KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Anggota Komisi ll Kemal Fasya Madjid mendorong Pemkot Tangerang mengevaluasi efektifitas tingkat serapan program job fair yang gencar dilakukan Pemkot Tangerang. Hal itu akibat adanya temuan BPS yang menunjukkan adanya belasan ribu orang pengangguran yang berstatus lulusan pendidikan perguruan tinggi, Rabu (9/9/2026).
Anggota Komisi ll DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid mengatakan, keberhasilan job fair tidak cukup hanya dilihat dari jumlah lowongan yang tersedia. Namun juga perlu dilihat dari tingkat penyerapan tenaga kerja.
“Job Fair harus kita ukur dari tingkat serapannya. Bukan hanya berapa lowongan yang dibuka, tetapi berapa warga Kota Tangerang yang benar-benar men- dapatkan pekerjaan,” ujar Kemal.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyara- kat terhadap program Job Fair menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih cukup besar.
Kondisi tersebut, perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di daerah.
“Artinya, persoalan kita bukan semata-mata menyediakan lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan kompetensi pencari kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagaimana program pelatihan, peningkatan keterampilan, sampai Job Fair bisa saling terhubung.”tambahnya.
Kemal menilai, keberadaan Job Fair perlu dibarengi dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan.
pemerintah dapat diarahkan pada keterampilan yang memang dibutuhkan pasar kerja. Terlebih, Pemkot Tangerang juga terus memberikan kemudahan akses ketenaga- kerjaan melalui Job Fair Online. Pada edisi Kemerdekaan Agustus 2026, misalnya, tersedia 2.126 lowongan dari 16 perusahaan dengan 69 formasi jabatan.
Kemal berharap, program mengenai ke- tenagakerjaan mendapat evaluasi secara berkala.
“Kami berharap program ketenaga- kerjaan ini tidak berhenti pada kegiatan Job Fair saja. Harus ada tindak lanjut dan evaluasi secara berkala, termasuk data berapa pelamar yang diterima, berapa yang benar-benar bekerja, serta bidang pekerjaan apa yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja,” pungkasnya.
Data yang dihimpun, berdasarkan data sensus Ekonomi 2026 yang dikutip BPS Kota Tangerang menunjukkan masih terdapat 12.675 orang pe- gangguran berstatus lulu- san pendidikan perguruan ti- nggi di Kota Tangerang.