Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Tekankan Peran Strategis Posyandu dalam Mendukung Pembangunan Daerah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sekaligus Pembina Pos Layanan Terpadu (Posyandu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Febrita Lustia HD didampingi Ketua TP PKK Kota Palembang Hj Dewi Sastrani RD memberikan Pembinaan kepada 2  Posyandu di Kota Palembang, Sabtu (17/5/2025).

Kedua posyandu yang diberikan pembinaan tersebut dilaksanakan di Posyandu Anggrek V Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring dan Posyandu Mawar Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Kota Palembang.

Dalam arahannya Feby Deru menjelaskan Posyandu merupakan bagian dari lembaga kemasyarakatan desa / lembaga kemasyarakatan kelurahan sebagai wadah partisipasi masyarakat.

“Hadirin sekalian posyandu merupakan mitra pemerintah desa/kelurahan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan serta meningkatkan pelayanan di desa, tugas dan fungsi Posyandu sendiri adalah membantu kepala desa/lurah melakukan pemberdayaan masyarakat, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat di desa/kelurahan berdasarkan standar pelayanan,” katanya.

Dalam kesempatan ini Feby menerangkan bahwa sekarang Posyandu bertransformasi Melayani 6 (Enam) bidang standar pelayanan minimal (SPM) yakni Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) dan Sosial.

“Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang saya hormati, Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam menguatkan peran strategis Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat, khususnya dalam mendukung implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujarnya.

Selanjutnya, Feby menegaskan Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan memiliki peran penting, terutama di bidang kesehatan dan sosial. Oleh karena itu ia berharap sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelayanan yang diberikan benar-benar berguna bagi segenap lapisan masyarakat Sumsel dan meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan.

“Keberadaan posyandu ini sangat penting di lingkungan bermasyarakat terutama bagi kesehatan dan sosial, di sini saya hadir bersama kepala OPD yang berkaitan langsung dengan Posyandu jadi apa yang perlu disinergikan silahkan dijalin dengan baik sehingga tingkat kesehatan dan kesejahteraan di Sumsel ini semakin meningkat,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Anggota DPD RI, dr Ratu Tenny Leriva, Ketua Dharma Wanita Sumsel, Desy Kasnayati Edward Candra, Ketua DWP Kota Palembang, Ida Aprizal, Camat Jakabaring Rahmat Maulana dan Para Kepala OPD yang berkesempatan hadir. (Ning)

 

Dorong Literasi Keuangan Perempuan, Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Nilai Program SICANTIKS OJK Inovatif

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Hj Febrita Lustia HD mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pelaksanaan program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS). Kegiatan ini digelar di Ballroom OJK Sumsel Jalan Jend. Sudirman Palembang, Sabtu (17/5/2025).

“Literasi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengambilan keputusan keuangan yang bijak dan terencana,” ujar Feby.

Ia menambahkan bahwa pemahaman keuangan yang baik dapat membantu perencanaan masa depan, membentuk ketahanan keluarga, serta meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga.

“Inilah pentingnya mengelola keuangan secara mandiri. Meski sukses, kita tetap harus mampu mengatur keuangan sendiri,” katanya.

Feby menyoroti masih banyaknya keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi karena minimnya literasi keuangan, meskipun secara finansial mereka tergolong cukup.

“Belakangan ini kita sering mendengar banyak korban investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang berakhir dengan kesulitan, bahkan jeratan hukum. Ini terjadi karena kurangnya pemahaman keuangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Feby juga menyinggung peran Gerakan PKK melalui 10 Program Pokok, salah satunya adalah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program ini mendorong pengembangan potensi, pelatihan keterampilan, dan peningkatan pemasaran produk untuk menambah penghasilan keluarga.

Namun, menurut Feby, pelaku UP2K/UMKM masih menghadapi kendala, terutama dalam hal permodalan dan perluasan pemasaran.

“Oleh karena itu, saya mengimbau OJK untuk terus menggelar kegiatan literasi, khususnya di bidang keuangan dan pemasaran produk,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kader PKK merupakan ujung tombak dalam menyebarkan edukasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Mengajak kader PKK mengikuti kegiatan ini adalah langkah yang sangat tepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, menyampaikan bahwa OJK merupakan mitra Komisi XI dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan. Ia menilai program SICANTIKS sangat penting, terutama bagi ibu-ibu yang rentan terhadap pinjol ilegal dan investasi abal-abal.

“Kami mengapresiasi OJK atas program SICANTIKS yang memberikan edukasi keuangan bagi para ibu di Provinsi Sumsel,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi untuk menciptakan ibu-ibu yang cerdas dalam hal keuangan.

“Dengan kecakapan finansial, ibu-ibu dapat mendampingi UMKM agar berkembang dan mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (Ning)

Festival Sriwijaya ke-33 Resmi Dibuka, Gubernur Sumsel Herman Deru Terima Penghargaan KEN 2024 dari Kemenparekraf RI

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru secara resmi membuka Festival Sriwijaya ke-33 di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Palembang, Jumat (16/5/2025) malam.

Pembukaan festival ini dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan kekayaan warisan budaya tak benda Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru  juga menerima Piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI). Penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten Deputi Event Daerah Kemenparekraf, Reza Pahlevi, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Sumsel dalam menyelenggarakan event-event berskala nasional yang berdampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

“Saya berterima kasih kepada Kemenparekraf yang telah memasukkan Festival Sriwijaya dalam KEN. Sumsel tidak hanya memiliki Festival Sriwijaya, tetapi juga event lain seperti Sriwijaya Dempo Run dan Sriwijaya Ranau Grand Fondo. Saya berharap kedua event tersebut juga dapat masuk dalam KEN,” ujar Herman Deru.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi kepala daerah se-Sumsel dalam penyelenggaraan Festival Sriwijaya. Menurutnya, festival ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa Sumsel memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa.

“Penyelenggaraan ini juga merupakan ungkapan rasa cinta kita terhadap seni budaya Sumsel. Pada acara puncak nanti, saya ingin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melibatkan para pelajar,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Event Daerah Kemenparekraf, Reza Pahlevi, menyampaikan apresiasinya terhadap Pemprov Sumsel atas suksesnya penyelenggaraan festival ini. Ia menyebut, Festival Sriwijaya bersama dua event lainnya, Lomba Bidar dan Festival Karangasem di Muara Enim masuk dalam daftar KEN.

“Event seperti ini sangat strategis dalam menarik wisatawan karena melibatkan banyak pihak, mulai dari seniman, pelaku UMKM, hingga pelaku pameran. Sumsel sudah terbukti berpengalaman menyelenggarakan event nasional maupun internasional,” ungkap Reza.

Menurutnya, Festival Sriwijaya merupakan acara tahunan yang bertujuan mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Sumsel sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Pandji Tjahjanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Sriwijaya ke-33 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Mei 2025. Festival ini menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Beberapa pertunjukan yang ditampilkan antara lain sendratasik The Glory of Sriwijaya yang sudah kita saksikan bersama malam ini, penampilan seni budaya dari 17 kabupaten/kota, serta talkshow kebudayaan,” jelas Pandji.

Pembukaan Festival Sriwijaya turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, jajaran Forkopimda, para Bupati/Walikota se-Sumsel, Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru, Staf Ahli TP PKK Sumsel Lidyawati Cik Ujang, para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, Korwil ICSB Sumsel Samantha Tivani, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. (Ning)

 

Cegah Bencana Hidrometeorologis, Wagub Cik Ujang Dorong Gerakan Tanam Pohon

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan(Sumsel) H. Cik Ujang menggencarkan gerakan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang dipusatkan di Plaza Danau Jakabaring Palembang, Sabtu (17/5/2025).

Aksi ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan Sumsel sebagai provinsi hijau, lestari, dan berkelanjutan.

Menurut Cik Ujang, kegiatan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-79, yakni “Bersama Membangun Sumsel, Mari Bersinergi Mewujudkan Sumsel Maju Terus untuk Semua.” Selain sebagai bagian dari peringatan HUT, kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi terhadap pembangunan berwawasan lingkungan.

“Penanaman pohon ini bertujuan mengurangi dampak bencana hidrometeorologis seperti kekeringan, gagal panen, kesulitan air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan,” ujar Cik Ujang.

Ia menambahkan, bencana-bencana tersebut merupakan dampak nyata dari perubahan iklim serta degradasi hutan dan lahan. Karena itu, penanaman pohon menjadi langkah strategis dalam upaya pemulihan lingkungan.

“Penanaman pohon tidak hanya menjaga fungsi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas udara. Satu pohon yang kita tanam diperkirakan mampu menghasilkan 1,2 kilogram oksigen per hari, sementara satu orang hanya membutuhkan 0,75 kilogram oksigen. Artinya, satu pohon cukup untuk dua orang,” jelasnya.

Cik Ujang juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan ekosistem hutan dan lahan di berbagai wilayah Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh peserta untuk aktif menanam pohon, tidak hanya di Plaza Danau OPI Jakabaring, tetapi juga di berbagai wilayah di Sumatera Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga upaya kita menjaga kelestarian hutan mendapat ridho dari Allah SWT,” tutupnya.(Ning)

 

Gubernur Herman Deru Serahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada Petani Sawit di Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara simbolis menyerahkan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada petani dan pekebun sawit Sumsel tahun 2025. Acara penyerahan berlangsung di Auditorium Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (15/5/2025) sore.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan pentingnya perlindungan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi para pekerja. Ia menyebutkan, keberadaan jaminan ini memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi pekerja dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Pemberian jaminan sosial ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah, khususnya kepala daerah, kepada masyarakat. Masih banyak yang belum menyadari pentingnya layanan ini,” ujar Herman Deru.

Ia berharap layanan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri para pekerja.

“Mudah-mudahan layanan ini bisa membuat para pekerja lebih percaya diri karena tahu bahwa mereka dijamin,” tegasnya.

Agar jangkauan program semakin luas, Herman Deru mengimbau BPJS Ketenagakerjaan, terutama kantor cabang di kabupaten dan kota, untuk aktif menjalin komunikasi dengan bupati dan wali kota setempat. Ia menilai iuran program ini cukup terjangkau, hanya belasan ribu rupiah per bulan.

Gubernur juga mengingatkan agar santunan yang diterima digunakan secara bijak oleh para ahli waris.

“Dana santunan sebesar Rp42 juta dari Jaminan Kematian bisa ditabung atau dijadikan modal usaha oleh ahli waris,” jelasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Agus Darwa, mengungkapkan bahwa luas area perkebunan sawit di Sumsel mencapai 1,25 juta hektare. Dari luasan tersebut, terdapat sekitar 240 ribu kepala keluarga pekebun yang bergantung hidup dari sektor sawit dan rentan terhadap risiko kecelakaan kerja.

Karena itu, sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Herman Deru, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada pekebun melalui program Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang didanai dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.

“Pada tahun 2024, sebanyak 19.023 pekebun di daerah seperti OKI, Muba, OKU, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Banyuasin, Musi Rawas, dan Muratara telah menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Agus.

Ia menyebutkan, sejauh ini terdapat 63 kasus kematian dan 25 di antaranya telah menerima santunan. Santunan yang diberikan mencapai Rp42 juta untuk JKM, dan hingga Rp72 juta untuk JKK jika terjadi kecelakaan kerja yang berakibat kematian atau cacat tetap.

“Masih banyak pekebun yang belum terakomodasi dalam program ini, sehingga pendataan terus dilakukan agar manfaatnya semakin meluas,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin, menyatakan pihaknya bertugas memastikan para pekerja informal dapat masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengapresiasi komitmen Gubernur Herman Deru dalam melindungi pekerja sektor perkebunan.

“Dari sekitar 2,9 juta pekerja informal di Sumsel, baru sekitar 1,1 juta atau 36,39 persen yang terlindungi. Kami menargetkan jumlah itu terus meningkat pada tahun 2025,” kata Muhyidin.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru, didampingi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Muhyidin, dan Ketua Komisi II DPRD Sumsel Ayu Nur Suri, secara simbolis menyerahkan santunan kepada para ahli waris. (Ning)

QRIS Sriwijaya Badminton Cup Resmi Dibuka, Wagub Sumsel Cik Ujang Tekankan Semangat Sportivitas

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Cik Ujang, membuka secara resmi QRIS Sriwijaya Badminton Cup yang berlangsung di Lapangan Badminton PT Pupuk Sriwijaya Palembang, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh  Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumsel dalam rangka Road to Digital Kito Galo 6th Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan bahwa turnamen yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini merupakan salah satu wujud nyata sinergi dalam memajukan dunia olahraga.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan senantiasa berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga, mulai dari sisi pembinaan atlet, peningkatan sarana dan prasarana, hingga mendorong terselenggaranya berbagai ajang kompetisi seperti turnamen hari ini yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia,” ujarnya.

Cik Ujang juga mengajak seluruh peserta turnamen untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ia menekankan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi untuk menguji kemampuan dan menambah pengalaman, tetapi juga menjadi wadah berharga untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar instansi.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadikan ajang ini bukan hanya sebagai sarana mengasah kemampuan dan menambah pengalaman, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarinstansi,” imbuhnya.

Kepada para atlet dan ofisial yang berpartisipasi, Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat bertanding. Ia berpesan agar seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan dilandasi semangat juang yang tinggi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan rasa hormat kepada sesama.

“Kepada para atlet dan ofisial, saya ucapkan selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan semangat juang yang tinggi serta tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan rasa hormat kepada sesama. Ingatlah bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari skor di papan pertandingan, tetapi juga dari sikap, ketulusan, dan semangat yang ditunjukkan sepanjang pertandingan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P. Gozali, dalam laporannya menyampaikan bahwa QRIS Sriwijaya Badminton Cup mempertandingkan dua kategori menarik. Kategori pertama adalah undangan khusus yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan dari sektor perbankan, serta berbagai lembaga vertikal.

Ricky menuturkan bahwa dibukanya Open Tournament QRIS Sriwijaya Badminton Cup disambut antusias oleh para pemain bulutangkis profesional di Palembang.

“Alhamdulillah, tercatat 40 pemain profesional di Palembang yang akan berpartisipasi dalam turnamen ini. Saya melihat sendiri betapa luar biasanya talenta-talenta bulutangkis yang dimiliki Palembang,” ujarnya antusias saat memberikan sambutan.

Ricky juga menyampaikan rasa syukur karena para pemain profesional ini akan bertanding selama tiga hari ke depan, menjanjikan pertandingan yang menarik dan berkualitas tinggi bagi para penonton.

Pada kesempatan tersebut, Ricky menekankan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan QRIS Sriwijaya Badminton Cup adalah menumbuhkan semangat sinergi dan sportivitas.

“Kegiatan ini bukan sekadar unjuk kebolehan fisik dan strategi di lapangan, tetapi juga menjadi wadah penting untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas. Berkompetisi secara sehat kami rasa penting, tidak hanya di lapangan pertandingan, tetapi juga dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel Sofyan Antonius, Kepala BPS Provinsi Sumsel M. Wahyu Yulianto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.(Ning)

Pemkot Palembang Dorong Sertifikasi Tenaga Konstruksi: Upaya Tingkatkan Mutu dan Keamanan Pekerja

PALEMBANG- (deklrasinews.com)– Pemerintah Kota Palembang menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi. Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi kegiatan pelatihan dan sertifikasi bagi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) kualifikasi operator, yang berlangsung di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Alex Ferdinandus. Ia didampingi langsung oleh Kepala Dinas PUPR Palembang, Ir. H. Akhmad Bastari, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, serta Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Martalia Isneini, ST., M.E.

Dalam sambutannya, Alex menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas PUPR Kota Palembang dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II. Menurutnya, inisiatif ini sangat penting dalam rangka menciptakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang diakui secara resmi melalui sertifikasi.

Mendukung Program “Palembang Cerdas”

“Program ini sejalan dengan visi Palembang Cerdas yang tengah digalakkan pemerintah kota. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini, karena akan melahirkan tenaga ahli yang tersertifikasi dan berkualitas,” ujar Alex.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini tercatat sebanyak 300 peserta yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut dapat meningkat hingga 1.000 peserta dalam setahun. Target besar ini diyakini dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu proyek-proyek pembangunan di kota Palembang, terutama dalam aspek kesehatan, keselamatan kerja, kenyamanan, dan estetika tata kota.

“Kenapa kita targetkan jumlah peserta yang besar? Karena kualitas SDM adalah kunci dari mutu pembangunan yang berkelanjutan. Dengan SDM yang kompeten, kita bisa menjaga kualitas proyek-proyek infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat, serta keindahan Kota Palembang,” jelasnya.

Sinergi Antar Lembaga dan Pusat

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Martalia Isneini, juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengusung agenda peningkatan SDM sebagai bagian dari investasi infrastruktur.

Menurut Martalia, selama tujuh tahun terakhir pihaknya telah menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas PUPR dalam melakukan sertifikasi tenaga konstruksi. Tahun 2025 ini, meskipun target disesuaikan karena adanya efisiensi, sebanyak 120 tenaga kerja telah berhasil disertifikasi hingga bulan Mei.

“Kita memang menyesuaikan target karena faktor efisiensi, tapi kolaborasi lima pihak—pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, lembaga donor, serta masyarakat jasa konstruksi—terus kita perkuat. Kita ingin seluruh tenaga konstruksi, terutama tenaga terampil yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, mendapatkan sertifikasi resmi,” jelasnya.

Martalia juga menjelaskan bahwa untuk level tenaga ahli, proses sertifikasi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Sementara kota dan kabupaten seperti Palembang lebih fokus pada tenaga terampil, mulai dari jenjang 1 hingga 6.

Fokus pada Keselamatan dan Jaminan Sosial

Tak hanya meningkatkan kompetensi, aspek perlindungan dan keamanan para tenaga kerja juga menjadi perhatian penting. Martalia menekankan bahwa semua tenaga kerja konstruksi wajib diasuransikan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi lebih lanjut terkait kewajiban dan manfaat asuransi ini akan terus dilakukan.

“Kita tidak bisa menghindari risiko di lapangan, meskipun sudah mengikuti prosedur keselamatan. Karena itu, perlindungan melalui asuransi BPJS menjadi sangat penting. Kami akan bekerja sama dengan BPJS untuk mensosialisasikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja konstruksi, terutama yang berada di wilayah Palembang,” ujar Martalia.

Dengan adanya kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, pemerintah berharap tenaga kerja lokal tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu bersaing secara profesional dengan tenaga kerja dari luar. Selain itu, diharapkan pula tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif.(Ning)

Gubernur Sumsel Tinjau Jalan Terbengkalai 32 Tahun, Proyek Penghubung Tiga Daerah Segera Dilanjutkan

MUARA ENIM -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru melakukan peninjauan  ruas jalan  menghubungkan Desa Talang Nangka Muara Enim dengan Desa Pandan di Kabupaten Pali, Selasa (13/5/2025) siang.

Disela-sela peninjauan yang  didampingi  Bupati  Muara Enim H. Edison dan Bupati Pali Asgianto  tersebut,  Gubernur Herman Deru mengapa terkejut  saat menerima laporan proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Muara Enim, dan Kota Prabumulih  yang terbengkalai lebih dari tiga dekade.

“Jadi  ada dua Bupati  kesayangan Saya ini  datang, Pak Gubernur katanya kami  itu dekat, tapi terasa jauh. Ada jembatan yang telah dibangun di wilayah Kabupaten Pali, menuju Kabupaten Muara Enim ini sudah lebih kurang 10 tahun, dan ada jalan yang sudah dirintis dari  tahun 1990 sampai 1993, berarti sudah 32 tahun tapi belum ada akses jalannya,” ungkap Herman Deru.

Keberadaan ruas jalan penghubung antar 3 daerah tersebut lanjut dia, menjadi  perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Sumsel, mengingat pentingnya infrastruktur jalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di ketiga wilayah ini.

“Jalan ini memang sangat dibutuhkan, oleh karena itu saya instruksikan agar area 5,3 kilometer ini di-clearing dulu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tu Herman Deru meminta  para Kepala Desa dan Camat di Wilayah itu  untuk aktif berkoordinasi dengan masyarakat dalam hal mempersiapkan segala hal dalam pembangunan jalan tersebut.

Selain itu Gubernur Herman Deru juga memastikan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi untuk proyek pembangunan jalan ini akan segera dikucurkan pada tahun 2025 ini juga.

“Saya minta para Kepala Desa dan Pak Camat untuk mengawal ini sehingga tahun ini juga insya Allah segera terealisasi, jadi bantuan dari pemerintah provinsi untuk pembangunan ini tahun ini juga akan dikucurkan dan pekerjaannya dilaksanakan,” tambahnya.

Herman Deru berharap Realisasi pembangunan jalan ini  dapat memperlancar aksesibilitas, meningkatkan perekonomian, serta mempermudah mobilitas masyarakat di ketiga wilayah tersebut.

“Ini manfaat kedepannya yang kita ambil. memperpendek jarak tempuh dan waktu tempuh, apalagi Ini daerah pertanian yang menjadi kebanggaan Pak Bupati. Artinya kalau kalau kita mau transaksi dari produsen ke pembeli, jaraknya lebih dekat  dan tentu lebih murah. Untuk itu, Kabupaten Pali, Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih harus bersama-sama berkolaborasi menyelesaikan jalan ini,” pungkasnya.

Sementara Bupati Muara Enim H. Edison  mengatakan  Pemerintah Provinsi Sumsel telah menyetujui pembangunan jalan dan jembatan yang akan menghubungkan ketiga wilayah yakni Kabupaten Pali, Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih.

“Proyek infrastruktur yang didanai oleh anggaran provinsi ini diharapkan memberikan manfaat yang luar biasa bagi perekonomian dan mobilitas warga  Dengan terhubungnya jalur transportasi ini, diharapkan akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi, mempermudah aksesibilitas antar wilayah, serta mempercepat distribusi barang dan jasa,” katanya.

Dalam proses pembangunan yang akan datang, Edison menuturkan, sesuai dengan arahan dari Gubernur Provinsi Sumsel untuk berkolaborasi dan gotong-royong dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, menjadi kunci utama.

“Jalan yang akan dibangun ini telah ditetapkan sebagai jalan provinsi, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur yang merata,” tegasnya.

Atas nama pemerintah kabupaten Muara Enim dan seluruh masyarakat, Edison mengucapan terima kasihnya  kepada  Gubernur Herman Deru.(Ning)

 

Dukung Efisiensi Logistik, Herman Deru Pastikan PSN Terminal Keramasan Fokus Gunakan Jalur Kereta

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meninjau progres pembangunan Coal Unloading Terminal Keramasan di Terminal Logistik Keramasan, Kertapati Palembang, Selasa (13/5/2025) pagi.

Dalam kesempatan itu Gubernur Herman Deru mengaku optimis Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut  rampung tepat waktu pada akhir tahun 2026 dan dapat dioperasikan awal tahun 2027.

Dalam meninjau PSN tersebut Gubernur didampingi Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Ir. Basyaruddin Akhmad, Kepala Bappeda Pemprov Sumsel Regina Aryanti, Kepala Divisi Ka Divre III Palembang, Januari serta Deputy Divre III Palembang, Istiadi dan jajaran lainnya. Rombongan ini  berangkat melakukan peninjauan dari Stasiun Kertapati Palembang sekitar pukul 09.10 wib pagi.

Sebelum meninjau ke lokasi pembangunan, Herman Deru sempat mendengarkan penjelasan progres pembangunan di Panel Both yang ada di lokasi.

Herman Deru juga melihat langsung, alat-alat berat beroperasi dan petugas tetap bekerja di lapangan. HD dan rombongan terpantau meninjau lokasi sekitar 30 menit lebih.

Usai melakukan peninjauan Herman Deru mengatakan bahwa pembangunan salah satu PSN ini adalah bertujuan untuk meningkatkan daya angkut khususnya batubara dari sebelumnya 8 juta ton menjadi meningkat dengan target 40 juta ton.

“Dengan percepatan proyek diharapkan akhir 2026 atau awal 2027 bisa selesai, dengan harapan bisa mengurai lalu lintas pengangkutan sumber daya alam seperti batubara agar lebih fokus ke kereta api,” jelas Herman Deru.

Dengan adanya terminal logistik dari tambang menuju jalan khusus ini angkutan batubara diyakini akan semakin fokus menggunakan kereta api. Hal ini diharapkan akan semakin menambah  eksploitasi batubara namun tidak mengganggu masyarakat. Termasuk mengenai keramahan terhadap lingkungannya menurut Herman Deru juga dipantau dan menjadi perhatian pihaknya.

” Yang kedua harapannya dengan adanya lalu lintas sumberdaya alam ini akan berkurang potensi kecelakaan. Maka kita dorong untuk para investor untuk jalan khusus truk menuju ke dermaga, harapannya 2027 Sudah clear angkutan batubara melalui jalur khusus dan seminimal mungkin menggunakan jalur jalan raya,” tambahnya.

Selain meninjau Terminal Logistik tersebut, Herman Deru beserta rombongan juga meninjau titik fasilitas seaway yang berada di kawasan Jalan Lintas Timur Palembang Prabumulih Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Sementara itu sebelumnya Jumat (14/7/2023) telah dilaksanakan Groundbreaking Unloading Terminal Batubara Keramasan.

Pembangunan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas logistik batubara seiring meningkatnya kebutuhan di industri logistik pertambangan.

Pembangunan Terminal Bongkar Batu Bara Keramasan (TBB Keramasan) ini didorong oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). KAI berkolaborasi dengan anak perusahaannya, KAI Logistik, dan PT Sentosa Laju Sejahtera. (Ning)

Pemprov Sumsel Apresiasi Langkah OJK Cetak 100 Ribu Sultan Muda Cerdas Finansial

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Edward Candra MH mengapresiasi atas inisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel atas Kick Off Program 100 ribu Sultan Muda dan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) yang digelar di Ruang Komunal Lantai 4 Kantor OJK Provinsi Sumsel Jalan Jend Sudirman Palembang, Jumat (9/5/2025).

“Hari ini Kick Off Program 100.000 Sultan Muda dan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), terima kasih Kepala OJK yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan program ini,” katanya.

Sekda Edward Candra mengatakan program 100 ribu sultan muda ini merupakan salah satu program strategis Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang.

“Kenapa 100 ribu  sultan muda, karena yang muda ini dapat menyerap kemajuan teknologi termasuk kreatif dalam mengembangkan bisnis baru. Ini salah satu yang bisa mendorong maka pak Gubernur memilih sultan muda,” ucapnya.

Edward menyebut,  Sumsel ini sangat luar biasa,  karena memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang begitu besar, sehingga apapun  bisa dikembangkan seperti sektor pertanian, perkebunan dan sektor unggulan lainnya yang didorong.

“Dengan adanya program 100.000 Sultan Muda tentu akan membuka lapangan pekerjaan yang nantinya dapat mengurangi pengangguran,” imbuhnya.

Tak hanya itu, sultan muda ini juga diharapkannya bisa masuk ke masyarakat dalam menumbuh kembangkan ekonomi lokal. Termasuk informasi sosial yang positif bisa digerakan oleh para sultan muda.

“Kami atas Pemerintah Provinsi Sumsel sangat berterima kasih atas dukungan dan kolaborasi serta inisiasi oleh OJK untuk program 100 ribu sultan muda ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala OJK, Arifin Susanto mengatakan program 100.000 Sultan Muda ini luar biasa  Bagaimana mencetak generasi muda yang punya kewirausahaan maka itu OJK ikut berkontribusi, hal ini juga dalam membangun ekonomi daerah.

“Potensi Sumatera Selatan luar biasa besar ada sawit, karet, kopi dan lainnya, hal ini tentu dapat di kembangkan. maka dengan Sultan Muda tentu akan mendorong itu sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian Sumsel,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Amiruddin mengatakan untuk mencetak 100 ribu Sultan Muda ini tentu harus berkolaborasi dengan semua stakeholder dan semua pihak.

“Target kami lima tahun untuk mencetak 100 ribu sultan muda dengan berusia 17 sampai 40 tahun. Kolaborasi ini bukan hanya saja di Provinsi tapi juga di 17 Kabupaten / Kota se Sumsel,” pungkasnya.(Ning)