Diduga Cemari Lingkungan, Ketua Komisi III DPRD Lamsel Akan Tinjau Pabrik Penggilingan Padi di Munjuk Sempurna

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Ketua Komisi III DPRD Lamsel Yuti Ramayanti Hipni (YRH) akan segera meninjau pabrik Penggilingan Padi di dusun 5 Desa Munjuk Sempurna Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Kunjungan yang akan dilakukan oleh YRH bersama jajarannya dilakukan setelah sebelumnya menerima laporan dari warga setempat. Dalam laporanya dijelaskan bahwa keberadaan pabrik penggilingan padi tersebut telah meresahkan warga yang mengakibatkan polusi dan berpotensi mengganggu kesehatan warga masyarakat,

” Insyaallah dalam waktu dekat saya bersama kawan-kawan dan instalasi terkait akan segera meninjau pabrik Penggilingan Padi yang mengakibatkan polusi udara  dan mengancam kesehatan masyarakat ”

Setelah kami berkoodinasi dengan kawan-kawan di DPRD dan Instansi terkait Insyaallah segera kami jadwalkan agenda kunjunganya, ” pungkas YRH, Minggu (7/12/2025).

Sekedar untuk diketahui dari informasi yang dihimpun media ini bahwa sejumlah warga keluhkan adanya polusi debu, suara bising serta jam operasional tanpa batas di sebuah Pabrik  penggilingan Padi yang berada di Dusun 5 Desa Munjuk Sempurna, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Pabrik penggilingan padi yang berada ditengah pemukiman warga sontak menjadi sorotan publik karena diduga tidak memiliki perijinan, khususnya ijin lingkungan dari warga setempat.

Dari informasi yang diterima media ini bahwa sebelumnya warga yang beberapa kali mengadu tentang keberadaan dan polusi yang berasal dari pabrik penggilingan yang diduga  dimiliki oleh seseorang warga desa tetangga.

Warga setempat sudah beberapa kali mengadukan permasalahan ini baik tingkat RT, Kadus hingga pemerintah desa lainnya namun belum ada penjelasan secara kongkrit.(Cak Ton)

Bupati Lampung Selatan Tinjau Lokasi Puting Beliung di Candipuro

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Dengan langkah cepat dan penuh kepedulian, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama turun langsung meninjau lokasi terdampak puting beliung di Kecamatan Candipuro, Rabu (3/12/2025), sehari setelah angin kencang memorak-porandakan puluhan rumah warga. Kehadirannya menjadi simbol respons sigap pemerintah terhadap warga yang baru saja dilanda bencana.

Bencana puting beliung yang terjadi pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB itu merusak permukiman di tiga desa, yakni Desa Cintamulya, Titiwangi, dan Beringin Kencana. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan langsung mengaktifkan langkah penanganan sejak laporan awal diterima.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Egi didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat, Anggota DPRD Edi Waluyo, Forum CSR, Camat Candipuro serta jajaran perangkat daerah. Di lokasi, Bupati Egi menyerahkan bantuan sembako darurat secara simbolis kepada warga terdampak.

“Kemarin sore kami menerima informasi bahwa terjadi puting beliung yang menimpa beberapa rumah warga di Kecamatan Candipuro. Hari ini kami langsung turun meninjau kondisi di lapangan, dan tim BPBD bersama camat juga sudah melakukan pendataan awal,” ujar Bupati Egi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini melakukan verifikasi kerusakan untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

“Hari ini bantuan pertama sudah kita salurkan, dan selanjutnya akan dilakukan pendeteksian dan menghitung apa yang dapat kita bantu selanjutnya,” tegasnya.

Bupati Egi juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut bergerak membantu warga, mulai dari Forum CSR, anggota DPRD, hingga unsur pemerintah daerah lainnya. “Saya tidak sendiri. Ini bukti bahwa kita bergotong-royong untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ucapnya.

Menutup kunjungan, Bupati Egi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing.(Red)

3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa: “Hutan Lindung Tidak Boleh Diapa-apakan”

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan menegaskan soal pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Pesan tegas itu ia sampaikan saat berdialog dengan 200 petani dari 10 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Selasa (2/12/2025).

Di hadapan para petani yang menggantungkan hidup dari hutan, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa kawasan Gunung Rajabasa adalah benteng ekologis yang tidak boleh disentuh sembarangan.

“Hutan lindung ini tidak boleh diapa-apakan. Boleh dimanfaatkan, tetapi tidak boleh dijadikan lahan pertanian sayuran,” tegasnya. Ia menambahkan, penggundulan hutan akan membuat wilayah bawah rentan banjir dan bencana ekologis lainnya.

Kegiatan dialog tersebut berlangsung hangat dan interaktif, sekaligus dirangkai penanaman simbolis bibit kopi dan kakao. Pada kesempatan itu, diserahkan pula 3.000 bibit kopi dan kakao kepada 10 KUPS Desa Way Kalam.

Bantuan bibit tersebut berasal dari United Nations Development Programme (UNDP) sebagai dukungan program keberlanjutan kawasan perhutanan sosial.

“Teman-teman dari UNDP ini konsen agar bumi ini dirawat dengan baik,” ujar Zulkifli Hasan, menegaskan kembali komitmen kerja sama global dalam menjaga kawasan konservasi.

Acara ini turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran Forkopimda, serta Duta Besar Norwegia, Belgia, Jerman, dan Belanda yang tergabung dalam Amsterdam Declarations Partnership (ADP).

Kehadiran perwakilan negara-negara tersebut sekaligus menandai kuatnya dukungan internasional terhadap upaya penyelamatan kawasan Gunung Rajabasa.

Dengan adanya bantuan bibit dan pendampingan lingkungan, pemerintah pusat berharap masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem. Gunung Rajabasa, ditegaskan Zulkifli Hasan, harus tetap menjadi kawasan hijau yang memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

KMHDI Akan Gelar Kongres Nasional 2026, Lampung Selatan Siap Jadi Tuan Rumah Wisata

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Provinsi Lampung tengah mempersiapkan pelaksanaan Kongres Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari 2026.

Persiapan tersebut disampaikan langsung Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Provinsi Lampung, I Nengah Candra Irawan saat melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada Kamis (20/11/2025).

I Nengah Candra Irawan menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya masih memetakan lokasi pelaksanaan kongres. Pemilihan daerah masih dalam pembahasan karena KMHDI memiliki tiga cabang aktif di Lampung, yakni Metro, Lampung Selatan, dan Bandar Lampung.

Candra menambahkan bahwa seusai penyelenggaraan kongres, pihaknya juga merencanakan tour wisata bagi peserta dari seluruh Indonesia.

Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu destinasi yang dipertimbangkan karena potensi pariwisatanya yang berkembang pesat.

“Dalam pelaksanaan kongres ini diperkirakan akan hadir 60 kabupaten/kota dan sekitar 26 provinsi se-Indonesia,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa Lampung Selatan siap menyambut peserta kongres sekaligus menjadi tujuan wisata yang representatif.

“Karena saat ini Kabupaten Lampung Selatan sedang fokus pada pengembangan pariwisata, semoga acara ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan-kegiatan KMHDI dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Bupati Egi.

Dengan rencana kedatangan peserta dari berbagai daerah, Kabupaten Lampung Selatan diharapkan dapat meraih manfaat promosi wisata sekaligus memperkuat perannya sebagai daerah yang ramah terhadap kegiatan nasional.(Red)

Pushidrosal TNI AL Perbarui Peta Laut Teluk Lampung, Bupati Egi Nyatakan Dukungan Penuh

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima audiensi Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) di ruang kerjanya, Kamis (20/11/2025). Pertemuan ini membahas pelaksanaan Operasi Survei dan Pemetaan Laut di perairan Teluk Lampung.

Dalam pertemuan tersebut, pihak TNI AL dipimpin Kasi Peta Militer Dispeta Pushidrosal, Mayor Laut (P) Yohan Achmudianto, yang menjelaskan secara langsung agenda dan progres operasi survei yang berlangsung selama 40 hari, sejak 23 Oktober hingga 1 Desember 2025.

Mayor Laut (P) Yohan Achmudianto memaparkan bahwa operasi tersebut bertujuan melakukan pembaruan (updating) peta laut guna meningkatkan keselamatan navigasi serta menunjang kelancaran transportasi laut di wilayah Teluk Lampung. Kegiatan ini melibatkan 10 personel TNI AL, terdiri dari Perwira, Bintara, dan Tamtama.

“Survei ini dilakukan untuk memperbarui peta laut demi keselamatan navigasi, terutama dalam mendukung transportasi laut di Teluk Lampung,” ujar Yohan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap upaya TNI AL tersebut. Ia menegaskan bahwa pemetaan dan pembaruan data laut menjadi kebutuhan penting bagi keamanan dan akurasi pelayaran.

“Pemkab Lampung Selatan sangat mendukung kegiatan survei hidro-oseanografi ini. Kami siap berkolaborasi demi kelancaran pelaksanaan kegiatan,” kata Egi (Red)

Grand Elty Krakatoa Audiensi dengan Bupati Egi Bahas Trail Run 2025

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima audiensi manajemen Grand Elty Krakatoa di ruang kerjanya, Kamis (20/11/2025).

Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Trail Run 2025 serta pembukaan outlet suvenir baru di kawasan Jungle Sea.

Dalam pertemuan tersebut, Hotel Manager Grand Elty Krakatoa, Husein Rachmad Ibrahim, memaparkan rencana event lari lintas alam yang akan digelar pada 14 Desember 2025 di area Grand Elty Krakatoa – Kalianda Nirwana Resort, Merak Belantung, Kalianda.

Lintasan lomba disiapkan melintasi panorama pesisir, perbukitan, hingga pemandangan laut yang menjadi ciri khas keindahan alam Lampung Selatan.

Husein menjelaskan, Trail Run 2025 dirancang sebagai wadah untuk mempromosikan olahraga lari sekaligus memperkuat daya tarik sport tourism di Lampung Selatan.

Selain itu, manajemen juga menyiapkan pembukaan outlet suvenir baru sebagai fasilitas pendukung pariwisata di kawasan Jungle Sea.

“Tujuan kami mengundang Bupati Lampung Selatan adalah untuk memberikan dukungan sekaligus menyukseskan kegiatan ini. Kami juga berharap Pak Bupati dapat meresmikan outlet suvenir yang menyediakan oleh-oleh khas Lampung,” ujar Husein.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasi serta komitmennya untuk hadir dan mendukung penuh event yang memberikan dampak pada promosi daerah.

“Saya akan hadir, insyaallah. Usahakan ramai, agar semakin banyak yang mengetahui potensi Lampung Selatan,” kata Bupati Egi.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan event sport tourism menjadi salah satu langkah strategis dalam pengembangan pariwisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan positif yang mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan. (Red)

6.573 Peserta Guncang Kalianda! Pawai Budaya Terbesar Sepanjang Sejarah Warnai HUT ke-69 Lampung Selatan

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sukses menggelar Pawai Budaya Kebanggaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (16/11/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan tersebut diikuti 6.573 peserta, menjadikannya pawai terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan HUT daerah.

Pawai Budaya yang berlangsung meriah ini menampilkan keberagaman adat, busana daerah, atraksi seni, serta replika budaya dari berbagai kecamatan dan perangkat daerah se-Lampung Selatan. Ribuan peserta dan penonton memenuhi sepanjang rute pawai, menghadirkan suasana penuh warna dan antusiasme tinggi.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan ini.

“Semua hadir dengan semangat persatuan. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta pawai dan seluruh elemen masyarakat yang telah memeriahkan HUT ke-69 Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi menegaskan bahwa Pawai Budaya bukan hanya bentuk hiburan, tetapi bagian penting dari pelestarian tradisi serta jati diri masyarakat Lampung Selatan.

“Lampung Selatan adalah rumah bagi keberagaman adat, bahasa, pakaian tradisional, tarian, dan nilai leluhur. Pawai ini adalah pengingat bahwa budaya merupakan identitas, dan tradisi adalah warisan yang menjadi fondasi masa depan,” ucapnya.

Bupati Egi menambahkan, Pawai Budaya tahun ini menjadi panggung bersama bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat, seniman, komunitas kreatif, serta perwakilan dari kecamatan.

“Ini bukan sekadar tampil cantic dengan busana adat, tetapi bukti bahwa kita bangga terhadap daerah kita,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Lamsel Fest 2025, yang untuk pertama kalinya digelar selama tiga hari berturut-turut dan sepenuhnya gratis untuk masyarakat.

Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Hadir pula Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus UKP Bidang Pariwisata, Zita Anjani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Forkopimda Lampung Selatan, anggota DPRD Lampung Selatan, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta ribuan masyarakat.

Kehadiran tokoh nasional tersebut semakin menegaskan bahwa Pawai Budaya Lampung Selatan telah menjadi salah satu ikon perayaan budaya terbesar di provinsi Lampung.

Dengan pelaksanaan yang tertib, meriah, dan penuh antusiasme, Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, memupuk rasa bangga terhadap budaya lokal, serta mendorong sektor pariwisata dan kreativitas daerah.(Red)

1.500 Penari Pecahkan Rekor MURI, Tari Tuping Lampung Selatan Catat Sejarah Dunia

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Sebuah momen langka sekaligus spektakuler mengguncang Lapangan Korpri, Kalianda, Minggu (16/11/2025).

Sebanyak 1.500 siswa-siswi Lampung Selatan menari secara serempak dalam Pagelaran Tari Tuping 12 Wajah, memecahkan Rekor Museum Redkor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Tari Tuping oleh Penari Terbanyak.

Aksi kolosal ini langsung disebut sebagai pertunjukan tari topeng terbesar yang pernah digelar di Indonesia, bahkan dunia.

Deru musik tradisional Lampung, hentakan kaki ribuan penari, serta gemerlap topeng 12 wajah menciptakan panorama budaya yang tak hanya memukau, tetapi juga menggugah rasa bangga ribuan penonton.

Pagelaran ini menjadi rangkaian utama Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan dan segera menyita perhatian publik nasional.

Dalam momentum bersejarah itu, Piagam Penghargaan MURI diserahkan langsung kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, didampingi Ketua TP PKK sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Sejumlah tokoh nasional turut menyaksikan, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wamendagri Bima Arya, serta para anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Usai penyerahan penghargaan, Meko Pangan Zulkifli Hasan mengaku kagum dan terharu. Ia menyebut pagelaran tersebut melampaui sejarah.

“Belum pernah ada di Lampung, Indonesia, bahkan dunia, tari topeng sebanyak ini tampil bersama. Ini benar-benar luar biasa. Ini mengingatkan pada kisah Radin Inten II dan para prajuritnya yang menyamar demi perjuangan. Semangat itu terasa hidup pagi ini,” ujarnya.

Tari Tuping 12 Wajah sendiri berakar dari kisah dua belas pendekar yang menjadikan topeng sebagai simbol keberanian, kesetiaan, dan kehormatan, bukan sekadar penyamaran. Dalam pagelaran kali ini, nilai-nilai itu diwujudkan melalui harmoni gerak ribuan generasi muda yang tampil penuh disiplin dan energi.

Bupati Radityo Egi Pratama tak mampu menyembunyikan rasa bangganya, karena budaya lokal mampu tampil megah dan membanggakan masyarakat serta tamu-tamu nasional.

“Saya benar-benar terharu melihat anak-anak kita tampil dengan penuh semangat membawa budaya Lampung Selatan ke panggung dunia. Rekor ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat dan mempromosikan budaya daerah,” kata Egi.

Keberhasilan memecahkan Rekor MURI ini menegaskan bahwa Tari Tuping 12 Wajah bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan identitas budaya yang mampu menyatukan ribuan anak muda dalam satu gelombang ekspresi yang harmonis.

Rekor ini semakin memperkokoh posisi Lampung Selatan sebagai daerah dengan komitmen kuat untuk menghadirkan pertunjukan budaya kelas dunia dalam perayaan HUT ke-69. (Red)

9 Bulan Kepemimpinan, Bupati Egi Paparkan Deretan Capaian Strategis di HUT ke-69 Lampung Selatan: Dari Jalan Mulus hingga WTP ke-9

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan menjadi ajang bagi Bupati Radityo Egi Pratama untuk memaparkan berbagai capaian strategis selama sembilan bulan masa kepemimpinannya.

Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025), Bupati Egi menegaskan bahwa seluruh kemajuan yang diraih merupakan hasil sinergi erat antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyoroti sejumlah program prioritas, terutama di sektor infrastruktur.

Sepanjang 2025, pemerintah daerah telah melakukan pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 72,258 kilometer di 53 ruas pada 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 33 kilometer telah rampung diperbaiki di 12 ruas jalan strategis.

“Tingkat kemantapan jalan pada 2024 berada di angka 54,97 persen. Setelah berbagai perbaikan, tahun 2025 meningkat menjadi 60,96 persen,” ujar Egi.

Di sektor perumahan, Pemkab Lampung Selatan memperbaiki 465 unit rumah tidak layak huni melalui program Bedah Rumah.

Selain itu, kolaborasi dengan Wanita Filantropi Indonesia dan dukungan dana desa menghasilkan tambahan 221 unit rumah yang telah selesai dibangun.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting tercatat 10,4 persen, menjadikan Lampung Selatan sebagai daerah dengan angka terendah se-Provinsi Lampung.

“Target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2025 insyaallah dapat kita capai,” tegasnya.

Di bidang pelayanan publik, kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 97,90 persen, sementara layanan administrasi kependudukan kini dapat diakses di seluruh 17 kecamatan.

Atas peningkatan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan RSUD Bob Bazar menerima predikat ‘Sangat Baik’ dari Kementerian PANRB.

Lampung Selatan juga membukukan berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:

– Peringkat Tiga Besar Terbaik se-Lampung pada Survey Kepuasan Publik 2025 (Grade A)

– Stand Terinovatif APKASI Otonomi Expo

– Penghargaan pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 tingkat Provinsi

– WTP ke-9 berturut-turut dari BPK RI

– Penghargaan Strengthening of Social Forestry (SSF) dari Kementerian Kehutanan

– Adi Praja Satwa Sewaka Madya, Kabupaten Layak Anak kategori Nindya

– Pemimpin Daerah Award 2025 iNews TV

– Excellence Tourism and Food Sustainability Integration dari KITA Awards 2025 Garuda TV

Menurut Egi, seluruh capaian tersebut merupakan keberhasilan kolektif seluruh masyarakat Lampung Selatan.

“Tugas kita ke depan adalah mempertahankan capaian yang ada sekaligus memperkuat ketahanan keluarga, pangan, dan lingkungan,” kata Egi. (Red)

DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna Istimewa HUT ke-69, Bupati Egi Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Membangun

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025, Kamis (14/11/2024).

Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama gedung DPRD itu dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, bersama para wakil ketua Merik Havit, A. Benny Raharjo, dan Bella Jayanti.

Acara tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Achmad Saefullah, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Erma Yusneli menegaskan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan menjadi pengingat penting untuk memperkokoh persatuan serta memperkuat kesinambungan pembangunan. Ia berharap peringatan hari jadi ini memotivasi seluruh pihak untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Melalui hari ulang tahun ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, mari kita perkokoh semangat persatuan dan kesinambungan pembangunan menuju terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan yang sejahtera, berdaya saing modern dan berakhlak mulia,” ujar Erma.

Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan usia 69 tahun adalah perjalanan sarat tantangan sekaligus pembelajaran berharga bagi Lampung Selatan.

Menurutnya, daerah ini terus tumbuh dan berbenah untuk mewujudkan visi besar Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini kita tidak hanya memperingati hari lahir sebuah kabupaten, tetapi juga merayakan perjalanan panjang penuh semangat, kerja keras, dan pengabdian,” kata Egi.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kesinambungan pembangunan agar tongkat estafet pembangunan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang lebih baik.

“Mari terus bergerak bersama, mewujudkan Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara, mewakili Gubernur Lampung, Achmad Saefullah mengucapkan selamat ulang tahun ke-69 kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan.

Ia menegaskan bahwa peringatan HUT sebuah daerah bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menata langkah ke depan.

“Semoga di usia ke-69, Lampung Selatan semakin maju, semakin sejahtera, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Lampung,” ujarnya.

Rapat paripurna ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru bagi Kabupaten Lampung Selatan yang memasuki usia ke-69. Momen tersebut sekaligus menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. (Red)