Fasilitas Terpadu Kedai ADO Presisi, Langkah Strategis Polda Sumsel Sejahterakan Komunitas Ojol

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menghadirkan terobosan dalam pelayanan publik dengan meluncurkan fasilitas berbasis komunitas bernama Kedai ADO Presisi. Inisiatif ini dirancang untuk menunjang produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online di wilayah tersebut.

‎Peresmian Kedai ADO Presisi dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri yang mengedepankan pendekatan humanis serta pelayanan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

‎Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim I, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Kertapati, Palembang, Kedai ADO Presisi dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas para pengemudi. Mulai dari bengkel ringan untuk perawatan kendaraan, layanan pencucian motor, hingga ruang istirahat yang nyaman bagi pengemudi saat menunggu pesanan.

‎Tak hanya itu, tersedia pula kantin dengan harga terjangkau guna membantu mengurangi beban operasional harian. Kehadiran kantin ini sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang mendukung terciptanya kebersamaan di antara komunitas pengemudi.

‎Dalam aspek kesehatan, Polda Sumsel juga menyediakan layanan pemeriksaan berkala bagi para driver guna memastikan kondisi fisik tetap prima. Fasilitas ibadah yang bersih dan nyaman turut melengkapi sarana yang ada, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dalam satu kawasan terpadu.

‎Lebih dari sekadar fasilitas penunjang ekonomi, Kedai ADO Presisi juga berperan sebagai sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Interaksi yang terjalin di lokasi ini memungkinkan pertukaran informasi secara cepat, sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

‎Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri.

‎“Fasilitas ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga ruang silaturahmi yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara bersama,” ujarnya.

‎Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik Polri yang semakin adaptif dan responsif.

‎“Kami memastikan setiap fasilitas memberikan manfaat nyata, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun keamanan,” katanya.

‎Kedai ADO Presisi di Palembang merupakan satu dari 21 titik yang diresmikan secara serentak di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Melalui program ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas.

‎Di tempat yang sama Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Asrul Indrawan, menyambut positif kehadiran fasilitas tersebut. Ia menilai Kedai ADO Presisi sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan para pengemudi.

‎“Ini sangat membantu. Dengan jumlah driver yang mencapai ribuan, fasilitas seperti ini jelas meringankan beban operasional sekaligus menjadi tempat berkumpul yang aman,” ungkapnya.

‎Meski demikian, Asrul juga mengakui bahwa jangkauan bantuan masih perlu diperluas. Ia berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah maupun sektor swasta untuk memperkuat ekosistem transportasi daring ke depan.

‎Di tengah dinamika ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar, para pengemudi diimbau tetap menjaga ketertiban dan stabilitas sosial. Kehadiran Kedai ADO Presisi diharapkan menjadi simpul strategis dalam memperkuat komunikasi, meredam potensi konflik, serta meningkatkan deteksi dini terhadap gangguan kamtibmas.

‎Dengan menggabungkan konsep pelayanan publik dan pemberdayaan komunitas, Kedai ADO Presisi menjadi langkah inovatif Polri dalam membangun model kemitraan yang lebih dekat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan. (Ning)

Ipda Nikmat Abadi SH Kanit Reskrim Polsek Kota Bumi Kota Pimpinan Langsung Ungkap Kasus Curat

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Jajaran Polsek Kotabumi Kota Polres Lampung Utara berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah hukumnya. Dua orang pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti, Minggu (3/5/2026).

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Kotabumi Kota IPDA Nikmat Abadi, S.H., M.H bersama anggota, setelah melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/36/IV/2026.

Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 18.45 WIB di halaman Masjid Al-Amin, Jalan Ahmad Akuan, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi. Saat itu, korban memarkirkan sepeda motor Honda Supra warna merah milik keluarganya untuk melaksanakan ibadah. Namun, setelah selesai, kendaraan tersebut sudah tidak berada di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kotabumi Kota.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mendapatkan informasi keberadaan pelaku di wilayah Gunung Labuhan, Lampung. Tim kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku saat berada di pinggir jalan. Dari hasil pengembangan, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor hasil curian serta satu buah kunci T yang digunakan dalam aksi kejahatan.

Adapun dua pelaku yang diamankan yakni berinisial M.B alias Mat Bolang dan A.D.I alias Ican, yang merupakan warga Lampung Utara. Dari hasil pemeriksaan, salah satu pelaku diketahui telah beberapa kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah wilayah, seperti Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Natar.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Herawati membenarkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.

“Benar, jajaran Polsek Kotabumi Kota telah berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan dan mengamankan dua orang pelaku beserta barang bukti. Ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar IPTU Herawati. Selasa (5/5/26).

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau lokasi kejadian lainnya.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, khususnya saat memarkirkan kendaraan, serta menggunakan kunci pengaman tambahan guna mencegah tindak kejahatan,” tambahnya.

Saat ini kedua pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Polsek Kotabumi Kota untuk proses hukum lebih lanjut. Zainal

Panas Dingin ! Kejari Pagaralam ‘Bidik’ Penyimpangan KUR Bank Plat Merah

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagar Alam saat ini tengah mendalami kasus tunggakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salahsatu bank plat merah yang terjadi dalam rentang waktu tahun 2023 hingga 2024 Lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Pagar Alam, Dr. Ira Febriani SH didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Andy Pranomo SH MH, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai mengumpulkan sejumlah data (Pilbaket) terkait penyaluran dan tunggakan KUR tersebut.

Saat ini kita masih mendalami lebih lanjut. Kita juga telah menyampaikan surat permintaan data-data pinjaman KUR tahun 2023–2024, termasuk meminta keterangan dari pihak bank yang bersangkutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam proses pendalaman ini Kejari juga akan memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam proses pencairan kredit untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Ke depan kita akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak yang terkait dalam proses pencairan KUR tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Andy Pranomo menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pengumpulan data, namun juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan guna mengungkap dugaan permasalahan dalam penyaluran kredit tersebut. “Kita selalu terbuka. Dari pemeriksaan ini, saya ingin memulihkan keuangan negara, memberikan efek jera, siapapun itu yang terlibat, dari atas sampai ke bawah,” tegas Andy.

Langkah Kejari Pagar Alam ini menjadi sinyal keseriusan aparat penegak hukum dalam menelusuri potensi penyimpangan penyaluran KUR, yang seharusnya diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan permodalan usaha.

Hingga saat ini, pihak Kejari belum mengungkap nilai total tunggakan maupun identitas bank plat merah yang tengah didalami tersebut. Proses pengumpulan data dan pemeriksaan masih terus berlangsung.

Langkah Kejari Pagar Alam ini menjadi sinyal keseriusan aparat penegak hukum dalam menelusuri potensi penyimpangan penyaluran KUR, yang seharusnya diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan permodalan usaha.

Hingga saat ini, pihak Kejari belum mengungkap nilai total tunggakan maupun identitas bank plat merah yang tengah didalami tersebut. Proses pengumpulan data dan pemeriksaan masih terus berlangsung.(Rep)

 

Belum Genap 24 Jam, Polsek Candipuro Berhasil Ungkap Pelaku Curat, Tiga Unit Motor Dikembalikan Kepada Pemiliknya

CANDIPURO- (deklarasinews.com)- Tim Unit Reskrim yang dipimpin oleh Kapolsek Candipuro Iptu Ali Humaini SH MM berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan Pemberatan (Curat) MR sl Basir (34) warga desa Beringin kencana Kecamatan Candipuro bersama barang buktinya, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 wib didesa Sidoasih Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.

Pengungkapan kasus Curat tersebut bermula adanya laporan dari korban Wantoni warga desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan yang terjadi, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 03.00 wib.

” Motor jenis Honda Beat korban Nopol B 4844 YTV warna hitam dicuri pelaku saat diparkir diruang tengah rumah korban, ”

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 8 juta dan melaporkan ke Mapolsek Candipuro, ” ungkap Kapolsek Candipuro, Iptu Ali Humaeni SH MM mewakili Kapolres Lamsel AKBP Toni Kasmiri saat melakukan Pers Release bersama awak media, Senin (4/4/2026) di ruang Humas Polres setempat.

Adapun modus yang digunakan oleh pelaku masuk rumah korban dengan mencongkel jendela menggunakan besi pencongkel kelapa, selanjutnya membawa sepeda motor korban yang sebelumnya disimpan diruang keluarga, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 8 juta ”

Atas kejadian tersebut pihaknya melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan korban. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku akhirnya MR als Basir , Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 wib berhasil diamankan didesa Sidoasih Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, ” ungkap Kapolsek Candipuro.

Berikut tiga Motor hasil ungkap Kasus Polsek Candipuro yang dikembalikan kepada pemiliknya.

1. Sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 4844 TYF milik korban Wantoni warga desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Lamsel.

2. Sepeda motor Honda Beat nomor polisi BE 2755 DBX milik korban Sumanah Cintamulya Kecamatan Candipuro Lamsel.

3. Sepeda motor Honda Beat warna hitam milik korban Wiji warga kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.

Ketiga kendaraan tersebut langsung diserahkan oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri SH SIK MH kepada para pemiliknya.

Saat diwawancarai Tim media ini korban Sumanah usai menerima kendaraan miliknya yang dicuri pelaku, Selasa (31/3/2026) lalu,

” Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Kapolres karena telah berhasil mengungkap pelaku dan mengembalika sepeda motornya yang hilang. Sehingga bisa digunakan aktivitas kembali, ” tutur Sumanah. (Cak Ton)

PPTM 11: Menjaga Jati Diri Pemuda di Tengah Gempuran Zaman

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Deru mesin truk militer REO memecah keheningan di Markas Yonif 7 brigif 4/BS Marinir Lampung. Ratusan pemuda dengan ransel besar di pundak turun dari kendaraan tersebut dengan wajah penuh antusiasme.

Mereka meninggalkan kenyamanan kota demi mengikuti kegiatan Pemantapan dan Pendalaman Tridharma Muda-Mudi (PPTM) ke-11 yang berlangsung mulai 30 April hingga 3 Mei 2026.

Para peserta yang merupakan generasi muda Tridharma ini datang untuk menukar rutinitas harian mereka dengan disiplin baja militer.

Di bawah tajuk “PPTM 11: Menghadapi Perkembangan Zaman Tanpa Kehilangan Jati Diri”, mereka menjalani serangkaian pelatihan intensif di lapangan luas yang berbatasan langsung dengan laut.

“Yayasan Suci Mulia secara resmi menyelenggarakan kegiatan PPTM ke-11 ini sebagai agenda nasional,” ujar Ketua Yayasan Suci Mulia, Lie Yuliadi, dalam keterangannya pada Selasa (5/5/2026).

Di bawah pengawasan ketat instruktur Marinir, peserta berlatih baris-berbaris (PBB) untuk menempa kekompakan dan kepatuhan dalam satu komando.

Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan kesempatan latihan menembak guna melatih fokus, ketenangan, serta akurasi.

Agenda ini diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Kehidupan di barak militer menuntut para peserta untuk merangkul kesederhanaan. Tak ada kemewahan selama pelatihan; mereka makan bersama di pinggir jalan dan beristirahat hanya beralaskan matras.

Beliau menegaskan bahwa setiap tahapan ini memiliki tujuan yang jelas. “Program PPTM 11 dirancang sebagai sarana penguatan karakter bagi generasi muda,” kata Lie.

Semangat kebersamaan terlihat saat para peserta berbagi tawa di atas gelaran tikar sebelum sesi dimulai.

Pelatihan ini sengaja dibagi menjadi dua lokasi strategis untuk memberikan pengalaman yang menyeluruh.

“Fokus utama pelatihan ini adalah membekali para peserta dengan pendidikan mental yang tangguh, penanaman semangat juang yang tinggi, serta pembentukan kedisiplinan yang konsisten sebagai fondasi kepemimpinan,” tambah Lie Yuliadi.

Memasuki fase akhir di Bumi Marinir, para peserta bergeser ke perairan Pantai Klara.

Mengenakan seragam loreng khas, mereka menguji sinkronisasi kekuatan dengan mendayung perahu karet serta melakukan operasi air untuk mengenal lingkungan laut.

Kelelahan fisik yang terpancar selama latihan lapangan terbayar saat mereka berkumpul mengelilingi api unggun di bawah sinar bulan untuk menampilkan bakat seni dan mempererat persaudaraan.

Setelah digembleng secara fisik hingga 2 Mei di Markas Yonif 7 brigif 4/BS Marinir,selanjutnya para peserta berpindah ke Golden Tulip Springhill Lampung untuk sesi refleksi. Di sana, fokus beralih pada pendalaman materi organisasi dan nilai-nilai spiritual.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang handal dan berintegritas,” tutur Lie Yuliadi.

Penutupan kegiatan ditandai dengan kebahagiaan yang terpancar di Pantai Klara 2, di mana para peserta merayakan keberhasilan mereka melewati tantangan fisik dan mental.

Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan organisasi dan negara.

Lie Yuliadi menutup penjelasannya dengan optimisme tinggi terhadap hasil dari pelatihan empat hari tersebut.

“Harapan besar kami adalah agar lulusan PPTM 11 mampu tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” pungkas dia.

Kapolda Sumsel Resmikan Kedai ADO Presisi, 21 Kedai Kamtibmas Jadi Pusat Dialog

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan terus memperkuat pendekatan humanis melalui inovasi berbasis komunitas dengan meresmikan Kedai ADO Presisi Polrestabes Palembang, Selasa (5/5/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. di Jalan KH Wahid Hasyim I Nomor 367, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang. Kegiatan ini sekaligus menandai beroperasinya 21 Kedai Kamtibmas yang tersebar di 17 Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumsel.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si., unsur TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Seluruh Polres jajaran juga mengikuti kegiatan secara daring sebagai bagian dari konsolidasi program berbasis Presisi Polri.

Kedai ADO Presisi mengusung konsep “Ngopi Presisi, Raso Palembang” yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat layanan dan interaksi antara Polri dan masyarakat. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang komunitas, bengkel motor, tempat pencucian kendaraan, layanan kepolisian, mushola, serta ruang dialog terbuka bagi komunitas.

Kapolda Sumsel melakukan peninjauan langsung terhadap seluruh fasilitas sebelum meresmikan kedai melalui prosesi pengguntingan pita. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada komunitas driver ojek online sebagai bentuk kepedulian Polri.

Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif komunitas yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Ojol Palembang. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang menjadi Kedai ADO Presisi yang kini mendapat dukungan penuh dari kepolisian sebagai ruang komunikasi yang lebih representatif dan berkelanjutan.

Sebanyak 21 Kedai Kamtibmas yang telah beroperasi di berbagai wilayah mengusung identitas lokal masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan Polri tidak bersifat seragam, melainkan menyesuaikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat.

Program ini juga merupakan implementasi dari kebijakan Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan menekankan pendekatan community policing. Melalui kedai ini, Polri membangun komunikasi yang lebih cair, terbuka, dan berbasis kepercayaan dengan masyarakat.

Dari sisi keamanan, keberadaan komunitas driver ojek online yang tergabung dalam jaringan Kedai Kamtibmas berperan sebagai mitra strategis dalam deteksi dini potensi gangguan kamtibmas. Sementara dari sisi sosial ekonomi, fasilitas yang tersedia memberikan manfaat langsung bagi komunitas.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa keberadaan Kedai ADO Presisi merupakan bagian dari strategi memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

“Rekan-rekan driver ojek online merupakan mitra strategis dalam menjaga kamtibmas. Melalui Kedai Presisi ini, kita bangun komunikasi yang kuat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kehadiran 21 Kedai Kamtibmas merupakan bentuk nyata implementasi Polri Presisi di tengah masyarakat.

“Setiap kedai menjadi ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Ini adalah langkah konkret membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, Polda Sumsel memastikan program Kedai Kamtibmas akan terus dikembangkan dan diperluas, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya komunitas ojek online dan pelaku usaha mikro.

Keberadaan Kedai ADO Presisi menjadi simbol transformasi Polri yang semakin humanis, adaptif, dan hadir sebagai solusi di tengah dinamika masyarakat modern. (Rls/Ags).

Babinsa Pelda Hermanto Pimpin Selasa Bersih di Pahoman, Kolaborasi Warga dan Aparat Cegah Banjir

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana gotong royong menyelimuti Jalan Dr. Susilo, RT 03 LK II, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, pada Selasa (05/05/2026). Babinsa setempat, Pelda Hermanto, memimpin langsung kegiatan “Selasa Bersih” yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang awalnya tampak sederhana ini menjelma menjadi aksi kolaborasi lintas sektor. Hadir mendampingi, Camat Enggal Bpk. M. Supriyadi, Lurah Pahoman Bpk. Hendri, jurnalis dari BNPB Kota Bandar Lampung, unsur Pemadam Kebakaran, hingga para Ketua Lingkungan (Kaling), RT, dan Linmas setempat.

Pelda Hermanto menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah. “Fokus kami pada pengendalian rumput liar yang mulai menjalar ke bahu jalan dan pembersihan saluran drainase. Ini langkah preventif agar saat hujan deras, tidak terjadi genangan atau banjir di wilayah Padat penduduk Kelurahan Pahoman,” ujar Pelda Hermanto di sela-sela membersihkan selokan.

Kehadiran unsur BNPB dan Damkar turut memberikan edukasi singkat kepada warga tentang manajemen sampah rumah tangga yang seringkali menjadi penyumbat aliran air.

Dalam laporannya kepada Danramil 410-05/TKP, Pelda Hermanto menekankan bahwa kegiatan ini berhasil menciptakan apa yang ia sebut sebagai Tri Sukses Lingkungan:

  1. Sehat & Nyaman – Lingkungan bebas dari sarang nyamuk dan bau tidak sedap.
  2. Aman – Tidak ada potensi kecelakaan akibat rumput menutupi pandangan pengendara.
  3. Bebas Banjir – Saluran air lancar 100% pasca pembersihan.

Puncak kegiatan pukul 10.30 WIB berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Tidak ada kendala berarti; justru warga sekitar berbondong-bondong ikut serta setelah melihat langsung kerja keras aparat.

Camat Enggal, M. Supriyadi, mengapresiasi langkah cepat Babinsa. “Ini contoh nyata bahwa menyapa masyarakat tidak harus di balai pertemuan. Turun ke got, sapu bersama rakyat, itu adalah berita terbaik tentang kedekatan TNI dengan warga,” pungkasnya.

Dansat Brimob Pimpin Upacara Pelantikan Komandan Batalyon A, Serah Terima Danden Genana dan Kabag Ops Sat Brimob

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- KBP Yustanto Muhijarso, Pimpin pelantikan dan serah terima jabatan jajaran Sat Brimob Polda Lampung di Lapangan Tembak Terbuka Adhi Pradana Mako Sat Brimob Polda Lampung, Acara ini dihadiri oleh pejabat utama Polda Lampung, perwakilan personal jajaran Sat Brimob, serta Bhayangkari Satbrimob Polda Lampung, Selasa, 05 Mei 2026.

Pejabat yang Melaksankan serah terima jabatan. Kompol Yonny Kamuda menyerahkan jabatan sebagai Danden Gegana kepada Kompol Moch Sonep. Sementara itu, Kompol Moch Sonep juga menyerahkan jabatan sebagai Kabagops Satbrimob Polda Lampung kepada Kompol Iwan Setiawan. Selain itu, Kompol Yonny Kamuda dilantik sebagai Danyon A Pelopor, menandai perubahan struktur kepengurusan di Sat Brimob Polda Lampung.

KBP Yustanto Muhijarso dalam amanatnya menyampaikan bahwa serah terima jabatan ini merupakan bagian dari proses rotasi dan promosi dalam tubuh kepolisian, khususnya di Sat Brimob Polda Lampung. Dengan serah terima jabatan ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab baik birokrasi maupun di bidang keamanan dan penegakan hukum di wilayah Lampung.

Dalam acara pelantikan, Dansat Brimob Polda Lampung juga menyampaikan pesan kepada pejabat baru, Kami berharap pejabat baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan profesional dan integritas. Juga dapat memperkuat dan meningkatkan kinerja Sat Brimob Polda Lampung dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung. Kami percaya bahwa dengan kerja sama dan dedikasi, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk menjadikan Lampung sebagai wilayah yang aman dan nyaman bagi semua masyarakat.

 

Para Pejuang Tak Kenal Menyerah di Garis Depan Perang Melawan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba

Oleh: H. Tony Eka Candra.

Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung.

Di tengah gemuruh ancaman yang menggerogoti generasi bangsa, ada sekelompok manusia yang berdiri tegar di garis depan. Mereka bukan tentara berseragam, bukan pula pejabat berjas dan berpakaian rapih. Mereka adalah para Konselor dan Penyuluh GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) di seluruh penjuru Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, yang setiap hari berjuang dengan hati, keteguhan, dan kasih sayang yang tak pernah pudar.

Mereka tidak kenal menyerah. Ketika banyak orang memilih diam atau berpaling karena lelah melihat realita pahit penyalahgunaan narkoba yang terus merajalela, para pejuang GRANAT ini justru semakin teguh melangkah. Mereka bahu membahu mendukung dan membantu seluruh upaya Pemerintah dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Bukan karena tugas, tetapi karena panggilan jiwa dan panggilan hati untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari jurang kehancuran yang dalam akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Setiap hari, mereka turun ke lapangan, ke sekolah-sekolah, kampus-kampus, ke kampung-kampung, ke komunitas masyarakat, bahkan ke tempat-tempat yang sering dihindari orang lain. Dengan sabar mereka melakukan sosialisasi, menyuluh, mengedukasi, dan membuka mata hati masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang menyamar sebagai “kesenangan sesaat” namun meninggalkan kehancuran dan merusak masa depan, serta luka yang dalam seumur hidup.

Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengar. Tidak hanya mengecam, tetapi juga merangkul.

Lebih dari itu, para Konselor dan Penyuluh GRANAT tidak pernah lelah melindungi masyarakat. Mereka menjadi benteng pertahanan pertama bagi keluarga-keluarga agar terhindar dari jerat narkoba, melalui sosialisasi, edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat luas. Dengan penuh empati, mereka juga mengajak para pecandu dan penyalahguna narkoba untuk keluar dari jerat adiksi. Mereka mendampingi proses rehabilitasi, memberi harapan ketika jiwa sedang gelap, dan menuntun tangan demi tangan agar yang bersangkutan bisa pulih, sehat kembali, dan akhirnya pulang ke pangkuan keluarga, dan kembali ketengah masyarakat.

Ada seorang pemuda yang semula terpuruk, kehilangan masa depan, bahkan nyaris kehilangan nyawa. Berkat keteguhan seorang konselor GRANAT, hari ini ia berdiri tegak, tersenyum, dan kembali memiliki mimpi dan masa depan. Itulah keajaiban yang diciptakan oleh kerja keras tanpa pamrih ini.

Para Konselor dan Penyuluh GRANAT mengajarkan kita satu pelajaran berharga bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal razia, penangkapan dan penegakan hukum, tetapi juga soal kasih sayang, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap jiwa masih bisa diselamatkan.

Mereka membuktikan bahwa rehabilitasi bukan sekadar program, melainkan harapan hidup baru.

Kepada seluruh para Konselor dan Penyuluh GRANAT Se-Provinsi Lampung, saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Di saat banyak orang menyerah, kalian terus melangkah. Di saat banyak yang ragu, kalian tetap punya keyakinan. Di saat banyak yang memilih nyaman, kalian memilih berjuang.

Mari kita dukung mereka dengan sepenuh hati. Mari kita ikut serta dalam gerakan ini, mulai dari lingkungan terkecil, keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Karena masa depan Lampung yang bersih narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, BNN, Kepolisian, atau GRANAT semata, melainkan tanggung jawab kita bersama, segenap komponen bangsa.

Selama masih ada satu anak bangsa yang terancam narkoba, para pejuang GRANAT akan terus berdiri. Tak kenal lelah, tak kenal menyerah. Karena menyelamatkan satu jiwa adalah menyelamatkan masa depan bangsa.(*)

Respons Cepat Babinsa Sertu Yasir Rudin, Urus Jenazah Remaja Tenggelam Hingga Pemakaman

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kecepatan informasi dan ketulusan pendampingan dari seorang Babinsa kembali menjadi sorotan. Sertu Yasir Rudin, Babinsa Koramil 410-02/TBS, menunjukkan bahwa aparat kewilayahan tidak hanya hadir dalam situasi aman, tetapi juga menjadi pelindung dan penghibur di saat duka. Peristiwa nahas menimpa Alfian Ramdani (15), seorang remaja penderita epilepsi yang ditemukan meninggal dunia setelah jatuh ke Kali Trimurjo, Kelurahan Sumberejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling, Senin (4/5) pagi.

Berkat laporan cepat dari Ketua RT 19, Bapak Gupron, Sertu Yasir Rudin segera bergerak. Ia tidak hanya memastikan keamanan lokasi, tetapi langsung bersinergi dengan Lurah, Bhabinkamtibmas, serta warga untuk mengurus jenazah hingga pemakaman. “Kami terima kabar sekitar pukul 05.30 WIB bahwa korban ditemukan Bapak Jul (40) di dalam sungai. Keluarga masih syok dan belum tahu. Saya langsung koordinasi agar proses pemakaman berjalan khidmat dan lancar,” ujar Sertu Yasir saat ditemui di lokasi pemakaman TPU Sonolayu.

Korban diketahui mengalami serangan epilepsi saat sedang memancing sendirian. Serangan mendadak diduga menyebabkan ia kehilangan kesadaran dan jatuh ke sungai. Warga sekitar yang biasa memancing di lokasi yang sama pun terkejut. Namun, berkat ketanggapan Babinsa bersama unsur kelurahan dan kepolisian, suasana duka dapat berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan.

Proses pemakaman berlangsung pada pukul 11.30 WIB di TPU Sonolayu, dihadiri oleh Lurah Sumberejo Sejahtera, Babinsa Sertu Yasir Rudin, Bhabinkamtibmas, staf kelurahan, Ketua RT 19, serta puluhan warga setempat. Bapak Kasiman, ayah korban, yang rumahnya berada di Jalan Sejahtera Gang Trimurjo RT 19, tampak terharu dan menyampaikan rasa terima kasihnya. “Pak Babinsa tidak pernah absen. Dari awal kabar duka sampai liang lahat, beliau ada. Kami sekeluarga sangat terbantu,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Komandan Koramil 410-02/TBS melalui laporan yang diterima menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sertu Yasir Rudin. “Inilah bentuk nyata kepedulian TNI kepada rakyat. Bukan hanya saat latihan tempur, tetapi justru dalam kejadian sehari-hari seperti musibah warga, Babinsa harus menjadi garda terdepan. Laporan ini adalah contoh berita terbaik karena menggambarkan kecepatan, ketulusan, dan sinergi lintas sektor,” tegasnya.

Kegiatan pendampingan pemakaman berlangsung dari pukul 12.30 WIB hingga selesai dalam keadaan tertib, aman, dan penuh rasa kebersamaan. Keluarga besar korban serta warga RT 19 mengucapkan terima kasih kepada aparat TNI yang hadir di tengah kesedihan mereka.