SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-67 Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan dihadiri warga dan para pejabat setempat tumpah memadati lapangan Srikandi, Sabtu (9/9/2026) malam.
Selain menampilkan kegiatan ibu-ibu PKK dengan produk andalannya yang tergabung dalam UMKM, warga yang memadati lapangan desa Sidowaluyo ini disuguhkan berbagai persembahan seni budaya yang menggambarkan perjalanan panjang desa transmigrasi tersebut.
Malam itu bukan sekadar hiburan. Setiap gerak tari yang ditampilkan sebagai narasi. Dari tari Tradisional Bali hingga Tari Lampung serta kesenian dari Tenaga Didik desa semuanya ditampilkan di atas satu panggung sebagai cerminan wajah Sidowaluyo. Desa yang lahir dari perbedaan, namun tumbuh dalam persatuan.
Desa Sidowaluyo berdiri pada tahun 1959 sebagai salah satu desa transmigrasi di Lampung Selatan. Tampak juga para sesepuh datang dengan kapal dan truk, membawa karung, anak, dan harapan. Mereka menebas hutan, membuka lahan, dan membangun rumah dari semangat gotong royong.
Kini 67 tahun kemudian, anak cucu mereka merayakan hari jadi dengan cara yang sama seperti dulu para leluhur menyatukan diri melalui budaya.
“Sudah cukup lama dan ketika orang tua kita hadir dari Pulau Jawa menuju Provinsi Lampung di tahun 1959, para pendiri desa tidak pernah berpikir mau seperti apa kita tinggal di sini. Tapi sampai detik ini kita sama-sama tahu kondisi desa kita menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk kita semua,” tutur Kepala Desa Sidowaluyo, H. Haroni dihadapan warganya.
Momentum peringatan HUT ke-67 ini perlu diperingati bersama sebagai bentuk terima kasih kepada para pendiri desa dan para pejuang sehingga desa terbentuk seperti sekarang,
” Butuh proses dan perjuangan dan pengorbanan untuk mewujudkan desa yang kita cintai ini, ”
Oleh karena itu sangat perlu bagi kita semua sebagai penerus untuk mengingat sejarah para sesepuh kita membangun desa ini. Kata orang bijak bahwa, bangsa yang besar itu bangsa yang tidak melupakan sejarah,” tukas kepala desa yang sangat dekat dengan rakyatnya ini.
Para sesepuh kita yang menanam dengan harapan kepada kita semua sebagai penerusnya agar kami hari ini bisa menuai dengan bangga,” sela Ketua Tim PKK Desa Sidowaluyo, Lie Anie yang juga penggagas tema budaya pada peringatan tahun ini.
Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Dapil II, yaitu Agus Sartono Fraksi PAN, Achmad Johani Fraksi Demokrat, dan H. Sutaji Abdullah Fraksi PKB.
Tak luput pula hadir Forkopimcam Sidomulyo Fran Sinatra Adung selaku Camat Sidomulyo, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Koramil 421-07/Sidomulyo.
Tampak Pemerintah Desa Sidowaluyo, Sigig Edi Lukman Kepala Desa Sidodadi, jajaran BPD Sidowaluyo, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Desa Sidowaluyo yang antusias menyaksikan hingga akhir acara.
Akhir sambutanya H. Haroni mengatakan bahwa peringatan pada HUT ke 67 tahun ini, sengaja dikemas dengan nuansa budaya untuk mengingatkan generasi muda akan jati diri desa.
“67 tahun lalu, nenek moyang kita datang dari Jawa, Bali, Sunda, dan daerah lain. Bahasanya beda, adatnya beda. Tapi mereka memilih satu. Hidup bersama di tanah Sidowaluyo. Malam ini kita lihat buktinya di panggung yang sama, tari dari berbagai daerah ditampilkan oleh anak-anak kita,” tukas pak Kades Sidowaluyo ini.
Haroni menegaskan bahwa menjaga budaya sama artinya menjaga persatuan agar tidak lupa sejarah darimana desa berasal serta terus merawat warisan cagar budaya untuk Desa Sidowaluyo tetep kuat.
Dalam pesannya Kades Sidowaluyo berpesan dalam Filosofinya yakni “Tulislah kebaikan itu di atas batu, tapi tulislah kesalahan seseorang itu di atas pasir. Artinya jangan melupakan kebaikan orang dengan mudah. Tetapi hapuslah kesalahan orang itu dengan mudah seperti kita menulis di atas pasir, ketika terhempas angin, terhempas hujan maka akan hilang. Prinsip itulah yang kita tanamkan untuk kemajuan desa tercinta kita ini.” pesan haroni dalam menutup sambutannya.
Ditempat yang sama, Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung sangat mengapresiasi perjuangan warga Sidowaluyo dalam membangun desanya hingga maju pesat seperti sekarang ini.
Dalam sambutannya, Fran Sinatra menegaskan bahwa usia 67 tahun merupakan bukti panjangnya perjuangan warga Sidowaluyo dari masa ke masa.
Atas nama pemerinta kecamatan Sidomulyo dan Forkopimcam dirinya mengucapkan
“Selamat Hari Ulang Tahun Desa Sidowaluyo yang ke-67, semoga semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera, ”
Enam puluh tujuh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Dalam perjalanannya banyak cerita, perjuangan, suka dan duka yang telah dilalui oleh masyarakat desa Sidowaluyo.
Dari generasi ke generasi, desa ini terus tumbuh dan berkembang, seperti yang kita lihat bersama saat ini ” ungkap Camat Sidomulyo.
Menurutnya kekuatan besar desa Sidowaluyo ini terletak pada kemajemukan masyarakatnya. Di desa ini hidup bersama warga dari berbagai suku, agama, budaya dan latar belakang.
“Saya berharap Desa Sidowaluyo dapat terus kita bangun menjadi desa yang Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU), Hijau lingkungannya, elok desanya, lestari alamnya, aman masyarakatnya, dan unggul sumber daya manusianya,” harap Camat Sidomulyo ini
Terkait keamanan, Camat yang cukup dekat dengan warga ini mengajak warga mengaktifkan kembali ronda malam dan Siskamling. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menyikapi musim kemarau seperti sekarang ini, Fran Sinatra mengimbau warga untuk bijak menggunakan air bersih dan antisipasi pencegahan kebakaran,
“Gunakan air seperlunya, Jangan membuang-buang air, juga cegah terjadinya kebakaran kebakaran dengan tidak bermain api bahkan hati hati saat buang puntung rokok, ” agar tidak terjadi kebakaran dilingkunganya, ” tutup Camat Sidomulyo dalam sambutanya. (Cak Ton)