Bukan Sekadar Rebut Medali, Ada Misi Besar di Balik Turnamen Karate Wadokai Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-  Kejuaraan Wadokai Sumsel Open Tournament Karate Tahun 2026 Piala Pangdam II/Sriwijaya kembali menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.

Digelar di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (9/10/2026), turnamen tersebut diikuti ratusan karateka dari berbagai daerah dan menjadi ajang untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi karate tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar medali, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Karate tidak hanya mengajarkan kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri, menghormati lawan, mematuhi aturan dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Cik Ujang saat membuka kegiatan.

Ia meminta seluruh atlet tampil dengan semangat juang dan disiplin tinggi, namun tetap mengedepankan nilai persaudaraan. Menurutnya, kemenangan bukan hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari keberanian bertanding, kejujuran dalam berkompetisi serta sikap lapang dada dalam menerima hasil pertandingan.

“Kemenangan bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga keberanian untuk bertanding, kejujuran dalam berkompetisi, serta sikap lapang dada dalam menerima hasil pertandingan,” pesannya.

Cik Ujang juga mengingatkan para wasit dan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, adil dan berintegritas. Sementara kepada pelatih, ofisial dan orang tua, ia meminta agar terus memberikan dukungan, pendampingan serta motivasi kepada para atlet.

Menurutnya, turnamen seperti ini menjadi kesempatan penting bagi karateka untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, memperkuat mental serta meningkatkan motivasi dalam menjalani latihan.

Cik Ujang optimistis dari kompetisi tersebut akan muncul atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen mendukung pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda. Olahraga, kata dia, bukan hanya mengenai pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi yang sehat, tangguh, disiplin, berkarakter dan memiliki semangat pantang menyerah.

“Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan dan wasit. Bertandinglah dengan semangat persaudaraan dan tetap rendah hati, baik ketika menang maupun saat menerima kekalahan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Wadokai Sumsel Hermansyah mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan medali. Lebih dari itu, turnamen menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus evaluasi terhadap hasil latihan para karateka.

“Kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus evaluasi hasil latihan para karateka. Kami ingin mereka terus berkembang melalui pertandingan yang berkualitas,” kata Hermansyah.

Ia menjelaskan, kompetisi juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan teknik, mental bertanding serta daya juang atlet ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Kejuaraan Wadokai Sumsel Open Tournament Karate Tahun 2026 Piala Pangdam II/Sriwijaya diikuti sekitar 900 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

“Kami berharap setiap karateka memperoleh pengalaman berharga yang akan meningkatkan kualitas mereka di masa mendatang,” ujarnya.

Hermansyah menegaskan, Wadokai Sumsel berkomitmen menjadikan turnamen tersebut sebagai salah satu wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kami ingin melahirkan karateka yang berjiwa ksatria, disiplin, sportif dan siap mengharumkan nama Sumsel maupun Indonesia,” tegasnya.

Ia berharap tingginya antusiasme peserta dapat menjadi energi positif bagi perkembangan olahraga karate di Sumatera Selatan. Wadokai Sumsel juga berharap kejuaraan tersebut dapat terus digelar setiap tahun sehingga pembinaan atlet berlangsung secara berkesinambungan dan prestasi karate Sumsel semakin meningkat.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Umum FORKI Sumatera Selatan, Yan Warsa, S.H. Ia menilai antusiasme peserta dalam turnamen tersebut sangat luar biasa.

“Peserta luar biasa. Sukses untuk Wadokai Sumsel,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Indra Kautsar menyebut kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan memperebutkan Piala Pangdam II/Sriwijaya.

Ia menyampaikan, peserta yang terlibat dalam rangkaian kegiatan mencapai sekitar 1.200 orang, dengan 900 peserta di antaranya mengikuti open tournament.

“Turnamen ini memperebutkan Piala Pangdam 2026. Ini agenda setiap tahun, agenda rutin kita,” tandasnya.

Dengan tingginya partisipasi peserta dan komitmen pembinaan yang terus dilakukan, Wadokai Sumsel berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi mampu menjadi pintu lahirnya karateka-karateka muda Sumatera Selatan yang berprestasi dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. (Ning)

Tinggalkan Balasan