BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kemudahan masyarakat menggunakan kendaraan listrik di Lampung terus diperkuat. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung kini menghadirkan 90 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 58 lokasi, sekaligus melengkapinya dengan peningkatan kenyamanan layanan melalui SPKLU Lounge serta kemudahan digital di PLN Mobile, mulai dari Trip Planner hingga Antre EV.
Penguatan infrastruktur dan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan pengguna kendaraan listrik, mulai dari merencanakan perjalanan, memperoleh kepastian lokasi pengisian daya, hingga mendapatkan pengalaman charging yang semakin nyaman.
Melalui Trip Planner di PLN Mobile, pengguna dapat merencanakan perjalanan dengan menentukan lokasi keberangkatan dan tujuan. Fitur tersebut membantu pengguna memperoleh informasi SPKLU yang dapat dimanfaatkan sepanjang perjalanan sehingga kebutuhan pengisian daya dapat dipersiapkan sejak sebelum berangkat.
Kemudahan tersebut dilengkapi layanan Antre EV yang membantu pengguna mengatur antrean pengisian daya di SPKLU. Sementara untuk meningkatkan kenyamanan selama proses pengisian, PLN UID Lampung juga menghadirkan SPKLU Lounge sebagai fasilitas bagi pengguna kendaraan listrik saat menunggu kendaraannya terisi daya.
General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.
“Pelayanan kepada pengguna kendaraan listrik tidak hanya berbicara tentang tersedianya titik charging. Masyarakat juga membutuhkan kemudahan merencanakan perjalanan, kepastian layanan saat tiba di SPKLU, serta kenyamanan ketika menunggu proses pengisian daya. Karena itu, kami terus melengkapi ekosistem ini dari sisi infrastruktur, digital hingga fasilitas pendukung,” ujar Noer.
Hingga Agustus 2026, jaringan pengisian kendaraan listrik di Lampung telah mencapai 90 unit SPKLU yang tersebar di 58 lokasi, mulai dari kawasan perkotaan, jalur utama, jalan tol hingga sejumlah titik yang mendukung mobilitas menuju kawasan wisata.
Jumlah tersebut terus bertumbuh sepanjang 2026. Pada periode Idulfitri, PLN menyiagakan 67 SPKLU di 40 lokasi. Selanjutnya pada Juni, jumlahnya berkembang menjadi 83 SPKLU di 51 lokasi, sebelum mencapai 90 unit di 58 lokasi pada Agustus 2026.
Peningkatan infrastruktur berjalan seiring dengan aktivitas penggunaan kendaraan listrik. Selama periode Idulfitri 14–29 Maret 2026, SPKLU di Lampung mencatat 3.090 transaksi pengisian dengan konsumsi energi mencapai 73.919 kWh.
Kesiapan ekosistem tersebut juga telah dibuktikan melalui perjalanan antarkota. Pada Agustus 2026, Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) melakukan Touring Kemerdekaan Jakarta–Lampung–Jakarta menggunakan kendaraan listrik. Perjalanan tersebut menunjukkan mobilitas lintas provinsi menggunakan EV semakin mudah dengan dukungan jaringan pengisian daya yang tersedia.
Komitmen terhadap transisi energi bersih juga dimulai dari internal perusahaan. PLN UID Lampung telah menggunakan 51 kendaraan listrik atau 100 persen kendaraan operasionalnya berbasis EV. Penggunaan tersebut menjadi bentuk penerapan langsung kendaraan rendah emisi sekaligus pengalaman nyata PLN dalam memanfaatkan EV untuk mendukung mobilitas operasional.
“PLN ingin perubahan menuju energi bersih tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Kami memulainya dari internal, membuktikan penggunaannya bersama komunitas, meningkatkan kenyamanan pelanggan, serta berkolaborasi dengan dunia usaha agar kendaraan listrik semakin relevan untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh,” kata Noer.
Pelayanan kepada pengguna kendaraan listrik juga terus diperluas melalui SPKLU Partnership, dengan mendorong keterlibatan dunia usaha, khususnya sektor perhotelan dan pariwisata. Kehadiran SPKLU di berbagai pusat aktivitas diharapkan semakin mendekatkan fasilitas pengisian daya kepada masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.
Menurut Noer, rangkaian layanan tersebut dirancang untuk membuat penggunaan kendaraan listrik semakin mudah dari hulu hingga hilir. Masyarakat dapat merencanakan perjalanan melalui Trip Planner, mengetahui lokasi pengisian daya, memanfaatkan Antre EV, hingga menikmati fasilitas pendukung seperti SPKLU Lounge saat melakukan pengisian.
“Semakin mudah dan nyaman pengalaman menggunakan kendaraan listrik, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk beralih. Kami berharap peningkatan pelayanan ini turut mendorong perubahan perilaku menuju mobilitas yang lebih efisien dan rendah emisi,” tutup Noer.
Berbagai layanan pendukung kendaraan listrik dapat diakses masyarakat melalui menu Electric Vehicle pada aplikasi PLN Mobile.