proses pemilihan rektor berikutnya adalah babak akhir yang rencannya akan dilaksanakan pada Rabu, tanggal 28 Desember 2022. Sidang Pemilihan Rektor ini juga akan berlangsung secara tertutup  hanya diikuti oleh anggota Senat dan perwakilan Menristekdikti. Menurut aturan, Menristekdikti memiliki bobot hak suara sebesar 35%. Anggota senat Unila saat ini tercatat sebanyak 47 orang. Tentu saja kita berharap semua anggota senat sehat dan dapat hadir dan memberikan suara. Dengan kondisi yang demikian, diperkirakan pada sidang ini perwakilan Menristekdikti juga memberikan hak suaranya kepada calon Rektor.

Saat ini tentu saja semua calon sedang melakukan lobi-lobi baik kepada anggota senat maupun Kemenristek DIkti untuk dapat memperoleh suara terbanyak. Usai menetapkan tiga nama calon Rektor Unila periode 2023 – 2027, Jumat, 23 Desember 2022, bertempat di ruang sidang lantai dua rektorat, telah dilakukan wawancara via daring antara ketiga calon dengan kemendikbudristek. Kegiatan ini merupakan salah satu fase yang harus dilalui para kandidat sebelum melaju ke tahap pemilihan yang digelar 28 Desember mendatang. Hal ini tentunya sangat wajar, karena kemenristek dikti tidak ingin mendapatkan informasi lengkap agar tidak sembarang dalam pemberian suara.

Setelah selesai pemilihan Rabu mendatang, berikutnya Panitia Pemilihan Rektor akan menyampaikan surat berita acara hasil pemilihan kepada Menristekdikti. Proses selanjutnya yaitu pelatikan Rektor yang inshaallah akan dilaksankan pada awal tahun depan. Kita tentunya selalu menggantungkan harapan pilrek di Unila ini dapat berlangsung dengan rasa persaudaraan dan kebersamaan. Jauh dari intrik-intrik politik atau dari yang tidak kita inginkan. Maka mari kita bersama-sama terus mengawal kemajuan Unila lebih baik.

Kita semua  civitas akademika  dan pemangku kepentingan Unila berharap dalam proses pemilihan Rektor ini dapat berjalan baik dan lancar serta berhasil memilih sosok rektor terbaik bagi Unila yang kita cintai. Aamin YRA.

(Prof. Admi Syarif, Guru Besar Ilmu Komputer, FMIPA Unila) (Novis)

MA Darul Huffaz Datangkan Dosen IIB Darmajaya untuk Latih Pembelajaran Interaktif

PESAWARAN -(deklarasinews.com)– Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan pelatihan Upgrading guru Madrasah Aliyah (MA) Darul Huffaz, Pesawaran selama tiga hari (19 – 21 Desember 2022).

Dosen tersebut yakni Nursiyanto, S.Kom., M.T.I. selaku ketua tim pengabdian dengan anggota TM Zaini, S.Kom., M.Kom., dan Zulkarnaini, S.Kom., M.T.I. Pelatihan diikuti sekitar 25 guru MA Darul Huffaz di Perpustakaan Putri Pondok Pesantren Darul Huffaz.

Materi yang disampaikan ketiganya meliputi pengembangan PPT berbasis STEM, pengolahan bahan ajar di internet, dan pengunggahan video pembelajaran. Kegiatan tersebut juga dihadiri dan diikuti Kepala MA Muhammad Ja’far M, S.Pd.

Nursiyanto mengatakan pelatihan yang diberikan kepada MA Darul Huffaz merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dosen IIB Darmajaya. “Selama ini juga Ponpes Darul Huffaz telah menjalin kerja sama Tri Darma Perguruan Tinggi dengan IIB Darmajaya,” ungkapnya.

Dosen Prodi Sistem Informasi ini juga menerangkan pelatihan yang diberikan sesuai dengan permintaan dari pihak sekolah. “Kami memberikan materi disesuaikan dengan keinginan pihak sekolah,” tuturnya.

TM Zaini menambahkan materi yang diberikan juga untuk menunjang pembelajaran interaktif dari guru MA Darul Huffaz. “Kita sampaikan materi pembelajaran interaktif melalui PPT dengan upload YouTube,” imbuhnya.

Peserta juga diberikan tutorial cara pembuatan akun YouTube dengan mengunggah pembelajaran interaktif yang dibuatnya. “Selain itu juga diberikan cara pembuatan Google Drive dan website,” ujarnya.

Sementara, Kepala MA Darul Huffaz, Muhammad Ja’far M, S.Pd. mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang diberikan oleh Dosen IIB Darmajaya. “Materi yang diberikan akan membantu dalam pembelajaran interaktif tahun 2022/2023,” ungkapnya.

Dia berharap kedepan dapat memberikan materi lainnya dalam mendukung pembelajaran interaktif kepada pelajar. “Semoga materi yang didapatkan dapat diimplementasikan oleh dewan guru di kelasnya masing-masing,” pungkasnya. (**)

Sukses, Magister Kesehatan Masyarakat UMITRA Pertahankan Akreditasi Baik Sekali

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mitra Indonesia (Prodi M.Kes UMITRA) sukses pertahankan predikat sebagai kampus Unggul, tertuang dalam Surat Keputusan 1063/LAM-PTKes/Akr/Mag/XII/2022 yang turun pada Jumat (16/12) lalu. Hal ini mengokohkan reputasi Kampus UMITRA sebagai perguruan tinggi bereputasi nasional.

Rektor UMITRA, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,S.P.,MM menegaskan bahwa hasil akreditasi ini bentuk keseriusan UMITRA dalam mengelola perguruan tinggi. Menurutnya, sukses tidak cukup diungkap lewat kata, tapi dibuktikan melalui rekognisi, baik akreditasi maupun sertifikasi.

“Akreditasi prodi Magister Kesehatan Masyarakat saat ini kembali meraih predikat Baik Sekali, menggambarkan kredibilitas perguruan tinggi sebagai instansi yang menyelenggarakan tridarma. Saya bersyukur bahwa UMITRA senantiasa dipercaya untuk mengemban predikat kampus akreditasi Baik Sekali. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari kerjasama seluruh elemen dan pihak yang ada di UMITRA,”Katanya.

Meski begitu, Bunda Reny, sapaan akrabnya menilai bahwa akreditasi ini belum cukup. Harus ada upaya mengemban tanggung jawab, salah satunya meyakinkan masyarakat bahwa program studi Magister Kesmas UMITRA memang pantas menyandang akreditasi Baik Sekali. Tidak hanya melalui jalur verbal dan audiovisual, tetapi juga harus memastikan output dan alumni dari Prodi Magister Kesmas mampu menjadi pribadi yang mandiri dan menduduki jabatan-jabatan strategis dan penentu kebijakan baik di Instansi pemerintah, swasta bahkan ada yg dipercaya memegang tongkat komando instansi di luar negeri.

“Maka, program Center of Excellence (CoE) yang ada di lingkungan UMITRA memiliki peran penting untuk mewujudkan tujuan itu. Bagaimana mahasiswa mampu memiliki skill yang sesuai dengan industri sehingga bisa menjadi pribadi yang mandiri. Tidak hanya menjadi pekerja, tapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat luas,” tegasnya.

UMITRA juga senantiasa berupaya melahirkan alumni-alumni yang mandiri sekaligus diperhitungkan di tengah masyarakat. Prodi Magister Kesehatan Masyarakat tidak ingin diakuai secara formal saja, tapi juga juga diakui unggul oleh masyarakat luas berkat kontribusinya. Maka, Program studi Magister Kesehatan Masyarakat UMITRA pasti memiliki andil dalam tujuan ini dengan memastikan mahasiswa lulus tepat waktu, pasti mandiri dan pasti bekerja. Dengan begitu, UMITRA dapat berkontribusi besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Yayasan Mitra Lampung. Dr. H. Andi Surya selaku Ketua yayasan yang membawahi Universitas Mitra Indonesia. Menurutnya, UMITRA merupakan kampus excellent. Maka perlu adanya upaya dalam mengapresiasi, merawat serta menjaga dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan pemerintah dan masyarakat. Salah satu harapannya yakni adanya peningkatan minat masyarakat akan penyelenggaraan pendidikan di Kampus Putih. Begitupun dengan bertambahnya jumlah kerjasama yang diusahakan.

“Bentuk dari upaya lain UMITRA yang bisa dilihat adalah beragam sertifikasi nasional bahkan internasional dan CoE berbasis prodi. Hadirnya CoE yang bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) memberikan kesempatan, kepastian dan pengalaman bagi mahasiswa. CoE juga dinilai bisa semakin memperkuat capaian-capaian UMITRA untuk memperoleh akreditasi Unggul, baik berbasis prodi maupun institusi,” pungkasnya (rls/*).

Evaluasi Kehidupan Beragama di Indonesia

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kasus sektarianisme menempati posisi teratas temuan masalah dalam situasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) 2022. Hal ini disampaikan Husni Mubarak, Dosen Universitas Paramadina dalam Diskusi Evaluasi Akhir Tahun Kehidupan Beragama di Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Paramadina, Jumat (23/12/2022).

Hal tersebut menurut Husni umumnya bersentuhan dengan level negara di mana terdapat regulasi negara, aturan dan Undang-undang yang digunakan aparat negara dalam menyelesaikan problem-problem KBB agar tidak bertabrakan satu dengan yang lain.

“Salah satunya adalah kasus Roy Suryo ketika dituduh menodai agama dalam kasus gambar stupa dan ditindaklanjuti oleh Polisi. Kasus lainnya adalah ritual menikah dengan kambing, dianggap menodai agama dengan tersangka 4 orang.” ujarnya.

Menurut Husni yang juga Peneliti pada Pusat Studi Agama dan Demokrasi, kasus-kasus KBB antar agama di mana masyarakat lebih banyak terlibat dalam penyelesaian dengan menggunakan regulasi sosial daripada regulasi negara.

“Pada kasus agama leluhur seimbang antara regulasi negara dan regulasi sosial. Dari 24 kasus hanya 2 perkembangan positif terkait KBB, yakni adanya KUHP baru yang menghapus UU PNPS 1965 dan pelayanan pendidikan bagi siswa pemeluk agama leluhur. Dan secara umum, lebih banyak kasus baru ketimbang kasus lama (sejak sebelum 2022) yang tidak kunjung selesai.” Imbuhnya.

Namun menurutnya pada kasus Sektarianisme, seluruhnya adalah kasus baru pada 2022. “Pada isu antar agama, lebih banyak kasus lama yang belum selesai daripada kasus baru 2022. Pada isu agama leluhur, kasus baru lebih banyak daripada kasus lama yang belum selesai. Kasus sektarianisme lama (pra 2022) tidak muncul di berita kembali dibanding isu antar agama dan agama leluhur.”

Terdapat 3 masalah yang masih harus diselesaikan, yaitu masalah struktural, di mana sila pertama Pancasila dianggap tidak memberi ruang bagi warga yang tidak berketuhanan yang maha esa.

“Munculnya hierarki dalam Agama dan keyakinan. Agama dianggap lebih tinggi levelnya dari keyakinan. Norma untuk membatasinya terletak pada siapa yang lebih dominan, dan agama pada akhirnya dominan dalam menentukan boleh atau tidak.” Tuturnya.

Berikutnya adalah masalah kultural, kerukunan sebagai filosofi bernegara dirasa masih belum memadai. Toleransi masih pada level tak acuh terhadap orang atau kelompok yang berbeda, dan kurang peduli terhadap kepentingan orang lain.

“Masalah ketiga adalah masalah implikasi struktural, harus jadi penekanan bahwa dibutuhkan satu kontrak kebangsaan baru tentang kehidupan beragama yang inklusif dan setara. Pada implikasi kultural  diperlukan perubahan paradigma terpenuhinya Hakku, adalah juga kepentinganmu.” Tegasnya.

Pembicara lainnya Trisno Sutanto, aktivis Paritas Institute menyatakan bahwa dalam sejarah perjalanan agama-agama, sudah cukup lama diwanti-wanti, bahwa akan terjadi pergeseran dari dimensi eksternal antar agama kepada dimensi internal, intra agama.

“Relasi atau hubungan antar agama seringkali tegang. Kira-kira dimulai sejak adanya transisi orde lama ke orde baru kerap terjadi kasus sektarianisme kelompok yang dianggap sesat. Jika itu benar masih terjadi, maka kita menghadapi persoalan yang tidak ada ujung pangkal. Bagaimana menafsirkan tafsir teologis yang begitu luas, dan biasanya pihak dominan akan menarik tangan negara untuk menyelesaikannya.” katanya.

Trisno menjelaskan bahwa dalam urusan antar agama agaknya merupakan dari persoalan eksternal. “Tapi kalau misalnya sesama Kristen, bagaimana menyelesaikannya? Semua tafsir pasti berbeda, begitu pula di dalam Islam antara Sunni dan Syiah. Jika ditarik ke belakang, itu terjadi pada 2004-2006 ketika ada serangan terhadap Ahmadiyah.”

Trisno menjelaskan bahwa dalam riset PGI, dalam banyak persoalan krusial dalam hal-hal mendasar negara, ternyata agama sering menghantui sehingga membelokkan percakapan.

“Dalam amandemen konstitusi terdapat semangat pembaharuan yang begitu besar. Seluruh perangkat aturan tentang HAM masuk di dalamnya, yang didasarkan pada kebebasan, tetapi diujung semua itu lalu dibatasi oleh nilai-nilai agama. Dan itulah yang menghantui kita dalam sila pertama Pancasila.” Lanjutnya.

“Agama leluhur juga menjadi masalah. Sudah terjadi diskriminasi sejak dulu awal negara berdiri. Namun pada 2016 ada keputusan MK yang merupakan terobosan besar, bahwa dalam agama dan kepercayaan tidak boleh ada diskriminasi. Berbeda tapi perlakuannya harus setara. Sayang yang menjadi terobosan MK sampai sekarang belum menjadi kekuatan politik untuk menjadi norma baru dalam peraturan.” Bebernya.

Menarik sekali apa yang ditawarkan oleh PBNU sekarang, dengan program Fiqh Peradaban. “Ada harapan perubahan dalam fiqh peradaban agar kehidupan beragama lebih setara dan adil. NU membuang istilah Kafir menjadi Non Islam. Ada pergeseran besar dari Bahasa fiqih keagamaan kepada Kewargaan. Kalaulah hal itu berhasil maka implikasinya bisa luarbiasa.” Tambahnya.

“Implikasi Kultural lebih diharapkan karena ada langkah-langkah yang sangat konkrit sampai pada level pesantren di pedesaan. NU bisa sebagai contoh bagaimana perubahan orientasi teologis dimungkinkan untuk menjadi Bahasa Kewargaan.” Pungkasnya.(*)

Dinilai Curang, Ratusan Mahasiswa UNILA Tuntut PEMIRA Diundur

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Berdaulat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unila, Jumat, 23 Desember 2022.

Mereka mendesak Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Presiden Mahasiswa periode 2023-2027 diundur karena diduga syarat akan kecurangan dan ketidaknetralan.

Koordinator Aksi Farhan Allyando
mengungkapkan banyak kejanggalan dan kecurangan serta ketidaknetralan dari panitia penyelenggara.

Salahsatunya, Ketua Panitia Pemira, Made Darma membuat surat pengunduran diri yang mana disebutkan bahwa terdapat potensi yang dapat mengancam keselamatan panitia Pemira, unsur tekanan, ancaman dan intervensi yang bersifat fisik maupun non fisik.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh timeline yang sudah dibuat panita Pemira dirubah karena tidak sesuai dengan tata administrasi yang berlaku.

Pihaknya juga menuntut pertanggungjawaban dari DPM Pansus Unila terkait banyaknya kecacatan yang telah terjadi di tubuh Panitia Pemilihan Raya Unila.

Aliansi Mahasiswa Berdaulat juga menuntut Plt Rektor untuk mengeluarkan SK pembatalan Pemira dan mengambil alih proses pemira secara penuh karena Wakil Rektor III dianggap tidak lagi mampu menjalankan tugas.

Selanjutnya, pihaknya menuntut Panitia Pemilihan Raya Unila untuk diganti seluruhnya karena tidak taat pada aturan yang berlaku. (Red)

Lantik Pengurus HMA Unibrah Tidore, Ini Yang Diharapkan Dedi Buamona

SOFIFI  -(deklarasinews.com)- Ketua Program Studi Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah Tidore, Dedi M. Buamona resmi melantik pengurus Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Unibrah Tidore periode 2022-2023.

Selain pelantikan pengurus HMA, juga dirangkaikan dengan perayaan Milad ke-3 Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Unibrah Tidore dan pelantikan Dosen Program Studi Arsitektur. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Unibrah Tidore, Sofifi, Kamis (22/12/2022) kemarin.

Dedi dalam sambutannya mengatakan, ada banyak hal yang harus dipahami oleh mahasiswa arsitektur. Salah satunya, ilmu yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan bangunan.

“Mahasiswa di jurusan arsitektur tidak hanya mempelajari teori tekhnik dari suatu bangunan. Tetapi, harus mendalami konsep dan ide desain suatu bangunan sebelum menggambar diatas kertas,” katanya.

Selain itu, ia menekankan kepada mahasiswa jurusan arsitektur Fakultas Tekhnik Unibrah Tidore untuk fokus belajar, bukan hanya belajar teori namun dapat mempraktekkannya sehari-hari, agar bisa bersaing dengan mahasiswa arsitektur dari kampus-kampus lain, khususnya di Maluku Utara.

“Saya berharap agar pengurus HMA ini, dapat berperan aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan pembinaan dan peningkatan skill mahasiswa arsitektur itu sendiri,” ujar Dedi.

Sekadar diketahui, pengurus Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Unibrah Tidore periode 2022-2023, diketuai Marzuki Kanterumingan, Sekretaris M. Dzikra Mursalim, dan Bendahara Fasriyani B. Arif. (is).

Saksi Suap PMB Calon Kuat Rektor Universitas Lampung !

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prof. Suharso dan Prof Asep Sukohar saksi kuat dalam kasus suap Penerima mahasiswa baru (PMB) Unila,  memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan rektor putaran pertama.

Dalam pemilihan tersebut Senat Universitas Lampung menetapkan tiga calon rektor, Prof. Suharso memperoleh 21 suara, Prof. Asep Sukohar memperoleh 10 suara, dan Prof. Lusmeilia Afriani memperoleh 7 suara, Menyisihkan 5 calon lainnya, Dr. Nairobi memperoleh 6 suara, Prof. Hamzah 1 Suara, Dr. Ayi Ahadiat 2 suara, Prof. Murhadi 0 suara, Dr. Marselina 0 suara dari 47 suara senat universitas lampung.

Selanjutnya akan dilakukan pemilihan rektor pada tanggal 28 mendatang. Pemilihan rektor Unila akan ditambah dengan suara menteri, untuk menentukan rektor Universitas Lampung.(*)

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya Belajar Budaya China dan Hiding Technologies dengan Dosen NTVU

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fakultas Ilmu Komputer dan Unit Pelaksana Teknis International Office Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar General Lecture Exchange bersama Nantong Vocational University (NTVU) China, Rabu (21/12/22).

General Lecture Exchange diisi Dr. Sun Yang dengan topik “The Four Arts in Traditional Chinese Culture” dan Mr. Zhu Li’ao dengan topik “An Overview of Information Hiding Technologies”.

Dalam paparannya, Dr. Sun Yang memaparkan empat seni di China yang juga dipelajari mahasiswa sarjana yaitu Guqin atau Sitar China, Game of Go, Kaligrafi China, dan lukisan China. “Alat musik Guqin dengan cerita sejarah dari 3.000 tahun menjadi bagian penting kebudayaan tradisional China,” ucapnya.

Dr. Sun Yang juga memutarkan video pengenalan Guqin music, Game of Go, Kaligrafi China, dan lukisan China. “Game of Go memiliki filosofi hidup dan strategi di dunia,” tuturnya.

Sementara, Mr. Zhu Li’ao menerangkan tinjauan teknologi penyembunyian informasi. Ia mendeskripsikan dalam sebuah flowchart yang dimulai dari undercover officer, infiltrate, ilegal factory, hingga ke pemberi perintah (commander).

Menurut dia, beberapa informasi penting sebuah perusahaan ataupun negara disembunyikan dikarenakan untuk keamanan. Hal tersebut juga dalam menghindari akses ilegal yang dilakukan di beberapa negara.

Salah satunya, kata dia, dengan melakukan Steganografi. Yaitu ilmu ataupun cara dalam menyembunyikan sebuah pesan rahasia yang dilakukan pemberi kepada penerima. “Steganografi dapat melindungi perpindahan data dan perpindahan partisi. Steganografi juga dapat mengaplikasikan penyematan pesan terenkripsi,” tuturnya.

General Visiting Lecture merupakan implementasi kerjasama antara IIB Darmajaya dengan NTVU, China. Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama UPT IO menggelar sharing knowledge yang disampaikan oleh Dosen NTVU.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa IIB Darmajaya baik dalam tataran akademik maupun cultural. Sebelumnya, pada Selasa (20/12/22) UPT IO dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menggelar General Lecture Exchange bersama dengan NTVU, China dengan topik “Accounting Transformation In The Era of Intellegence Finance” yang disampaikan Ms. Xing Ya. (**)