Wagub Jihan Nurlela Sambut Peserta PKN Tingkat II Sumsel, Dorong Kepemimpinan Adaptif untuk Ketahanan Daerah

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Provinsi Sumatera Selatan yang melaksanakan kunjungan di Provinsi Lampung.

Hal itu disampaikan Wagub Jihan Nurlela dalam kegiatan bertajuk “Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Daya Saing Global sebagai Upaya Menciptakan Ketahanan Daerah”, yang berlangsung di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Senin (8/6/2026).

Acara ini diikuti 32 peserta, berasal dari Sumatera Selatan dari berbagai instansi dan daerah, antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Musi Rawas, serta peserta dari Provinsi Bengkulu dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kunjungan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman peserta mengenai kepemimpinan adaptif, inovasi pelayanan publik, serta strategi peningkatan daya saing global sebagai upaya memperkuat ketahanan daerah.

Jihan mengatakan hubungan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan selama ini terjalin sangat baik melalui berbagai program strategis, kerja sama, serta sinergi yang terus dibangun dan dikembangkan bersama.

Menurut Jihan, tema visitasi yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini ketika dunia bergerak sangat cepat.

“Perkembangan teknologi, perubahan regulasi, serta berbagai dinamika lainnya menuntut para pemimpin untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terus terjadi,” ujar Jihan.

Ia menegaskan, sebagai pemimpin organisasi perangkat daerah, para peserta dituntut memiliki kemampuan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan yang dinamis.

Terlebih di tengah berbagai penyesuaian kebijakan dan anggaran yang sedang berlangsung, para pemimpin harus mampu memastikan program-program prioritas tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Jihan menilai ketahanan daerah saat ini tidak lagi dapat dibangun dengan cara-cara konvensional. Pemimpin masa kini, lanjutnya, harus mampu melihat peluang global secara cermat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal agar memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat.

“Daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah arus perubahan, tetapi harus mampu menjadi pelaku dan penggerak pembangunan. Ketahanan daerah harus dibangun melalui kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan mampu menghubungkan potensi lokal dengan peluang global,” kata Jihan.

Ia mengatakan hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional.

Menurut Jihan, hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor industri dan pertanian, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta berbagai sektor lainnya yang mampu menjadi instrumen penguatan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, Pemprov Lampung menyambut baik penetapan dua lokus strategis lintas sektor dalam visitasi tersebut, yakni sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Pesawaran serta sektor perdagangan dan perindustrian di Kabupaten Lampung Selatan.

Di Kabupaten Pesawaran, para peserta akan mempelajari bagaimana kepemimpinan adaptif diterapkan dalam mengintegrasikan potensi wisata bahari dan kekayaan budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

Jihan menyebut Provinsi Lampung saat ini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Bahkan setiap akhir pekan banyak kendaraan berpelat nomor BG dari Sumatera Selatan yang memadati berbagai destinasi wisata di Lampung,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang semakin baik, khususnya Jalan Tol Trans Sumatera, telah memberikan kemudahan akses dan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Saat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap selain memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari Kabupaten Pesawaran terkait pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan, Bapak dan Ibu juga dapat menikmati secara langsung keindahan destinasi wisata yang ada di Provinsi Lampung,” katanya.

Selain sektor pariwisata dan kebudayaan, peserta juga akan melakukan visitasi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan. Jihan menjelaskan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera yang menjadikannya berperan penting dalam aktivitas ekonomi, perdagangan, dan logistik nasional.

Di lokus tersebut, peserta dapat mempelajari berbagai strategi hilirisasi industri, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta tata niaga perdagangan internasional yang menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan ekonomi dan ketahanan daerah.

Melalui kegiatan visitasi ini, Jihan menegaskan Pemprov Lampung membuka ruang informasi seluas-luasnya bagi seluruh peserta. Ia berharap para peserta dapat melakukan kajian dan analisis mendalam terhadap berbagai inovasi, pelayanan publik, serta praktik-praktik terbaik yang telah dikembangkan di kedua lokus tersebut.

Di sisi lain, Pemprov Lampung juga mengharapkan berbagai rekomendasi strategis, ide-ide segar, serta masukan konstruktif dari para peserta PKN Tingkat II Provinsi Sumatera Selatan.

“Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan yang sangat berharga bagi kami dalam meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Provinsi Lampung,” ujar Jihan.

Ia juga mengajak para peserta memanfaatkan waktu selama visitasi untuk belajar, berdiskusi, dan menggali pengalaman dari berbagai lokus yang telah disiapkan, sekaligus menikmati keindahan alam dan kekayaan kuliner khas Lampung.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumatera Selatan M. Edwar Juliartha mengatakan kunjungan ke Provinsi Lampung memiliki tujuan penting selain mempererat hubungan baik yang selama ini terjalin antara kedua provinsi.

“Kami datang untuk memperoleh pengalaman, pembelajaran, serta praktik-praktik terbaik yang dapat menjadi referensi bagi para peserta PKN Tingkat II,” kata Edwar.

Ia menjelaskan para peserta sebelumnya telah melalui berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari self-learning, e-learning, hingga pembelajaran klasikal. Pada tahap ini, mereka melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.

Ia menambahkan, penetapan Provinsi Lampung sebagai lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional Tingkat II telah melalui berbagai proses kajian, penilaian, serta koordinasi dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

Melalui kegiatan visitasi tersebut, pihaknya berharap memperoleh berbagai masukan dan memperkuat sinergi yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh peserta.

“Atas nama BPSDM Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menerima kami dengan sangat baik serta memberikan kesempatan untuk melaksanakan visitasi di provinsi ini,” ujar Edwar.

Inflasi Lampung Lebih Rendah dari Nasional, Pemprov Siapkan Langkah Antisipatif

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Provinsi Lampung kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Lampung masuk dalam 10 provinsi dengan tingkat inflasi terendah secara year-on-year (yoy) di Indonesia dengan angka inflasi sebesar 1,94 persen.

Capaian tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Gerakan Jaminan Produk Halal. Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah, dari Ruang Command Center Lantai II Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (08/06/2026).

Dalam paparannya, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa dua kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Pulau Sumatera secara year-on-year, yakni Kota Bandar Lampung dengan inflasi sebesar 1,79 persen dan Kabupaten Lampung Timur sebesar 1,88 persen.

Secara nasional, BPS mencatat pada Mei 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,08 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah emas perhiasan yang mengalami kenaikan harga sebesar 38,97 persen dan menyumbang andil inflasi sebesar 0,63 persen.

Selain emas perhiasan, komoditas beras menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua dengan tingkat inflasi sebesar 4,55 persen dan andil sebesar 0,18 persen. Komoditas lain yang turut memengaruhi inflasi antara lain daging ayam ras, tarif angkutan udara, minyak goreng, dan sejumlah komoditas lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 5 Juni 2026, tercatat sebanyak 34 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan empat provinsi mengalami penurunan.

Adapun komoditas utama yang mendorong kenaikan IPH di berbagai daerah tersebut adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Menanggapi perkembangan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menginstruksikan pemerintah daerah yang masih memiliki tingkat inflasi tinggi agar memperkuat koordinasi dengan BPS untuk memahami faktor penyebab inflasi sekaligus menyusun langkah pengendalian yang lebih efektif.

“Kalau umpamanya belum memahami cara perhitungannya dan bagaimana mengatasinya, supaya lebih efektif kami minta teman-teman dinas terkait untuk mengundang BPS, jelaskan secara rinci kemudian bersama-sama mengambil jalan keluarnya. Kalau memang bisa melakukan langkah-langkah dan gerakan yang diperlukan sebisanya, jangan tidak berbuat,” tegas Tomsi.

Menanggapi arahan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Lampung saat ini masih terkendali dan berada di bawah angka inflasi nasional. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Lampung tetap akan melakukan langkah antisipatif terhadap sejumlah komoditas yang berpotensi memicu kenaikan inflasi.

“Alhamdulillah Lampung kondisinya aman, berada di bawah inflasi nasional. Walaupun secara year to date cenderung meningkat, hal ini perlu diantisipasi dengan melihat komoditas-komoditas penyebabnya sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan secara tepat,” ujar Yanyan.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga

Pemprov Lampung Raih Predikat A Nasional untuk Keamanan Pangan

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai salah satu Provinsi yang memiliki Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Terbaik. Penghargaan dengan Predikat A (Sangat Baik) ini diserahkan langsung pada peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day / WFSD) tahun 2026.

​Sertifikat penghargaan tersebut diterima langsung saat Seminar Nasional terkait keamanan pangan yang dilaksanakan di RR. Nusantara I, Lantai 2, Badan Pangan Nasional JL. Harsono R.M. No. 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Transformasi Keamanan Pangan Nasional

​Hari Keamanan Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 7 Juni. Pada tahun 2026 ini, tema internasional yang diusung adalah “From burden to solution – safe food everywhere”, yang menekankan pentingnya penggunaan data sebagai panduan dalam menyusun solusi efektif dalam mewujudkan pangan yang aman.

​Menindaklanjuti hal tersebut, Badan Pangan Nasional menyelenggarakan peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia dengan tema ”Transformasi Keamanan Pangan : Dari Tantangan Menuju Solusi Pangan Aman untuk Indonesia Sehat”.

​Sebelum seminar nasional dimulai, agenda diawali dengan penyerahan Sertifikat Hasil Penilaian Sistem Manajemen Pengawasan Keamanan Pangan Segar Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam menerapkan sistem manajemen tersebut secara berkelanjutan.

Lampung Raih Predikat A (Sangat Baik)

​Sistem Manajemen Pengawasan Keamanan Pangan Segar Daerah Tingkat Provinsi sendiri dilaksanakan oleh OKKPD yang ditetapkan oleh Gubernur dengan menunjuk Instansi yang menangani urusan pangan. Di Provinsi Lampung, OKKP Provinsi menjadi tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

​Secara singkat, lingkup tugas OKKPD antara lain :

– ​Pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) baik sebelum diedarkan (Pre Market) maupun setelah di peredaran (Post Market).

– ​Pendataan Pelaku Usaha PSAT.

– ​Pembinaan Pelaku Usaha agar memenuhi kriteria produk PSAT yang aman.

– ​Sosialisasi kepada masyarakat berkenaan dengan PSAT melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

​Berdasarkan hasil evaluasi, Provinsi Lampung berhasil meraih Predikat A (Sangat Baik) bersama empat provinsi lainnya, yaitu Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Gorontalo. Sebagai informasi, penilaian terhadap manajemen pengawasan keamanan pangan tersebut dilakukan setiap 3 (tiga) tahun sekali yang meliputi aspek kelembagaan, sumber daya manusia, penatalaksanaan, prasarana dan sarana, serta anggaran.

Terima Hibah Kendaraan Laboratorium Keliling

​Selain menerima sertifikat penghargaan OKKPD Terbaik, Provinsi Lampung juga mendapat dukungan sarana prasarana baru guna mengoptimalkan pengawasan di lapangan.

​Pada momen tersebut, diserahkan pula Dokumen Hibah Kendaraan Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan kepada 5 Provinsi, yaitu: Provinsi Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, dan Banten. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas pengawasan pangan segar demi menjamin konsumsi masyarakat yang aman dan sehat di Provinsi Lampung.

Bupati Pringsewu CanangkanBupati Pringsewu Canangkan Sensus Ekonomi 2O26

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memimpin apel sekaligus mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Pringsewu di Lapangan Pemkab setempat, pada Senin (8 Juni 2026). Apel dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar beserta jajaran Pemerintah Daerah dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu, serta para petugas sensus se-Kabupaten Pringsewu.

Dalam amanatnya, Bupati Pringsewu berharap seluruh petugas sensus siap secara mental, teknis dan operasional dalam melaksanakan tugas di lapangan. Serta menjadikan momentum ini sebagai wujud komitmen bersama bagi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dalam rangka ketersediaan data berkualitas. Melalui Sensus Ekonomi akan diperoleh gambaran nyata mengenai struktur usaha, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital serta potensi-potensi ekonomi yang ada, hingga tingkat wilayah terkecil.

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi ini nanti tidak sekadar angka dan statistik, tetapi di balik data tersebut terdapat informasi yang menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, menyusun program pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan investasi, memperkuat UMKM, serta menciptakan lapangan kerja bagi mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa partisipasi aktif seluruh masyarakat merupakan kunci keberhasilan sensus ini. Sebagai garda terdepan yang akan memastikan setiap data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi perekonomian Kabupaten Pringsewu, para petugas sensus agar menjunjung tinggi profesionalisme, menjaga etika dalam pelaksanaan tugas, membangun komunikasi yang baik dengan responden, serta melakukan pendataan secara cermat, objektif dan bertanggung jawab.

“Perlu diingat bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi ini nanti akan sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan di masa mendatang,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu secara simbolis memakaikan rompi seragam serta atribut kepada perwakilan petugas sensus yang akan bertugas di lapangan mulai 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026. (*) Sensus Ekonomi 2O26

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memimpin apel sekaligus mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Pringsewu di Lapangan Pemkab setempat, pada Senin (8 Juni 2026). Apel dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar beserta jajaran Pemerintah Daerah dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu, serta para petugas sensus se-Kabupaten Pringsewu.

Dalam amanatnya, Bupati Pringsewu berharap seluruh petugas sensus siap secara mental, teknis dan operasional dalam melaksanakan tugas di lapangan. Serta menjadikan momentum ini sebagai wujud komitmen bersama bagi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dalam rangka ketersediaan data berkualitas. Melalui Sensus Ekonomi akan diperoleh gambaran nyata mengenai struktur usaha, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital serta potensi-potensi ekonomi yang ada, hingga tingkat wilayah terkecil.

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi ini nanti tidak sekadar angka dan statistik, tetapi di balik data tersebut terdapat informasi yang menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, menyusun program pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan investasi, memperkuat UMKM, serta menciptakan lapangan kerja bagi mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa partisipasi aktif seluruh masyarakat merupakan kunci keberhasilan sensus ini. Sebagai garda terdepan yang akan memastikan setiap data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi perekonomian Kabupaten Pringsewu, para petugas sensus agar menjunjung tinggi profesionalisme, menjaga etika dalam pelaksanaan tugas, membangun komunikasi yang baik dengan responden, serta melakukan pendataan secara cermat, objektif dan bertanggung jawab.

“Perlu diingat bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi ini nanti akan sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan di masa mendatang,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu secara simbolis memakaikan rompi seragam serta atribut kepada perwakilan petugas sensus yang akan bertugas di lapangan mulai 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026. (*/Mm  KW-RI)

Monitoring Lomba HKG PKK: Tingkatkan Kesiapan Desa Hadapi Penilaian Provinsi

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Asahan melakukan monitoring dan evaluasi kesiapan dua desa peserta Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan desa peserta memenuhi standar penilaian tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung Senin (8/6/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, didampingi Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Asahan, Ny. Juni Rianto. Tim meninjau Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, dan Desa Rahuning, Kecamatan Rahuning.

Di Desa Persatuan yang mengikuti kategori Lomba Hatinya PKK, tim meninjau langsung penerapan program tersebut. Masyarakat diminta memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman pangan, tanaman obat keluarga, serta menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan.

“Program ini bukan hanya untuk lomba, tetapi mendorong warga memanfaatkan lahan secara produktif demi ketahanan pangan dan terciptanya lingkungan yang sehat,” ujar Ny. Yusnila.

Sementara itu, di Desa Rahuning yang mengikuti kategori Lomba Tertib Administrasi PKK, tim memeriksa kelengkapan dokumen, buku administrasi, data kegiatan, dan laporan program kerja. Ditekankan bahwa administrasi yang rapi menjadi dasar penting dalam pelaksanaan dan pengembangan program secara berkelanjutan.

Hasil monitoring menunjukkan kedua desa telah menunjukkan kesiapan yang baik. Desa Persatuan telah menerapkan penataan lingkungan dan pemanfaatan lahan dengan cukup optimal, sedangkan Desa Rahuning telah menyiapkan dokumen sesuai indikator penilaian. Kader PKK di kedua desa juga dinilai memiliki semangat dan komitmen tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus TP-PKK kabupaten, kecamatan, perangkat desa, serta kader PKK setempat. Diharapkan hasil pembinaan ini dapat menjadi bekal agar kedua desa mampu menampilkan penampilan terbaiknya saat dinilai tim provinsi mendatang.(Jun)

Plt. Wali Kota Bertha Buka Bazar Besemah Expo ke-22

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Plt. Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, secara resmi membuka gelaran Bazar Besemah Expo ke-22 Tahun 2026 pada Sabtu malam (06/06/2026). Acara yang menjadi magnet bagi masyarakat lokal maupun wisatawan ini dipusatkan di kawasan wisata Gunung Gare, Kota Pagar Alam.

​Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt Wako Hj. Bertha yang didampingi oleh unsur Forkopimda, Sekda, kepala OPD, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt. Wali Kota Hj. Bertha menyampaikan bahwa gelaran Besemah Expo ini bukan sekadar agenda tahunan hiburan rakyat, melainkan wadah strategis untuk mendongkrak perekonomian daerah, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Disamping itu, sesuai dengan tema yang diusung pada tahun ini, yakni “Sinergitas untuk Kemajuan”, kita diingatkan bahwa kemajuan Pagar Alam tidak akan pernah bisa dicapai oleh satu pihak saja. Sinergitas adalah kunci utama. oleh karena itu, Pemerintah Kota Pagar Alam berkomitmen untuk melibatkan semua elemen masyarakat, terutama generasi muda sebagai motor penggerak peradaban dan kemajuan daerah,” jelas Plt. Wako.

Seluruh rangkaian kegiatan bazar besemah expo ke-22 ini akan menghadirkan berbagai kegiatan, baik berupa festival maupun lomba-lomba, serta melibatkan 300 pelaku UMKM, yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 25 juni 2026 nantinya.

“Mari kita sukseskan bazar Besemah Expo ini dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan semangat kebersamaan. mari kita tunjukkan bahwa Kota Pagar Alam adalah kota yang ramah, kondusif, dan penuh dengan energi kreatif,” tutup Plt. Wako dalam sambutannya.,(Rep)

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi di bidang manajemen aparatur sipil negara (ASN) dengan menerima penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, dedikasi, dan kontribusi terbaik Pemerintah Provinsi Lampung dalam implementasi kebijakan pro karier ASN yang bertujuan memudahkan, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan ASN.

Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian berkala yang dilakukan Kantor Regional V BKN Jakarta, Pemerintah Provinsi Lampung dinilai berhasil menunjukkan dukungan yang sangat signifikan serta membangun sinergi yang kuat dalam pelaksanaan 12 Kebijakan Pro-Karier ASN. Atas capaian tersebut, Lampung dianugerahi penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya.

Piagam penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara, , dan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan dalam mendorong pengembangan karier ASN yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian peringatan HUT BKN ke 78 yang digelar di Kantor Regional V BKN Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Pengakuan dari BKN ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional melalui pengelolaan sumber daya aparatur yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan kualitas manajemen ASN melalui berbagai inovasi dan kebijakan strategis, mulai dari penguatan sistem merit, pengembangan kompetensi, manajemen talenta, hingga optimalisasi layanan kepegawaian berbasis digital.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat reformasi birokrasi guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berdaya saing.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan posisi Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah yang konsisten dan berhasil mengimplementasikan kebijakan pengembangan karier ASN secara berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi birokrasi nasional.(red)

 

 

Wagub Jihan Nurlela Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri

LAMSEL -(deklarasinews-.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri di Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Pada kesempatan itu, Wagub Jihan mengajak para wisudawan menjadi patriot pembangunan dengan kembali ke daerah asal dan mengabdikan ilmu yang dimiliki bagi kemajuan masyarakat.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Jihan mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah resmi menyelesaikan pendidikannya. Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua, keluarga, serta dosen yang telah memberikan dukungan dan pendampingan selama proses pendidikan berlangsung.

“Peran keluarga dan orang tua sangatlah penting. Karena itu, keberhasilan para wisudawan hari ini patut disyukuri dan menjadi kebanggaan bersama,” ujar Jihan.

Jihan menuturkan bahwa para lulusan yang diwisuda merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang beruntung karena berhasil mengakses pendidikan tinggi.

Ia menyebut capaian tersebut masih menjadi kesempatan yang belum dapat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

“Kondisi ini menjadi tanggung jawab sekaligus tantangan bagi kami di Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada sivitas akademika Universitas Indonesia Mandiri yang terus berkomitmen membantu meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Lampung agar semakin baik di masa mendatang,” ujarnya.

Jihan menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki sumber daya manusia berkualitas. Atas dasar itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merumuskan visi strategis SDM Unggul untuk Indonesia Maju.

Menurutnya, visi tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Berbagai program pembentukan sumber daya manusia unggul perlu terus didukung karena Indonesia maju hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang unggul di berbagai bidang.

Ia menambahkan, Lampung merupakan daerah yang kaya akan potensi. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan dapat dikelola secara optimal tanpa kehadiran sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas.

“Percuma kita memiliki kekayaan alam, fasilitas, dan berbagai sumber daya lainnya apabila SDM yang ada tidak mampu mengelola dan memanfaatkannya secara maksimal. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pendidikan sebagai investasi paling penting dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Meski telah menyelesaikan pendidikan tinggi, Jihan mengingatkan bahwa perjuangan para lulusan belum berakhir. Ia meminta para wisudawan untuk kembali ke kampung, desa, dan daerah asal masing-masing karena wilayah tersebut membutuhkan kehadiran generasi terdidik sebagai penggerak pembangunan.

“Adik-adik dan teman-teman sekalian yang hari ini diwisuda harus kembali ke kampung, desa, dan daerah asal masing-masing. Desa-desa dan wilayah tersebut membutuhkan kehadiran patriot-patriot pembangunan,” katanya.

Menurut Jihan, selama ini perkembangan industri, hilirisasi, dan berbagai bentuk pembangunan masih lebih banyak terpusat di kota-kota. Padahal, desa memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Ia meyakini kehadiran generasi muda terdidik di desa akan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Saya berharap adik-adik sekalian dapat kembali ke daerah asal dengan bangga, membangun kampung halaman, serta mempersembahkan hilirisasi ilmu pengetahuan untuk membantu masyarakat desa agar dapat berkembang setara dengan masyarakat perkotaan. Kehadiran saudara-saudara juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda di desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jihan juga memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi. Ia mengungkapkan bahwa pada 4 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menerima jajaran pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia yang diterima langsung oleh Gubernur Lampung bersama para rektor dan pimpinan perguruan tinggi swasta se-Provinsi Lampung.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan kawasan Kota Baru sebagai kawasan pendidikan terpadu dan pusat pengembangan sumber daya manusia.

“Kami menawarkan pengembangan kawasan Kota Baru sebagai kawasan pendidikan terpadu dan pusat pengembangan sumber daya manusia. Kami membayangkan hadirnya sebuah kawasan yang mempertemukan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, teknologi, dan dunia usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” jelasnya.

Menurut Jihan, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadikan Lampung sebagai pusat talenta dan pusat inovasi di Pulau Sumatera.

“Alhamdulillah, hal tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik. Insya Allah ke depan kita akan bekerja sama dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya Universitas Indonesia Mandiri di wilayah Kota Baru,” katanya.

Jihan mengingatkan bahwa generasi saat ini memiliki tugas untuk membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus mewujudkan Lampung yang semakin maju.

“Jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, meningkatkan produktivitas, memperkuat pelayanan publik, mendorong inovasi, dan menciptakan kemajuan yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas,” ujarnya.(red)

Pagaralam Kembali Raih WTP

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pemkot Pagaralam kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Keuangan.

Dan, Plt. Walikota Pagar Alam Hj.Bertha menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Pagaralam tahun 2025, dikantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPKRI) perwakilan Provinsi Sumatra Selatan, Palembang Jum’at (05/06/2026)

Dalam LHP Keuangan Tahun 2025 ini Pemerintah Kota Pagar Alam mendapatkan hasil dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas laporan Keuangan Pemerintah Daerah( LKPD) tahun 2025.

LHP LKPD Tahun 2025 diserahkan oleh Kepala Bidang Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan, Cendy Avrian, S.E., M.Sc., CFE, CERTDA, dan diterima langsung oleh Plt.Walikota Pagar Alam dan Wakil Ketua 1 DPRD Kota Pagar Alam Hj. Dessy Siska.

Turut hadir dalam kegiatan ini kepala BPKAD, perwakilan dari Inspektorat Daerah.(Rep)

Film ‘Jangan Buang Ibu’ Menguras Air Mata, Pemkab Lampung Selatan Ajak Warga Renungi Kasih dan Pengorbanan Ibu

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana berbeda terasa di Bioskop Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Sabtu (6/6/2026). Ratusan warga memadati lokasi untuk menghadiri Gala Premiere film Jangan Buang Ibu, sebuah film keluarga yang sarat pesan tentang kasih sayang, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang tua.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendapat kesempatan menghadiri sekaligus menyaksikan langsung pemutaran perdana film tersebut melalui 120 tiket gratis yang diberikan kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Kehadiran para pemain utama seperti Nirina Zubir dan Refal Hady semakin menambah kemeriahan acara. Sejak beberapa jam sebelum pemutaran dimulai, area MBK dipenuhi pengunjung yang ingin bertemu langsung dengan para pemeran sekaligus menjadi saksi pertama penayangan film yang mengangkat kisah keluarga tersebut.

Namun, kemeriahan di luar studio berubah menjadi suasana penuh haru ketika lampu bioskop mulai dipadamkan. Di dalam Theater 4, tawa penonton perlahan berganti menjadi keheningan.

Seiring alur cerita berkembang, tak sedikit penonton yang terlihat menitikkan air mata. Film Jangan Buang Ibu berhasil menyentuh sisi emosional penonton dengan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang hubungan anak dan orang tua.

Pesan sederhana yang disampaikan film tersebut terasa begitu relevan. Di tengah kesibukan pekerjaan, aktivitas, dan tuntutan hidup, banyak orang tanpa sadar mulai mengurangi waktu bersama keluarga, khususnya dengan orang tua yang semakin menua.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengaku sangat tersentuh setelah menyaksikan film tersebut.

Menurutnya, film ini menjadi pengingat bagi siapa saja agar tidak menunda memberikan perhatian kepada orang tua selama masih memiliki kesempatan.

“Ini bagus banget filmnya. Jangan Buang Ibu memberikan pelajaran untuk kita semua bahwa selagi kita masih punya orang tua jangan pernah menunda untuk mengunjungi, makan bersama, karena itu hal sederhana tapi itulah perekat keluarga. Kita juga nggak pernah tahu kalau itu hari terakhirnya,” ujar Tri Umaryani usai menonton.

Pesan itulah yang menjadi benang merah sepanjang film. Bahwa kasih sayang tidak selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar atau mewah. Kehadiran, perhatian, serta waktu yang diberikan kepada orang tua justru menjadi bentuk cinta yang paling berharga.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam gala premiere ini juga menunjukkan bahwa film bertema keluarga masih memiliki tempat istimewa di hati penonton.

Banyak yang keluar dari studio dengan mata berkaca-kaca, bahkan saling berpelukan dengan anggota keluarga yang datang bersama.

Melalui kisah yang dekat dengan realitas kehidupan, Jangan Buang Ibu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali mengingat hal-hal sederhana yang sering terlupakan. Sebuah pesan yang mungkin terdengar sederhana, namun mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap orang yang menyaksikannya.

Bagi Pemkab Lampung Selatan, kesempatan menghadiri gala premiere ini bukan sekadar menonton film bersama. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang refleksi tentang pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat. (Red)