Unila Hadiri Ramah Tamah Gubernur Lampung Bersama FKPTPI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Gubernur Lampung menggelar kegiatan ramah tamah dan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) dalam rangka penyelenggaraan Lokakarya Nasional pada Senin, 12 Oktober 2026, di Rumah Dinas Gubernur Lampung (Mahan Agung).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi pertanian sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. hadir mewakili Rektor Unila.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan pertanian. Ia mengajak seluruh pihak memperkuat tiga agenda bersama, yakni mempersiapkan generasi pemimpin pertanian, mempercepat penerapan hasil penelitian, serta membangun kemitraan yang berkesinambungan.

Menurutnya, mahasiswa pertanian perlu dipersiapkan agar mampu bekerja lintas disiplin, memahami perkembangan teknologi, serta memiliki kepekaan terhadap kehidupan petani. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung melalui berbagai persoalan nyata di lapangan.

Selain itu, penerapan hasil penelitian menjadi perhatian penting, khususnya dalam pengembangan pangan, pemanfaatan residu pertanian menjadi bioenergi, serta inovasi biochar dan bioproduk. Setiap inovasi diharapkan tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga layak diterapkan, memberikan manfaat ekonomi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Prof. Suripto juga mendorong terbentuknya kemitraan jangka panjang melalui agenda riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi kolaboratif, serta pendampingan masyarakat dengan sasaran yang terukur.

“FKPTPI memiliki peran strategis dalam memperkuat mutu pendidikan pertanian Indonesia. Sementara itu, I-CAFFE membuka ruang untuk mempertemukan pengalaman lokal dengan perkembangan ilmu pengetahuan dunia,” ujarnya.

Prof. Suripto berharap forum tersebut menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan, sehingga gagasan yang dihasilkan dapat diwujudkan menjadi teknologi yang diterapkan, kebijakan yang lebih baik, serta peluang baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya memaparkan potensi komoditas unggulan Provinsi Lampung serta perkembangan ekonomi dan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Ia juga menyoroti pertumbuhan data alat dan mesin pertanian (alsintan) pada periode 2023–2026.

Menurutnya, alsintan memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian Lampung agar semakin modern dan efisien. Pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses produksi sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian daerah.

Gubernur juga menyampaikan bahwa kesejahteraan petani padi di Lampung mengalami peningkatan. Upaya tersebut didukung melalui berbagai program pembangunan daerah, termasuk program unggulan “Desaku Maju”, yang menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Orang nomor satu di Provinsi Lampung ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam membangun sektor pertanian dan mendukung visi pembangunan daerah, yakni Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ramah tamah dan silaturahmi ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal FKPTPI, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, para dekan dan wakil dekan perguruan tinggi pertanian se-Indonesia, serta sejumlah narasumber nasional dan internasional.

Narasumber yang hadir secara langsung di antaranya Dr. Hiroaki Somura, Dr. Siti Norliyana Harun, dan Prof. Dr. Udin Hasanudin. Sementara itu, Dr. Ashutosh Pathak dan Prof. Dr. Yoo Ji-ho bergabung secara daring.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian, serta mendorong penerapan hasil penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat dan kemajuan pertanian Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan