PALEMBANG – (deklarasinews.com) – Ditemui di kediamannya Ustadz Dr (HC) K. Muhammad Muhsan, M.Ag, M.Pd.I yang berada dilingkungan Pondok Pesantren Ar Rahman yang terletak daerah Tegal Binangun Plaju Darat Selasa (20/10).
Beliau menyambut awak media dengan ramah dikenal sebagai Ustadz Muhsan yang sering dipanggil dilingkungan luar Pondok seorang tokoh agama yang dihormati dan disegani dengan keramahannya apalagi bagi anak didik yang tinggal sebagai santri yang mondok yang berjumlah ratusan dimana tingkat pendidikan mulai dari Tingkat MI, MTs, MA dan perguruan Tinggi bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT).
Dimintai tanggapannya mengenai hari santri nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 hari ini dengan tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” beliau mengatakan bahwa sebagai pimpinan pondok mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal Bapak Presiden Joko Widodo telah memberikan apresiasi kepada santri sehingga setiap tanggal 22 diputuskan sebagai hari santri. Ini merupakan penghargaan kepada kaum santri walau baru berusia muda yang mana tercantum Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang lalu.
Beliau juga berpesan agar para santri dan santriwati berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini dimana pun berada di seluruh Indonesia harus mampu bersaing dan berkompetisi di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat, dengan menguasai ilmu IT yang harus dimiliki setiap santri karena apabila tidak menguasai ilmu teknologi di bidang IT akan mudah sekali di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk hal hal yang negatif. Karena zaman medsos ini banyak sekali beredar berita hoax dan menyesatkan yang beredar serta berseliweran sehingga apabila kita atau santri tidak menguasai IT mudah sekali akan diadu domba dan mengakibatkan perpecahan antar sesama. Maka dari itu apabila ada berita atau gambar hoax kita harus tabayyun untuk mengetahui berita atau hoax tersebut.
Selain Iptek setiap santri/santriwati juga harus dan sudah kewajiban menguasai Imtak (Ilmu Ketakwaan) terhadap sang khalik yang didapat dalam lingkungan pondok baik bagi santri yang mukim dan tidak tinggal dipondok, pelajaran merupakan makanan sehari hari bagi siswa yang menimba ilmu di pondok Ar Rahman ini untuk bekal mereka kedepan. Karena Iptek dan Imtak harus seimbang agar santri dan santriwati siap dalam menghadapi kompetisi global yang penuh dinamika yang perkembangannya maju pesat.
Ditengah pandemi Covid 19 ini juga sistem pembelajaran tetap berlangsung bagi santri yang baru datang harus membawa keterangan bebas covid 19 dikeluarkan oleh rumah sakit atau dokter berupa hasil rapid tes, kemudian siswa harus di isolasi terlebih dahulu sebelum bergabung dengan teman-temannya, juga tuk belajar seperti biasa. Aturan ini diberlakukan pada semua siswa yang baru datang atau kembali ke pondok. Sistem pembelajaran tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Pihak pondok juga telah mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan sebagai mana di pulau Jawa pondok pesantren telah menjadi klaster baru dalam penyebaran covid 19. Pihak pondok pesantren Ar Rahman telah berkoordinasi dengan pihak kesehatan gugus tugas setempat seperti puskesmas untuk mengatasi penyebaran Covid 19. (Wanto/Nsy)