Bupati Yapen Ingatkan 36 Perawat Baru Siap Mengabdi

SERUI -(deklarasinews.com)- Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, mengingatkan 36 lulusan Program Studi Diploma III (DIII) Keperawatan agar menjadikan kelulusan sebagai awal pengabdian nyata kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan hingga ke kampung-kampung dan pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Wisuda Angkatan XIV Program Studi DIII Keperawatan Tahun 2026, yang turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan serta dinyatakan lulus uji kompetensi nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan selamat kepada 36 mahasiswa dan mahasiswi yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pendidikan dan dinyatakan lulus uji kompetensi,” ujar Benyamin Arisoy.

Ia menegaskan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk menjalankan tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan profesional.

Menurutnya, profesi perawat merupakan panggilan pengabdian yang mulia. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

“Di pundak saudara-saudari terletak harapan masyarakat Kepulauan Yapen untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan hingga ke pelosok dan pulau-pulau,” pesannya.

Bupati juga mengingatkan bahwa ijazah yang diterima para lulusan bukan sekadar bukti keberhasilan menyelesaikan pendidikan, melainkan amanah dari orang tua yang telah berjuang membiayai pendidikan, para dosen yang telah membimbing, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, ia menitipkan tiga pesan penting kepada para lulusan.

Pertama, para perawat harus terus meningkatkan kompetensi dan tidak cepat berpuas diri dengan ilmu yang telah diperoleh. Kelulusan uji kompetensi nasional hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.

Kedua, para perawat harus melayani dengan hati dan kasih. Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pemberian obat atau tindakan medis, tetapi juga membutuhkan empati, kepedulian, dan perhatian terhadap setiap pasien.

Ketiga, para lulusan diharapkan tetap setia pada panggilan profesi dan bersedia mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk warga di kampung-kampung dan pulau-pulau terpencil.

Bupati berharap, kehadiran 36 lulusan perawat tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sementara itu, dalam laporan pendidikan yang disampaikan pihak Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Jayapura, dijelaskan bahwa institusi tersebut saat ini memiliki enam jurusan dan 20 program studi yang tersebar di sejumlah kabupaten di Tanah Papua.

Dari total 20 program studi, tujuh di antaranya telah memperoleh akreditasi unggul, sedangkan 13 lainnya memperoleh akreditasi baik sekali. Institusi ini juga didukung tenaga pengajar berkualifikasi magister (S2), doktor (S3), serta seorang profesor.

Pada wisuda kali ini, sebanyak 28 dari 36 lulusan meraih predikat dengan pujian, sedangkan delapan lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. Seluruh lulusan juga telah mengikuti uji kompetensi dan dinyatakan lulus.

Pihak Poltekkes Kemenkes Jayapura turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen atas dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.

Setelah prosesi wisuda, Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura, Budi Kristanto, STP, M.Si, melantik para wisudawan dan wisudawati sebagai tenaga kesehatan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah tenaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan