BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat iklim investasi daerah melalui kesiapan penyelenggaraan Lampung Economic and Investment Forum 2026.
Upaya strategis ini ditujukan untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggali potensi hilirisasi komoditas serta menawarkan belasan proyek investasi unggulan kepada publik.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Pemantapan Lampung Economic and Investment Forum 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sakai Sambayan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menginformasikan berbagai kemudahan kepada calon investor.
“Bagaimana kemudahan-kemudahan investasi ini yang akan kita sampaikan ke publik, yang tentunya kita harapkan dari sektor investasi ini bisa men-deliver terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa potensi utama penyokong perekonomian Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian yang berkontribusi hampir 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Selain pertanian, Lampung juga memiliki daya tarik tinggi di sektor energi terbarukan yang saat ini telah dikomunikasikan secara intensif kepada para investor.
“Dari proyek investasi yang kita tawarkan ada 12 yang sedang berjalan, akan groundbreaking, dan sudah siap ketersediaan lahannya,” urai Mulyadi.
Ia berharap kedua belas proyek investasi tersebut dapat direalisasikan menjadi pusat penggerak utama (prime mover) ekonomi baru di daerah, yang tentunya juga didukung oleh pemanfaatan potensi sumber daya lokal dan kolaborasi akademik bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyoroti pentingnya penciptaan nilai tambah. Menurutnya, meskipun capaian pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini tergolong tinggi di angka 5,9 persen, masih banyak potensi yang belum sepenuhnya digali agar dapat menyentuh angka 6 persen.
“Kekuatan ekonomi Lampung yang selama ini bertumpu pada komoditas perlu diolah lebih jauh untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui kegiatan investasi,” jelas Bimo.
Ia meyakini bahwa pengolahan komoditas menjadi produk turunan akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya menurunkan tingkat kemiskinan.
Bimo juga menyampaikan optimisme terhadap peningkatan angka Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di masa mendatang seiring dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Terkait Lampung Economic and Investment Forum yang akan diselenggarakan pada 4 November mendatang, ia menyebutkan antusiasme peserta sangat tinggi.
“Total peserta ditargetkan sekitar 200 orang, dengan 50 sampai 60 investor dari domestik maupun luar negeri. Kami masih membuka pendaftaran hingga besok tanggal 3,” pungkasnya. (Red)