Profesionalitas Jadi Kunci! Inkindo Sumsel Siapkan Langkah Besar Hadapi Tantangan Konstruksi Modern

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia atau Inkindo Sumatera Selatan resmi digelar di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi insan jasa konsultansi konstruksi untuk memperkuat profesionalitas organisasi sekaligus menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Inkindo 2026 yang untuk pertama kalinya akan berlangsung di Kota Palembang.

Mengusung tema “Menjaga Profesionalitas Organisasi dan Menyukseskan Munas Inkindo 2026”, Musprov XII dihadiri langsung Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, jajaran Dewan Pengurus Nasional (DPN) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Inkindo, asosiasi jasa konstruksi, akademisi, perbankan, hingga ratusan anggota badan usaha jasa konsultansi konstruksi dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menegaskan bahwa profesionalitas organisasi jasa konstruksi menjadi faktor penting di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan dinamis. Menurutnya, organisasi profesi seperti Inkindo memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 tentang pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi sebagai landasan pengelolaan sektor konstruksi di Sumatera Selatan.

“Dalam konteks pembangunan daerah, Inkindo memiliki peran yang sangat penting. Organisasi ini harus terus meningkatkan profesionalisme, tata kelola organisasi, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, dunia jasa konstruksi saat ini tidak lagi dapat berjalan dengan pola konvensional. Perkembangan teknologi, tuntutan pembangunan berkelanjutan, serta penerapan tata kelola yang bersih dan berkeadilan menjadi tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pelaku jasa konstruksi.

“Sudah saatnya organisasi dikelola secara inovatif dan kolaboratif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Cik Ujang menilai sektor jasa konstruksi memiliki peran vital dalam mendukung visi pembangunan Sumatera Selatan, mulai dari menciptakan sumber daya manusia unggul dan berakhlak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan energi, hingga menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Karena itu, ia berharap Musprov XII Inkindo Sumsel tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi semata, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar pelaku jasa konstruksi di daerah.

“Melalui musyawarah ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat jasa konstruksi di Sumatera Selatan sekaligus mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Inkindo Sumsel, Erza Sembiring, mengatakan Musprov XII memiliki makna penting karena selain membahas arah organisasi ke depan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan besar menuju Munas Inkindo 2026 di Palembang.

Ia menjelaskan, Musprov kali ini dihadiri oleh 12 DPP Inkindo dari berbagai daerah di Indonesia dan melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari asosiasi jasa konstruksi, akademisi, perbankan, hingga lembaga statistik. Sejumlah perguruan tinggi turut hadir, di antaranya Universitas Sriwijaya dan Politeknik Negeri Sriwijaya.

“Musprov ini diikuti oleh 141 badan usaha yang memiliki hak suara. Kehadiran Wakil Gubernur menjadi dukungan besar untuk mewujudkan Inkindo Sumsel yang semakin profesional dan maju,” ujarnya.

Erza juga mengungkapkan rasa bangganya karena Palembang dipercaya menjadi tuan rumah Munas Inkindo 2026. Menurutnya, hal itu menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya agenda nasional Inkindo digelar di Sumatera Selatan.

“Sebanyak 17 provinsi di Indonesia telah mendukung Sumsel menjadi tuan rumah Munas. Ini kesempatan besar sekaligus momentum kebangkitan organisasi jasa konsultansi konstruksi di daerah,” katanya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Munas Inkindo 2026 di Palembang juga disampaikan Ketua DPN Inkindo, Erie Heriyadi. Ia menilai Musprov merupakan ruang strategis organisasi untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, sekaligus memilih kepengurusan baru.

Menurut Erie, Inkindo yang kini telah berusia 47 tahun harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di sektor konstruksi nasional yang terus berkembang.

“Kita mengalami banyak tantangan bertubi-tubi. Karena itu program kerja organisasi harus mengikuti dinamika strategis yang terjadi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pelaku jasa konsultansi daerah melalui regulasi yang kuat dan dukungan pemerintah daerah agar pelaku usaha lokal mampu bersaing secara sehat.

Erie menyebut keputusan pelaksanaan Munas Inkindo 2026 di Palembang merupakan hasil Rakernas dan menjadi momentum penting bagi wilayah Sumatera. Selama ini, Munas Inkindo lebih sering dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali karena faktor aksesibilitas dan biaya transportasi.

“Seluruh Sumatera bersatu mendukung Munas di Palembang karena ini kesempatan yang langka. Selama ini Munas lebih sering di Jawa dan Bali,” ungkapnya.

Di hadapan peserta Musprov, Erie juga mengingatkan seluruh kandidat yang bertarung memperebutkan posisi Ketua Inkindo Sumsel agar tetap menjaga suasana kondusif dan mengedepankan semangat kekeluargaan.

“Persaingan boleh, pertarungan boleh, tapi tetap harus mengutamakan kekeluargaan. Jangan sampai suasana tidak kondusif karena bisa berdampak pada evaluasi pelaksanaan Munas,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini Inkindo telah hadir hampir di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali beberapa wilayah baru di Papua. Karena itu, Munas Inkindo 2026 di Palembang diharapkan menjadi simbol kebangkitan dan pemerataan organisasi jasa konsultansi konstruksi nasional di luar Pulau Jawa.(Ning)

Tinggalkan Balasan