BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- PT Pegadaian Area Lampung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Lampung, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Agribisnis angkatan 2023 dan 2024. Kegiatan yang mengusung tema “Finance Unlocked: Strategi Adaptif Lembaga Keuangan Non Bank dan Mitigasi Risiko untuk Bisnis Berkelanjutan” ini menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta mitigasi risiko dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berkembang.
Kuliah umum menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ade Rulis, Pemimpin Cabang PT Pegadaian Cabang Kedaton, dan Dwi Krisno Yudi Pramono, Manajer Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Lampung.
Dalam paparannya, Ade Rulis menjelaskan peran lembaga keuangan non-bank, khususnya PT Pegadaian, dalam mendukung pertumbuhan usaha masyarakat melalui berbagai produk pembiayaan yang inklusif dan mudah diakses. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa literasi keuangan merupakan modal penting dalam membangun usaha yang tangguh dan berkelanjutan.
“Mahasiswa hari ini adalah pelaku usaha dan pemimpin masa depan. Pemahaman terhadap akses pembiayaan yang sehat, pengelolaan aset, serta strategi mitigasi risiko akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Pegadaian hadir sebagai sahabat finansial masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi produktif,” ujar Ade Rulis.
Sementara itu, Dwi Krisno Yudi Pramono menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai fondasi dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan serta mampu mengenali berbagai risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha.
“Pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan harus diimbangi dengan kemampuan mengelola risiko. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap mahasiswa mampu menjadi agen literasi keuangan yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Dwi Krisno.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapatkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan terkait strategi pengembangan usaha agribisnis, pembiayaan usaha produktif, hingga perlindungan konsumen sektor jasa keuangan menjadi topik yang banyak dibahas.
Salah satu mahasiswa Agribisnis angkatan 2024 mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kami sebagai mahasiswa agribisnis. Kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mengelola keuangan usaha, memahami risiko bisnis, serta mengenal berbagai alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan di masa depan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, mahasiswa Agribisnis angkatan 2023 menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka perspektif baru mengenai pentingnya perencanaan keuangan dalam mendukung keberhasilan usaha.
“Kuliah umum ini membuat kami memahami bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi dan pemasaran, tetapi juga oleh kemampuan mengelola keuangan dan risiko secara tepat,” tuturnya.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah Palembang dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri keuangan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecakapan finansial. Pegadaian berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Lampung menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam memperluas edukasi keuangan kepada generasi muda.
“Kami percaya bahwa peningkatan literasi keuangan sejak bangku kuliah akan melahirkan generasi yang lebih siap dalam mengambil keputusan finansial yang bijak. Melalui kolaborasi dengan Universitas Lampung dan OJK, kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya pengelolaan keuangan, mitigasi risiko, serta pemanfaatan layanan keuangan yang produktif untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian Area Lampung bersama OJK Provinsi Lampung berharap dapat terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri jasa keuangan, dan regulator dalam mewujudkan ekosistem bisnis yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.