Usai Telan Korban Jiwa, Proyek Tambal Sulam Sidomulyo-Way Panji Akhirnya Dilanjutkan

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Usai menelan korban jiwa pekerjaan proyek pemeliharaa rutin Tambal-Sulam (Pacing) ruas jalan Sidomulyo – Way Panji akhirnya dilanjutkan,  Sabtu (03/10/2026).

Pengerukan ruas jalan yang dibiarkan hampir dua pekan hingga akhirnya merengut nyawa korban Sendi Nur Iman (22) warga desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 23.00 wib lalu.

Saat kejadian dilokasi pengerukan jalan, tidak ada rambu-rambu/policeline untuk memberikan peringatan kepada para pengendara yang sedang melintas. Sehingga salah satu korban Sendi Nur Iman (22) warga desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan mengalami kecelakaan yang akhirnya meninggal dunia beberapa jam usai mendapatkan pertolongan dari RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung.

Selain dinilai lambat dalam penyelesaian pekerjaanya usai dikeruk oleh para pekerja, juga tidak adanya rambu-rambu yang terpasang sepanjang ruas jalan ini. Baik rambu pertanda ada pengerukan jalan atau Policeline juga tidak ada papan proyek yang seharusnya terpasang.

Warga saya sebelumnya mengalami kecelakaan dilokasi pengerukan jalan ruas jalan Sidomulyo – Way Panji dan meninggal dunia, ” kata kepala desa H. Haroni, Sabtu (3/10/2026) kepada media ini.

Kenapa baru sekarang dilanjutkan pekerjaan ini, kenapa tidak dari dulu sebelum merengut korban jiwa. Atau paling tidak kalau memang tidak langsung dikerjaan pekerjaan tambal sulan itu apa tidak sebaiknya dipasang rambu/Policeline. Sehingga para pengendara mengetahui bahwa ruas jalan ini sedang dalam perbaikan.

Semoga hal seperti ini tidak terulang kembali oleh para pekerja proyek yang sangat mengancam keselamatan jiwa para pengendara yang sedang melintas pada ruas jalan ini, ” ungkap H.Haroni.

Dijelaskan Haroni, bahwa korban  Sendi Nur Iman (22) terjatuh dilokasi pekerjaan pengerukan jalan usai kerumah rekanya di Way Panji. Dalam kejadian tersebut korban mengalami luka yang cukup serius. Warga bersama aparatur desa membawa ke RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Abdul Selamet (46) salah satu warga yang sedang melintas saat diminta tanggapannya atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan tambal sulan ruas jalan Sidomulyo-Way Panji mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah ruas jalan berlubang itu mulai dilakukan perbaikan .

Namun sayangnya keterlambatan penyelesaian pekerjaannya cukup mengancam keselamatan para pengendara yang sedang melintas.

Faktanya atas keteledoran tersebut perbaikan tambal sulan pada ruas jalan itu menelan korban jiwa.

“Kecelakaan hingga menewaskan korban itu karena keteledoran pekerja yang tidak segera dilanjutkan, atau paling tidak dipasang rambu-rambu”.

Oleh karena itu menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih baik dalam menjalankan tugasnya, sehingga tidak mencelakai orang lain, ” tukas pak Slamet ini

Sekedar untuk diketahui bahwa dari pantauan media ini sebelumnya, bahwa pengerukan jalan (pacing) proyek tambal sulan pada ruas jalan Sidomulyo-Way Panji sudah hampir dua pekan dibiarkan oleh pekerja/pemborong/Dinas terkait. Selain itu juga tidak dipasang rambu-rambu/Policeline dilokasi,b apalagi papan penunjuk proyek ini. Kepada pemerintah dan instansi terkait ini menjadi perhatian khusus, agar kasus seperti ini tidak terulang. Jangan menunggu hingga terjadi kecelakaan apalagi sampai menelan korban jiwa. (Cak Ton)

Tinggalkan Balasan