YAPEN -(deklarasinews.com)– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., membuktikan kepemimpinan yang nyata dengan langsung turun ke lapangan selama tiga bulan terakhir—dari Juli hingga September 2026—sebagai “orang tua asuh” dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Bersama sang istri, Adomina Elisabet Maniani, ia secara rutin menyapa dan memberikan intervensi gizi kepada keluarga berisiko stunting di Distrik Yapen Barat, Kampung Papuma.
Komitmen Nyata di Lapangan, Bukan Sekadar Seremonial
Kedatangan Ebzon Sembai ke Kampung Papuma pada Senin, 7 September 2026, merupakan kunjungan ketiga dan terakhir dalam rangkaian intervensi tiga bulan yang ia pimpin sendiri. Dalam kunjungan penutup ini, ia tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan perkembangan kesehatan tiga penerima manfaat—satu anak baduta (bawah dua tahun) dan dua ibu nifas—melalui pemeriksaan langsung di Pustu (Puskesmas Pembantu) Kampung Papuma.
“Hari ini kami kembali lagi untuk melakukan intervensi dengan bantuan asupan bergizi selama tiga bulan, program nasional dari pemerintah pusat hingga ke daerah yang ditindaklanjuti ke dinas terkait,” ujar Ebzon dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa data yang dikumpulkan hari ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan dinas teknis untuk mengambil langkah strategis yang lebih cepat dan tepat.
Hasil Intervensi: Perubahan Signifikan pada Penerima Manfaat
Selama tiga bulan menjadi orang tua asuh, Ebzon Sembai dan istrinya secara konsisten memberikan paket nutrisi bergizi—kaya protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu—serta mendampingi pemantauan tumbuh kembang anak.
Hasilnya, terjadi peningkatan kondisi kesehatan yang cukup signifikan pada ketiga penerima manfaat.
Spenyel Patai (2 tahun): berat badan 9 kg, tinggi badan 80 cm, LILA 13,5 cm
Maria Kayoi (41 tahun): berat badan 45 kg, LILA 23,5 cm
Marta Wowa (19 tahun): berat badan 42 kg, tinggi badan 147,6 cm, LILA 23,4 cm
“Saya datang terakhir ini memastikan ada perkembangan atau tidak, dan hasilnya akan kami laporkan kepada pemerintah daerah agar dapat kita semua sikapi bersama kesehatan masyarakat di sini,” tambah Ebzon.
Program GENTING merupakan inisiatif kolaboratif yang didorong oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Sasaran utamanya adalah keluarga berisiko stunting, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi/anak bawah dua tahun (baduta). Intervensi yang diberikan meliputi distribusi paket makanan bergizi, edukasi, serta pendampingan berkelanjutan melalui sistem “orang tua asuh”.
Ebzon Sembai menjadi salah satu figur pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas formal, tetapi juga menjawab panggilan hati untuk menyelamatkan generasi emas Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia berharap apa yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi semua pihak—baik pimpinan lintas sektor, instansi swasta, maupun masyarakat luas—untuk turut menjadi orang tua asuh dan mendanai serta mendampingi pemenuhan gizi anak rentan secara berkelanjutan.
Komitmen Ebzon Sembai menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang kebijakan di atas kertas, tetapi tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat. Ia mengajak semua pimpinan daerah, instansi, dan tokoh masyarakat untuk meniru langkahnya: turun langsung, menjadi orang tua asuh, dan memastikan setiap anak Papua tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.
“Ini adalah bentuk pengabdian saya selaku pimpinan di DPRK, namun juga sebagai wakil rakyat. Selain tugas, ini adalah panggilan hati untuk menyelamatkan generasi emas Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen,” tutup Ebzon dengan penuh semangat.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Distrik Yapen Barat Ramli, Kapus Ansus Dokas Yawan, Petugas kesehatan di pustu Papuma Lenci Kayoi, Urtince Waiyano dan kepala kampung san aparat setempat yang hadir.(GM)