Bakat Seni yang Terasah Sejak Kecil Antar Nazwa ke Prodi Desain Interior IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi impian banyak siswa. Namun, bagi Nazwa Rija Azulvi, alumni SMAN 1 Bandar Sribawono, Lampung Timur, pilihan terbaiknya membawa ke Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Meski telah dinyatakan lolos dari Institut Seni Indonesia di Bali melalui jalur SNBT, Nazwa mantap melanjutkan pendidikan di Lampung karena tidak mendapat izin dari orang tuanya untuk kuliah jauh dari rumah.

Keputusan tersebut tidak mengurangi semangatnya dalam mengejar cita-cita di bidang desain. Minat dan bakat seni yang telah diasah sejak kecil, Nazwa optimistis dapat mengembangkan potensinya melalui Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya yang sesuai dengan passion dan rencana kariernya di masa depan.

Sejak duduk di bangku SMA, Nazwa dikenal sebagai sosok yang aktif dan memiliki ketertarikan besar di bidang kreatif. Dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, Multimedia menjadi wadah yang paling diminatinya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan. “Dari semua ekstrakurikuler, saya paling tertarik pada Multimedia karena saya memiliki minat dan kemampuan di bidang fotografi serta videografi. Saya juga hobi mendokumentasikan berbagai momen untuk menyimpan kenangan,” ungkap Nazwa saat diwawancarai Selasa (2/6/26).

Kemampuan tersebut membuat Nazwa kerap dipercaya menjadi petugas dokumentasi dalam berbagai kegiatan sekolah. Tidak hanya mengabadikan momen melalui foto dan video, ia juga mempelajari berbagai keterampilan lain, mulai dari mendesain logo, membuat desain kaos, hingga terlibat dalam pemasaran produk kreatif yang dihasilkan oleh tim Multimedia.

“Saya juga menjadi bagian dari tim marketing yang bertugas mengajak siswa, siswi, dan guru untuk membeli produk kaos hasil desain Multimedia. Pengalaman itu membuat saya belajar tentang kreativitas sekaligus komunikasi,” tambahnya.

Memasuki masa akhir sekolah, Nazwa mulai memikirkan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Kecintaannya pada dunia gambar dan desain membawanya untuk memilih Program Studi Desain Interior. Ketertarikannya semakin kuat saat mendapatkan pembelajaran seni rupa di kelas XII. Dalam mata pelajaran tersebut, ia mempelajari teknik menggambar perspektif satu titik hilang, dua titik hilang, dan tiga titik hilang untuk desain eksterior maupun interior.

“Dalam tugas menggambar perspektif interior dan eksterior, nilai saya menjadi yang tertinggi di kelas. Dari situ saya semakin tertarik dan terus belajar mendesain bagian luar maupun dalam rumah,” ujarnya.

Bakat seni Nazwa sebenarnya telah terlihat sejak kecil. Ia kerap meraih prestasi dalam berbagai lomba kaligrafi yang turut mengasah ketelitian, kreativitas, dan kemampuan visualnya. Dengan bekal pengalaman tersebut, Nazwa optimistis dapat mengembangkan potensinya di Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya. Menurutnya, kampus tersebut menjadi pilihan terbaik karena menawarkan program studi yang sesuai dengan minat dan cita-citanya.

“Saya memilih Darmajaya karena di Lampung hanya Darmajaya yang memiliki program studi yang saya minati. Selain itu, saya juga tidak diperbolehkan kuliah jauh dari rumah, sehingga Darmajaya menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita saya,” tuturnya. (**)

Tinggalkan Balasan