Perkuat Inovasi AI Bidang Kesehatan, Kolaborasi Dosen Sains Data dan Sistem Informasi Terbitkan Buku Deep Learning untuk Deteksi Multi-Kanker

BANDAR LAMPUNGĀ -(deklarasinews.com)- Kolaborasi lintas program studi kembali ditunjukkan dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui penerbitan buku Penerapan Deep Learning untuk Deteksi Dini Multi-Kanker Berbasis Citra. Karya akademik ini merupakan hasil sinergi dosen Program Studi Sains Data dan Program Studi Sistem Informasi bersama mahasiswa dalam menghadirkan referensi ilmiah mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di bidang kesehatan.

Buku ini ditulis oleh Egi Safitri, S.Mat., M.Si., Ketua Program Studi Sains Data, bersama Rini Nurlistiani, S.Kom., M.T.I., dosen Program Studi Sistem Informasi, serta dua mahasiswa Program Studi Sains Data, Muhammad Rezky Adytama dan Novita Triyasari.

Buku yang diterbitkan oleh PT Yapindo Jaya Abadi ini mengulas penerapan teknologi deep learning dalam membantu deteksi dini berbagai jenis kanker melalui analisis citra medis. Selain telah diterbitkan secara resmi, buku tersebut juga telah memperoleh Surat Pencatatan Hak Cipta sebagai bentuk perlindungan hukum atas karya intelektual para penulis.

Penulis utama, Egi Safitri, S.Mat., M.Si., mengatakan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Buku ini kami susun agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep deep learning secara teoritis, tetapi juga mampu melihat bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di bidang kesehatan. Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi sekaligus memotivasi lahirnya inovasi-inovasi baru dari kalangan akademisi,” ujar Egi saat diwawancarai pada Senin (3/8/2026).

Menurut Egi, materi dalam buku disusun secara sistematis, mulai dari konsep dasar deep learning, pengolahan citra digital, hingga implementasi model deteksi multi-kanker berbasis citra. Penyajian tersebut diharapkan mampu menjembatani pemahaman mahasiswa antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan implementasinya dalam penelitian maupun dunia industri.

Ia menambahkan, perkembangan AI saat ini menuntut kolaborasi berbagai bidang keilmuan agar teknologi yang dikembangkan benar-benar mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Pengembangan AI tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara bidang komputasi, sistem informasi, hingga kesehatan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan memberikan manfaat. Kami berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani berkolaborasi, melakukan riset, dan menghasilkan inovasi yang berdampak,” katanya.

Selain membahas implementasi teknologi, buku ini juga mengulas berbagai tantangan dalam pengembangan sistem AI, mulai dari kualitas dataset, evaluasi performa model, interpretasi hasil, hingga aspek etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di bidang kesehatan.

Egi berharap kehadiran buku tersebut dapat menjadi referensi yang memperkaya wawasan mahasiswa, dosen, peneliti, maupun praktisi dalam memahami penerapan AI di bidang kesehatan. Menurutnya, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam penyusunan buku ini juga menjadi bukti bahwa riset lintas disiplin mampu menghasilkan karya akademik yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.(**)

Tinggalkan Balasan